Kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak yang terdampak gempa Flores terus diwujudkan Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT).
Pada 10 September 2026 lalu, Sekretaris SANPUKAT, Benyamin Yunianto Bisa, S. Fil., menyerahkan bantuan seragam sekolah untuk siswa SDK Nitung Palue melalui Pastor Rekan Paroki Keluarga Kudus Lei, P. Marques, CJD, bertempat di Pastoran Paroki Lei-Palue, untuk selanjutnya diteruskan kepada pihak sekolah dan para siswa di SDK Nitung Palue.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari dukungan kemanusiaan yang diterima SANPUKAT dari URUN.id di bawah naungan Yayasan Bhumiksara. Bantuan tersebut secara khusus diarahkan untuk mendukung pemulihan kebutuhan pendidikan sekolah-sekolah SANPUKAT yang terdampak gempa 15 Agustus 2026 lalu.
Berdasarkan laporan pertanggungjawaban SANPUKAT, donasi yang diterima dari URUN.id melalui Yayasan Bhumiksara berjumlah Rp15.827.050. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan 50 buah seragam sekolah dan 15 buah terpal bagi sekolah-sekolah yang terdampak gempa.

Untuk bantuan seragam bagi SDK Nitung Palue, proses penyerahan tidak dilakukan secara langsung kepada siswa karena keterbatasan transportasi serta kondisi medan yang cukup sulit menuju sekolah tersebut. Karena itu, penyerahan dan penerimaan bantuan dipercayakan kepada P. Marques, CJD, untuk diteruskan kepada pihak SDK Nitung Palue.
Selanjutnya, pada 12 September 2026, bantuan seragam tersebut diterima oleh guru-guru SDK Nitung Palue untuk kemudian dibagikan kepada para siswa. Dokumentasi pertanggungjawaban SANPUKAT juga mencatat proses penyerahan seragam dari guru kepada siswa SDK Nitung Palue.
Ketua SANPUKAT, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), menyampaikan terima kasih kepada URUN.id dan Yayasan Bhumiksara yang telah memberikan perhatian kepada anak-anak sekolah SANPUKAT yang terdampak gempa.
Menurut RD. Okto, bantuan tersebut tidak semata-mata dilihat dari nilai barang yang diterima, tetapi terutama dari kepedulian yang menyertainya. Di tengah kondisi pascagempa yang masih membutuhkan proses pemulihan, dukungan terhadap kebutuhan sekolah menjadi bagian penting dalam membantu anak-anak kembali belajar dan membangun semangat mereka.
“Bantuan ini menjadi tanda bahwa anak-anak kita yang berada di wilayah terdampak, termasuk di Palue, tidak berjalan sendiri. Ada banyak pihak yang peduli dan mengambil bagian dalam menjaga keberlanjutan pendidikan mereka,” demikian refleksi RD. Okto.

Ia menambahkan bahwa pemulihan pascagempa bukan hanya tentang memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga memastikan anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar dalam situasi yang penuh keterbatasan. Karena itu, dukungan berupa seragam, terpal maupun kebutuhan pembelajaran lainnya memiliki arti penting bagi keberlangsungan proses pendidikan.
“Bagi kami, setiap bantuan adalah bentuk kasih dan solidaritas. Semoga kebaikan dari URUN.id dan Yayasan Bhumiksara terus menjadi berkat bagi anak-anak yang membutuhkan dan menguatkan semangat kita bersama untuk memulihkan sekolah-sekolah yang terdampak gempa,” terang RD. Okto.
SANPUKAT juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan Bhumiksara dan URUN.id atas dukungan yang diberikan dalam proses pemulihan pascagempa. Bagi SANPUKAT, penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa gempa tidak memutus harapan anak-anak terhadap pendidikan. (Wue Admin)

