Kepercayaan selalu tumbuh dari kesetiaan, dibuktikan oleh pengabdian, dan dipelihara oleh kepemimpinan yang menghadirkan perubahan. Itulah yang kembali ditunjukkan oleh Damianus Dewa, S.Ag., yang ketiga kalinya dipercayakan untuk memimpin SMPK Susila Koting.
Damianus secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Kepala SMPK Susila Koting pada Senin, 13 Juli 2026. SK tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S.Fil., M.Th. (RD. Okto), di Kantor Sanpukat.
Bagi Damianus, amanah ini bukanlah awal dari sebuah perjalanan, melainkan kelanjutan dari pengabdian panjang yang telah dimulainya sejak lebih dari dua dekade silam. Ia pertama kali mengabdi sebagai guru di SMPK Susila Koting pada tahun 2001. Tujuh belas tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2018, ia dipercaya menjadi kepala sekolah pada masa kepemimpinan Ketua Sanpukat saat itu, RD. Dominikus Dhange.
“Saya datang mengajar di SMPK Susila itu tanggal 6 Agustus 2001. Tahun 2018, pada masa kepemimpinan RD. Domi Dhange sebagai Ketua Sanpukat, saya terpilih menjadi kepala sekolah. Saya ingat, waktu itu kami ada ujian untuk menjadi kepala sekolah. Saya datang membawa visi dan misi saya lengkap,” kenangnya.
Selama memimpin sekolah, Damianus mengaku terus memegang teguh pesan yang pernah disampaikan RD. Dominikus Dhange tentang pentingnya keteladanan seorang pemimpin.
“Saya selalu ingat apa yang RD. Domi pesan. Kalau tindakan Anda membuat orang berpikir lebih baik, bertindak lebih baik, dan menjadi manusia yang lebih baik, Anda adalah seorang pemimpin. Oleh sebab itu, saya berprinsip bahwa sekalipun saya kepala sekolah, saya adalah pelayan. Dalam konteks pemimpin sebagai pelayan, bos-bos saya adalah para guru, pegawai, dan para murid itu sendiri,” tegasnya.
Prinsip kepemimpinan yang melayani itu diterjemahkannya dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Ia menaruh perhatian besar pada kedisiplinan dan tanggung jawab, sembari membangun budaya kerja yang dilandasi semangat persaudaraan, kekeluargaan, dan kekompakan.
Menurutnya, ketiga nilai tersebut menjadi fondasi penting agar SMPK Susila Koting tetap menjadi satu komunitas pendidikan yang sehat sekaligus menjadi rumah belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi guru maupun peserta didik.
Sebelum dipercaya menjadi kepala sekolah, Damianus telah mengemban berbagai tanggung jawab di sekolah, mulai dari guru mata pelajaran, guru kelas, wakil kepala sekolah hingga mengurus bidang kurikulum. Pengalaman itu membantunya memahami setiap dinamika sekolah dari berbagai sudut pandang.
Pengangkatan kali ini juga mencatatkan sejarah tersendiri. Damianus menjadi kepala sekolah yang memimpin SMPK Susila Koting dalam tiga periode kepemimpinan Ketua Sanpukat, yakni pada masa RD. Dominikus Dhange, RD. Gabriel Mane, dan kini RD. Yulius Heribertus (RD. Okto).
Kepercayaan yang terus diberikan tersebut dimaknainya sebagai panggilan untuk menjaga berbagai capaian baik yang telah dibangun bersama, sekaligus berbenah terhadap hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Ia juga mulai mempersiapkan kaderisasi kepemimpinan di lingkungan sekolah agar regenerasi dapat berjalan dengan baik ketika masa tugasnya berakhir.
Sementara itu, Ketua Sanpukat, RD. Okto, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Damianus kembali mengemban tanggung jawab sebagai kepala sekolah. Menurutnya, sekolah membutuhkan pemimpin yang tidak sekadar mengelola administrasi, tetapi juga mampu menghadirkan budaya melayani yang menumbuhkan seluruh warga sekolah.
“Terima kasih kepada Bapak Damianus yang kembali bersedia mengemban kepercayaan ini. Kepemimpinan yang berakar pada semangat melayani akan melahirkan budaya sekolah yang sehat, memperkuat kebersamaan, dan menciptakan iklim belajar yang semakin baik bagi guru maupun peserta didik. Saya berharap semangat ini terus dipelihara sehingga SMPK Susila Koting semakin bertumbuh menjadi sekolah yang unggul dalam karakter, disiplin, dan mutu pendidikan,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

