SANPUKAT KEUSKUPAN MAUMERE
Menu
  • Beranda
  • Berita
  • Gurat
  • Blog
    • Humaniora
    • Renungan
    • Storytelling
  • Profil
  • Mitra
    • Kindermissionwerk
  • Galery
  • Disclaimer
  • About
Menu

KEPALA SEKOLAH SANPUKAT DITEMPA MENJADI PEMIMPIN TRANSFORMATIF, RD. FIDEL DUA: “SEKOLAH TIDAK AKAN BERUBAH SEBELUM PEMIMPINNYA LEBIH DULU BERUBAH”

Posted on 22 Juli 2026 by Sanpukatadmin

Upaya Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) untuk membangun mutu pendidikan tidak hanya dilakukan melalui pembenahan sistem dan program, tetapi juga dengan membentuk kualitas dari para pemimpin sekolah-sekolah Sanpukat. Selama dua hari, 10–11 Juli 2026, seluruh kepala sekolah Sanpukat mengikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Manajerial Kepala Sekolah yang dipandu oleh RD. Fidelis Dua, S. Fil., M. Th., M. Pd., di Aula Seminari BSB, Maumere.

Pelatihan ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembaruan cara pandang tentang makna kepemimpinan di lingkungan sekolah. Bagi RD. Fidel, perubahan sebuah sekolah selalu bermula dari perubahan diri seorang pemimpinnya.

“Sekolah tidak akan berubah sebelum pemimpinnya berubah lebih dulu,” tegasnya.

Penegasan ini menjadi benang merah sekaligus dasar sepanjang proses pelatihan, khususnya pada hari pertama. Kepala sekolah diajak melihat bahwa jabatan bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk menghadirkan perubahan yang nyata bagi guru, peserta didik, dan seluruh warga sekolah.

Dalam pemaparannya, RD. Fidel menegaskan bahwa kepala sekolah yang transformatif bukanlah pribadi yang puas mempertahankan keadaan atau menjalankan rutinitas semata. Seorang pemimpin pendidikan harus terus bergerak, membaca tantangan zaman, dan menyalakan harapan akan masa depan sekolah yang lebih baik.

“Kepala sekolah yang transformatif tidak diam dan tidak memilih menjadi biasa-biasa saja. Ia bergerak dengan penuh harapan, sebab setiap perubahan besar selalu dimulai dari keberanian mengambil langkah pertama,” ungkapnya.

Semangat transformasi itu kemudian dipadukan dengan pembahasan mengenai karakter dasar seorang pemimpin. Menurutnya, kepemimpinan yang kokoh tidak hanya dibangun oleh kecerdasan berpikir, tetapi juga oleh kemurnian hati.

“Kalau kecerdasan dapat melahirkan inovasi, dan ketulusan melahirkan kepercayaan, maka seorang pemimpin sejati harus sanggup memadukan keduanya.”

Karena itu, kepala sekolah ditantang untuk tidak sekadar menjadi administrator pendidikan, melainkan pemimpin yang mampu melahirkan ide-ide baru tanpa kehilangan integritas dan ketulusan dalam melayani.

Ia juga menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan terletak pada lamanya menduduki jabatan ataupun banyaknya kewenangan yang dimiliki, melainkan pada dampak yang ditinggalkan bagi orang-orang yang dipimpinnya.

“Pemimpin sejati dikenang bukan karena jabatannya, tetapi karena perubahan positif selama masa kepemimpinannya dari waktu ke waktu,” ujarnya sembari menceritakan kembali bagaimana ia memimpin, mengembangkan, dan mengelola SMAS Katolik St. John Paul II yang sebelumnya hampir tenggelam, menjadi salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Sikka.

Pada hari kedua, pembahasan berlanjut pada tema Model Kompetensi Kepala Sekolah. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa kompetensi kepala sekolah jauh melampaui kemampuan administratif atau keterampilan mengelola organisasi sekolah. RD. Fidelis menegaskan bahwa kompetensi sejati seorang kepala sekolah berakar pada kemampuannya mengelola dirinya sendiri.

