Ada satu pemandangan yang menarik ketika Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., mengunjungi SDK Bei pada Selasa, 19 Mei 2026 lalu. Dalam kunjungan untuk memonitoring pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) di sekolah tersebut, terlihat suatu pemandangan yang menggerakan hati.
Samuel Jordan, siswa kelas 1 SDK Bei, dengan lincahnya bergerak cepat di antara teman-temannya. Menariknya, ia menggunakan kruk yang dibuat sendiri oleh keluarganya, untuk menopang tubuh dan mendukung mobilitasnya selama di sekolah. Kondisi keterbatasan fisik ini sama sekali tidak menyurutkan semangatnya untuk bersekolah dan berinteraksi dengan teman-temannya.
Setelah melihat dan menyapa langsung Samuel, Ketua Sanpukat segera bertindak cepat. Ini adalah bentuk kepedulian dan perhatian Sanpukat kepada para siswanya.
Akhirnya, pada perayaan Hari Raya Pentekosta, Minggu, 24 Mei 2026, seusai merayakan ekaristi di Stasi Ri’it, Ketua Sanpukat datang langsung ke rumah Samuel untuk menyerahkan kruk baru. Ia mengharapkan, agar Samuel terus semangat bersekolah dan aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Ketika dimintai keterangan, RD. Okto secara reflektif mengungkapkan bahwa semua itu terjadi karena Tuhan.
“Tugas kita adalah menjadi perpanjangan tangan Roh Kudus di dunia. Tongkat baru itu mungkin sederhana, tetapi bagi anak sekecil dia, itu adalah bukti bahwa Tuhan mendengar setiap rintihan langkahnya yang tertatih. Hari ini kami sama-sama belajar: keterbatasan fisik tidak akan pernah mampu membelenggu jiwa yang dikuatkan oleh kasih. Mari bersama-sama memastikan tidak ada satu pun anak yang merasa ditinggalkan dalam perjuangannya,” komentar RD. Okto.
Ia juga mengharapkan agar jika ada peserta didik yang membutuhkan bantuan, bisa diinformasikan kepadanya.
“Jika ada murid atau peserta didik yang sangat membutuhkan bantuan, bisa diinformasikan ke saya. Saya akan berjuang untuk membantu demi kebaikan mereka,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

