Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., melakukan kunjungan perdana di SDK Riit pada Jumat, 22 Mei 2026, seusai hadir dalam pembukaan visitasi akreditasi di SDK Bloro.
“Kunjungan ini sebenarnya sudah masuk dalam agenda kerja Ketua Sanpukat, tetapi kami sengaja untuk tidak menginformasikan kepada Kepala Sekolah agar Ketua Sanpukat benar-benar bisa melihat proses belajar mengajar dan keadaan sekolah dengan apa adanya,” ujar Sekretaris Sanpukat, Benyamin Bisa, S. Fil.
“Saya pikir metode kunjungan dadakan seperti ini cukup baik agar tidak merepotkan sekolah dengan hal-hal seremonial, apalagi sampai mengaburkan hal-hal substansial yang harus dibahas dan disoroti dari sekolah tersebut,” kata Bidang Dokumentasi dan Publikasi Sanpukat, Mariemon Setiawan, S. Fil., menerangkan.

Rombongan Sanpukat disambut hangat oleh Kepala SDK Riit, Laurensius Nurak, S. Pd., bersama para guru dan anak-anak kelas VI yang baru saja menyelesaikan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ), meski dikunjungi secara tiba-tiba.
“Saya dan teman-teman guru kaget karena dikunjung secara tiba-tiba, sekurang-kurangnya ada sesuatu yang perlu kami siapkan, apalagi ini adalah kunjungan perdana dari Ketua Sanpukat. Untung saja ada beberapa selempang hasil tenunan peserta didik dalam mapel Mulok, sehingga ada kenang-kenangan dari SDK Riit untuk Sanpukat,” ujar Laurensius.
Dalam sesi dialog dengan Kepala Sekolah dan para guru, ada beberapa hal digarisbawahi oleh Ketua Sanpukat, diantaranya urusan administrasi sekolah, administrasi guru, fasilitas dalam ruang kelas, pengembangan bangunan fisik sekolah, dan distribusi para guru.
Terkait hal yang disebutkan terakhir, kebijakan ini sedang ia pertimbangkan demi efektivitas pembelajaran dan kebaikan para peserta didik.
“Saat ini, saya sedang memikirkan untuk menukar atau mengembalikan para guru agar mengabdi di tempat asalnya atau tempat ia berdomisili. Ini penting agar anak-anak tidak ditinggalkan kelas atau terlambat mengajar dengan alasan rumah guru yang jauh dari sekolah,” kata RD. Okto.
“Ada beberapa guru kita yang tinggalnya berjauhan dari sekolah tempatnya mengabdi, padahal ada juga sekolah Sanpukat di dekat daerah tempat tinggalnya. Misalnya, ada guru yang tinggal di Wolomude, tetapi mengabdi di Nita. Ini juga demi kebaikan guru bersangkutan,” sambungnya lagi.

Setelah sesi dialog, Ketua Sanpukat berkeliling melihat-lihat keadaan sekolah. Ia juga menyempatkan diri untuk mengunjungi TK Riit yang sudah beberapa tahun ini tidak menjalankan aktivitas karena ketiadaan guru. Sekretaris Sanpukat, Benyamin Bisa, S. Fil., juga menegaskan bahwa data sekolah tersebut dinonaktifkan karena tidak ada aktivitas belajar mengajar, akibat ketiadaan guru tersebut.
Ketua Sanpukat juga melihat rencana pengembangan fisik sekolah, khususnya penataan lingkungan halaman depan sekolah. Ia juga melihat bagaimana kondisi fasilitas belajar mengajar para peserta didik di masing-masing ruang kelas. Kunjungan ini ditutup dengan makan siang bersama, kebetulan bertepatan dengan hari terakhir pelaksanaan ASAJ yang memang disepakati bersama para orangtua murid.
“Kami bersama orangtua murid sudah sepakat untuk mengadakan makan siang bersama di hari terakhir ASAJ para peserta didik kelas VI, sebagai bentuk syukur bersama anak-anak kelas VI atas selesainya ujian. Kedatangan rombongan dari Sanpukat bertepatan dengan acara ini,” ujar Laurensius.
Laurensius juga mengungkapkan, bahwa ia bersama para guru sangat senang atas kunjungan tersebut. Ia tak mengira bahwa Ketua Sanpukat akan mengunjungi sekolah yang dipimpinnya itu.
“Kami terkejut, tiba-tiba saja kami dikunjungi. Tapi kami senang karena Romo bisa naik mengunjungi kami di sini. Dengan kunjungan ini, Romo bisa melihat dan menyaksikan secara lebih dekat sekolah kami ini, apa-apa saja yang menjadi kebutuhan kami, dan apa-apa saja yang menjadi tantangan dan kendala bagi kami di sini,” ujar Kepala Sekolah sekaligus Ketua Stasi Riit ini.

Ketua Sanpukat, RD. Okto, sangat berterima kasih kepada Kepala Sekolah bersama semua guru SDK Riit yang telah menerima rombongan dalam nuansa penuh kehangatan.
“Terima kasih banyak Kepala SDK Riit, para guru, para peserta didik, dan para orangtua murid yang telah menyambut kami, meski kedatangan kami tiba-tiba. Semua hal yang sudah didiskusikan, kelu kesah, dan berbagai usul saran akan diperhatikan demi kebaikan penyelenggaraan pendidikan kita ke depannya,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