“Kompetensi kepala sekolah tidak hanya soal kemampuan mengelola sekolah, melainkan dari kesediaan mengelola diri sendiri menjadi pemimpin sejati.”

Kesadaran diri, kedewasaan emosional, integritas, spiritualitas, serta kemampuan menjadi pribadi yang terus belajar menjadi fondasi yang harus dimiliki setiap pemimpin pendidikan.

Sebagai lembaga pendidikan Katolik, kepala sekolah juga dipanggil untuk menjadi teladan moral dan spiritual bagi seluruh warga sekolah. Kepemimpinan yang efektif, menurut RD. Fidelis, tidak pertama-tama lahir dari banyaknya instruksi, melainkan dari kesaksian hidup yang setiap hari dilihat oleh guru maupun peserta didik.

“Keteladanan adalah kurikulum kepemimpinan yang paling kuat; guru akan belajar dari hidup pemimpinnya, bukan dari instruksi atau perintahnya.”

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan konsep Leadership 360 Derajat, yakni model kepemimpinan yang menekankan bahwa pengaruh seorang pemimpin tidak hanya mengalir kepada bawahan, tetapi juga menjangkau seluruh arah relasi.

Seorang kepala sekolah dipanggil untuk mampu memberi pengaruh positif kepada atasan melalui loyalitas dan komunikasi yang sehat, kepada rekan sejawat melalui kolaborasi, kepada guru dan tenaga kependidikan melalui pembinaan, serta kepada masyarakat melalui pelayanan pendidikan yang bermutu.

Dengan demikian, kepemimpinan bukan lagi dipahami sebagai posisi yang berada di puncak struktur organisasi, melainkan sebagai kemampuan menghadirkan nilai, inspirasi, dan pengaruh positif dalam setiap relasi.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Sanpukat dalam menyiapkan kepala sekolah yang tidak hanya cakap mengelola lembaga pendidikan, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang visioner, transformatif, dan berakar pada nilai-nilai Kristiani.

Ketua Sanpukat, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), saat ini memang tengah gencar menata kembali mutu sekolah-sekolah Sanpukat, termasuk meningkatkan kapasitas para kepala sekolah dalam memimpin dan memanajemen sekolah.

“Investasi terbaik sebuah yayasan bukan hanya pada pembangunan gedung, tetapi pada pembangunan kualitas pemimpinnya. Ketika kepala sekolah terus belajar dan bertumbuh, sekolah pun akan berkembang, guru-guru semakin termotivasi, dan peserta didik akan menerima pelayanan pendidikan yang semakin bermutu. Itulah sebabnya peningkatan kapasitas kepala sekolah menjadi komitmen yang akan terus dilakukan Sanpukat,” pungkasnya.

Ia juga berharap agar kegiatan pelatihan ini tidak saja berhenti di situ, tetapi dapat menyadarkan dan memberi pengaruh kepada para kepala sekolah dalam memimpin sekolahnya masing-masing.

“Saya berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai penambahan pengetahuan, tetapi benar-benar melahirkan perubahan cara berpikir, cara memimpin, dan cara mengelola sekolah sehingga setiap sekolah Sanpukat semakin bertumbuh menjadi komunitas belajar yang berkualitas, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai Injil,” terang RD. Okto.

