Pergantian kepemimpinan kembali terjadi di lingkungan Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT). Setelah bertahun-tahun mengabdi sebagai guru kelas, Maria Abon Tupen Atulolon, S. Pd., kini resmi dipercaya memimpin TK Ate Dhoa Wolofeo menggantikan Dolorosa Dalince, S. Pd. yang berpindah tugas.
Kepercayaan tersebut ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), pada Selasa, 14 Juli 2026. Suster dari Kongregasi DST kelahiran Baniona ini menerima langsung SK tersebut di Kantor Sanpukat.
Bagi TK Ate Dhoa Wolofeo yang telah meraih akreditasi A, Sr. Maria Abon bukanlah sosok baru. Sejak tahun 2017, ia telah mengabdikan diri sebagai guru kelas. Pengalaman hampir satu dekade itu membuatnya memahami karakter sekolah, kebutuhan peserta didik, budaya kerja para guru, hingga tantangan yang dihadapi lembaga tersebut.
Usai menerima mandat sebagai kepala sekolah, Sr. Maria Abon menegaskan komitmennya untuk membangun sekolah secara menyeluruh.
“Ke depan saya ingin memperhatikan semua kebutuhan sekolah, bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga administrasi, tata kelola, dan berbagai aspek lain yang mendukung perkembangan sekolah agar semakin baik,” ungkapnya.
Dalam perbincangan santai bersama Wue Admin, suster kelahiran 29 Maret 1975 itu juga membagikan salah satu kebiasaan baik, yang selama ini menjadi ciri khas TK Ate Dhoa Wolofeo, yakni membangun budaya menabung sejak usia dini.
Setiap pagi, setelah mengikuti absen, anak-anak secara bergiliran maju ke depan kelas untuk menyimpan sebagian uang jajan mereka ke dalam tabungan. Kebiasaan sederhana itu bukan sekadar mengajarkan anak menyimpan uang, tetapi juga melatih disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola kebutuhan sejak usia dini.
Menariknya, hasil tabungan tersebut pada akhir semester dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan anak, bahkan membantu orang tua membayar uang sekolah.
Selain budaya menabung, sekolah juga menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Menurut Sr. Maria Abon, kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut ternyata terus melekat hingga anak-anak melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar.
“Karena kebiasaan ini, anak-anak TK Ate Dhoa ketika sudah SD kadang mereka bingung karena di kelas baru tidak ada kegiatan menabung. Akhirnya kebiasaan menabung mereka lanjutkan di rumah. Begitu juga dengan soal sampah. Kepedulian mereka terhadap kebersihan lingkungan terbawa sampai mereka memasuki SD,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Sanpukat, RD. Okto, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Sr. Maria Abon menerima tanggung jawab sebagai kepala sekolah. Menurutnya, kepemimpinan baru diharapkan mampu menjaga sekaligus meningkatkan berbagai capaian positif yang telah dibangun selama ini.
“Selamat menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala TK Ate Dhoa Wolofeo. Saya percaya pengalaman panjang Sr. Maria Abon di sekolah ini menjadi modal yang sangat baik untuk melanjutkan berbagai hal positif yang sudah ada. Pertahankan budaya-budaya baik yang telah menjadi identitas sekolah, dan teruslah berinovasi agar mutu pelayanan pendidikan di TK Ate Dhoa semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar bagi anak-anak maupun masyarakat,” terang RD. Okto. (Wue Admin)


Slmt kepada sister Maria Abon Tupen atas kepercayaan sbg Kepala TK Ate Dhoa Wolofeo. Semoga kepemimpinan yg baru membawa semangat pelayanan, inovasi, dan penguatan tata kelola sekolah.Semoga TK Ate Dhoa Wolofeo semakin maju, berprestasi, dan menjadi tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, berkarakter, serta beriman.
Dengan pertolongan Tuhan kita Belajar & Berkarya.