Serviana Erosvita Mbaro, S. Pd., resmi ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SDK 132 Detung–Nele. Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto) pada Selasa, 21 Juli 2026, di Kantor Sanpukat.
Serviana ditunjuk untuk menggantikan kepala sekolah sebelumnya yang telah memasuki masa purnabhakti. Guru kelahiran tahun 1976 ini dipercaya untuk mengemban tanggung jawab kepemimpinan di sekolah yang telah menjadi tempat pengabdiannya selama lebih dari dua dekade.
Sejak tahun 2005, Serviana telah mengabdikan diri di SDK 132 Detung–Nele. Kendati bukan merupakan sosok baru bagi sekolah tersebut, tugas sebagai pemimpin sekolah menjadi pengalaman baru baginya.
Serviana mengakui bahwa kepercayaan tersebut merupakan sebuah tanggung jawab besar yang masih perlu dipelajarinya. Karena itu, dalam menjalankan tugas pada tahap awal, ia memilih untuk melanjutkan terlebih dahulu program-program yang telah dirancang dan dijalankan oleh kepala sekolah sebelumnya.
Di tengah tanggung jawab baru tersebut, Serviana juga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang saat ini dihadapi SDK 132 Detung–Nele.
Salah satu kebutuhan yang cukup mendesak adalah ketersediaan meja dan kursi siswa. Sejumlah perabot tersebut telah mulai mengalami kerusakan. Di sisi lain, jumlahnya juga berangsur berkurang seiring dengan bertambahnya jumlah siswa pada awal tahun pelajaran.
Selain meja dan kursi, terdapat pula satu pintu ruang kelas yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan. Kondisi fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) siswa juga menjadi perhatian. Menurut Serviana, dari sejumlah MCK siswa yang tersedia, saat ini hanya satu yang masih layak digunakan. Dalam kondisi tertentu, siswa bahkan harus menggunakan MCK guru.
“Kebutuhan kami saat ini adalah meja dan kursi siswa karena beberapa sudah mulai rusak. Jumlahnya juga semakin berkurang karena adanya penambahan siswa pada awal tahun pelajaran,” jelasnya.
“Selain itu, ada satu pintu ruang kelas yang rusak. MCK siswa juga sudah mengalami kerusakan. Dari yang ada, hanya satu yang masih layak digunakan dan terkadang siswa harus menggunakan MCK guru,” tambah Serviana.

Sementara itu, Ketua SANPUKAT, RD. Okto, menyampaikan bahwa pengalaman panjang Serviana dalam mengabdi di SDK 132 Detung–Nele merupakan modal penting dalam menjalankan tugas kepemimpinan. Namun, pengalaman tersebut perlu terus dilengkapi dengan semangat untuk belajar dan membangun kerja sama.
“Proficiat untuk Ibu Serviana. Kepercayaan ini merupakan sebuah tanggung jawab sekaligus kesempatan untuk melayani dengan cara yang lebih luas. Pengabdian selama lebih dari dua puluh tahun di sekolah ini tentu menjadi modal yang sangat berharga,” ungkap RD. Okto.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi kepala sekolah bukan berarti seseorang harus mengetahui dan menyelesaikan segala sesuatu seorang diri.
“Menjadi kepala sekolah tidak berarti bahwa semua persoalan harus diselesaikan sendiri. Yang penting adalah kesediaan untuk belajar, mendengarkan, membangun komunikasi, dan bekerja sama dengan para guru, Yayasan, orang tua, serta seluruh komunitas sekolah,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