Pada akhirnya, sekolah-sekolah yang hebat tidak lahir semata-mata karena gedung yang megah ataupun program yang luar biasa. Sekolah yang terus bertumbuh selalu berawal dari hadirnya pemimpin yang terlebih dahulu berani mengubah dirinya, sehingga ia mampu menggerakkan orang lain untuk bersama-sama menghadirkan masa depan pendidikan yang lebih bermakna. (Wue Admin)

Category: Berita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 2026
  • 2025
  • 2024
  • 2023
  • 2022

BERAGAM INFORMASI SANPUKAT

GURATHumaniora

MERAWAT PERSATUAN DALAM SEMANGAT SUMPAH PEMUDA DI RUANG TKA

Oleh: Mikhael Angelo Maruly Sody, S.Fil., Gr. (Guru di SMAK St. Yosef Tana Ai) Sebelum seorang murid menjawab soal pertama ...
Baca Selanjutnya
30 Oktober 2026 / Sanpukatadmin
Berita

PENINGKATAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH SANPUKAT WILAYAH TENGAH: PERKUAT VISI DAN CEGAH KEKERASAN DI SEKOLAH

Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) terus memperkuat kompetensi para kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan ...
Baca Selanjutnya
29 Oktober 2026 / Sanpukatadmin
Berita

SANPUKAT GELAR PELATIHAN PENGUATAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DI WILAYAH BARAT

Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah Satuan SANPUKAT bagi para ...
Baca Selanjutnya
27 Oktober 2026 / Sanpukatadmin

IKUTI PERLINDUNGAN ANAK KINDERMISSIONWERK

SANPUKAT–Kindermissionswerk Serahkan Hadiah Lomba Perlindungan Anak di SDK Habi
Kindermissionwerk

MEAL OFFICER SANPUKAT-KINDERMISSIONWERK SERAHKAN HADIAH LOMBA PERLINDUNGAN ANAK SDK HABI

Maumere, Berita SANPUKAT – Monitoring, Evaluation, Analysis, and Learning (MEAL) Officer SANPUKAT & Kindermissionswerk–Jerman, Christian Romario menyerahkan hadiah lomba The ...
Baca Selanjutnya
9 Agustus 2025 / Sanpukatadmin
Kindermissionwerk

MENJADI MICROSOFT INNOVATIVE EDUCATOR EXPERT DARI WEBINAR BERSAMA KOMDIGI, MICROSOFT, BERSAMA FOCUS AND TARGET

Pada Selasa, 8 Juli 2025, seorang staff SANPUKAT Christian Romario mengikuti sebuah webinar nasional bertajuk ...
Baca Selanjutnya
10 Juli 2025 / Sanpukatadmin

RASA NYAMAN BERSAMA RENUNGAN SANPUKAT

Renungan

PEKA MEMBACA TANDA, BERANI MEMPERBAIKI DIRI (Renungan Jumat, 23 Oktober 2023)

Perikop: Lukas 12:54-59 Dalam kisah injil yang kita dengarkan hari ini, Yesus menegur orang banyak karena mereka mampu membaca tanda-tanda ...
Baca Selanjutnya
Renungan

SETIA DAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEPERCAYAAN (Renungan Rabu, 21 Oktober 2026)

Dalam Injil Lukas 12:39-48, Yesus mengingatkan para murid agar selalu siap sedia dan setia dalam menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan ...
Baca Selanjutnya
Renungan

SETIA DALAM HAL-HAL KECIL (Renungan Selasa, 20 Oktober 2026)

Perikop: Lukas 12:35-38 Dalam Injil yang kita dengarkan tadi, Yesus mengajak para murid untuk selalu siap sedia, seperti hamba-hamba yang ...
Baca Selanjutnya

IKUTI GALERY SANPUKAT

Galery

Galeri Akreditasi SDK Tomu Palue

...
Baca Selanjutnya
Galery

GALERI AKREDITASI SEKOLAH-SEKOLAH SANPUKAT NOVEMBER 2025

Pada November 2025, ada beberapa sekolah Sanpukat yang mengadakan visitasi akreditasi. Berikut foto-foto akreditasi yang dikumpulkan Mimin ...
Baca Selanjutnya
TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA
Galery

TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA

Perjalanan panjang Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) dalam melanjutkan warisan misi pendidikan Katolik lewat sekolah-sekolah di bawah naungannya tidak hanya ...
Baca Selanjutnya
© 2026 sanpukatmaumere | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme