Kepedulian terhadap perkembangan iman dan pendidikan kembali diwujudkan oleh Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT). Pada Selasa, 21 Juli 2026, Sekretaris SANPUKAT, Benyamin Yunianto Bisa, S. Fil., menyerahkan bantuan dana pembangunan Gua Maria untuk SDK Nangalimang.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di SDK Nangalimang dan diterima oleh pihak sekolah di hadapan para orangtua murid. Bantuan ini diberikan setelah proposal pembangunan yang diajukan oleh pihak sekolah disetujui oleh Badan Solidaritas Pendidikan Keuskupan Maumere.
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin menegaskan bahwa keberadaan SDK Nangalimang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat setempat. Sekolah ini, menurutnya, merupakan bagian dari warisan iman dan pendidikan yang telah dibangun oleh generasi terdahulu.
“Sekolah ini adalah milik umat Nangalimang. Sekolah ini juga adalah warisan yang ditinggalkan oleh orangtua-orangtua kita dulu. Mereka sadar, investasi terbaik adalah pendidikan. Jadi, kita semua memiliki tanggung jawab terhadap iman dan pendidikan anak-anak kita di Nangalimang ini,” ujar Beny.
Lebih lanjut, Beny menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari aksi solidaritas pendidikan yang dikumpulkan oleh umat Keuskupan Maumere setiap tahun.
Menurutnya, semangat solidaritas tidak hanya dimaknai sebagai upaya membantu orang lain, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian umat terhadap keberlangsungan karya pendidikan yang mereka miliki sendiri.

“Sumber dana ini berasal dari kita sendiri. Jadi, sebenarnya program solidaritas itu dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Selain bersolidaritas dengan umat lain, kita juga sebenarnya membantu diri kita sendiri,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala SDK Nangalimang, Margareta Yulianti, S. Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para orangtua murid yang hadir serta menunjukkan komitmen untuk terlibat dalam proses pembangunan Gua Maria tersebut.
Ia mengajak para orangtua untuk terus memandang sekolah sebagai bagian penting dari kehidupan bersama yang perlu dirawat dan dikembangkan secara gotong royong.

“Terima kasih kepada para orangtua murid yang sudah berkenan membantu. Seperti yang disampaikan Pak Beny tadi, bahwa sekolah adalah milik kita, jadi kita pun punya tanggung jawab untuk merawat sekolah ini, termasuk Gua Maria yang akan dibangun nanti,” ungkapnya.
Pembangunan Gua Maria di SDK Nangalimang diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari penataan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan iman dan devosi kepada Bunda Maria bagi seluruh warga sekolah yang selama ini telah terjada dengan baik.
Bagi sekolah-sekolah Sanpukat, iman tidak hanya diajarkan melalui kata-kata. Ia juga perlu dihadirkan dalam ruang-ruang yang mengajak anak-anak untuk berdoa, berefleksi, dan bertumbuh sebagai pribadi yang berkarakter. (Wue Admin)

