Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), menghadiri upacara peletakan batu pertama pembangunan sejumlah sekolah yang mendapat dana bantuan revitalisasi, pada akhir Agustus 2026 lalu.
Di tengah agenda kunjungan ke berbagai sekolah pascagempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026, RD. Okto berkesempatan hadir dalam acara peletakan batu pertama di TK Sinar Watugong, TK Marselino Nele, TK Hati Kudus Halat, dan TK Boajoang Nita.
Kehadiran Ketua SANPUKAT dalam momentum tersebut menjadi bagian dari komitmen SANPUKAT untuk memastikan proses revitalisasi fasilitas pendidikan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, yakni menghadirkan lingkungan belajar yang semakin layak dan mendukung perkembangan peserta didik.

RD. Okto mengatakan, bantuan revitalisasi yang diterima sekolah merupakan sebuah berkat yang perlu disyukuri sekaligus dijaga melalui pengelolaan yang bertanggung jawab.
“Dana revitalisasi ini adalah berkat bagi setiap sekolah. Karena itu, berkat ini harus dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab untuk kepentingan pendidikan dan perkembangan anak-anak,” ungkap RD. Okto.
Menurutnya, pembangunan dan pembenahan sarana sekolah bukan semata-mata berkaitan dengan fisik bangunan. Lebih dari itu, revitalisasi merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang pendidikan yang aman, layak, dan mendukung proses belajar peserta didik.
Hal tersebut menjadi semakin penting setelah gempa Flores pada 15 Agustus 2026 lalu. Bencana tersebut kembali mengingatkan pentingnya memastikan sekolah memiliki fasilitas yang aman dan mampu memberikan rasa nyaman bagi peserta didik maupun para guru.

RD. Okto melihat momentum revitalisasi dalam konteks pascagempa sebagai kesempatan untuk membangun kembali bukan hanya bangunan sekolah, tetapi juga semangat untuk terus memberikan pelayanan pendidikan.
“Gempa yang terjadi mengingatkan kita bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Karena itu, pembangunan dan revitalisasi ini harus kita lihat bukan hanya sebagai pembangunan fisik, tetapi sebagai bagian dari usaha kita untuk menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan. Bantuan yang telah dipercayakan kepada sekolah, kata beliau, perlu digunakan secara tepat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kita berharap seluruh proses pembangunan ini berjalan dengan baik dan lancar. Yang paling penting adalah bagaimana semua pihak bekerja dengan tanggung jawab sehingga fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah dan anak-anak,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

