SANPUKAT KEUSKUPAN MAUMERE
Menu
  • Beranda
  • Berita
  • Gurat
  • Blog
    • Humaniora
    • Renungan
    • Storytelling
  • Profil
  • Mitra
    • Kindermissionwerk
  • Galery
  • Disclaimer
  • About
Menu

MERAWAT PERSATUAN DALAM SEMANGAT SUMPAH PEMUDA DI RUANG TKA

Posted on 30 Oktober 2026 by Sanpukatadmin

Oleh: Mikhael Angelo Maruly Sody, S.Fil., Gr. (Guru di SMAK St. Yosef Tana Ai)

Sebelum seorang murid menjawab soal pertama dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA), ada banyak hal yang harus dipastikan berjalan sebagaimana mestinya. Komputer perlu siap digunakan, sistem harus dapat diakses, jaringan internet mesti berfungsi, dan setiap petugas harus memahami tanggung jawabnya. Bagi murid, semua itu mungkin tidak terlalu terlihat. Mereka datang untuk mengerjakan ujian. Namun, di balik layar komputer, ada orang-orang yang bekerja agar kesempatan itu dapat mereka gunakan dengan baik.

Saya merasakan tanggung jawab tersebut ketika bertugas sebagai ketua panitia pelaksanaan TKA sekaligus merangkap sebagai salah seorang teknisi di sekolah tempat saya mengabdi, SMAK St. Yosef Tana Ai. Saya bekerja bersama dua orang proktor dan seorang teknisi lainnya. Tugas kami berbeda, tetapi saling berkaitan. Ketika ujian berlangsung, kesiapan teknis bukan lagi sekadar urusan perangkat. Kelancaran sistem turut menentukan apakah murid dapat berkonsentrasi mengerjakan soal dan menyelesaikan ujian.

Pengalaman itu terasa semakin berarti ketika TKA berlangsung pada 26-27 Oktober 2026, berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. Dua peristiwa ini memang berbeda. Yang satu merupakan pelaksanaan asesmen pendidikan, sedangkan yang lain mengenang ikrar bersejarah para pemuda Indonesia. Namun, keduanya membawa kita pada satu pertanyaan: sudah sejauh mana kita bekerja bersama untuk memberi generasi muda kesempatan bertumbuh dan menunjukkan kemampuannya?

Siaran pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 906/sipers/A6/X/2026, tertanggal 27 Oktober 2026, memberikan gambaran penting. Pemerintah menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA secara umum berjalan lancar. Akan tetapi, pada sesi pertama hari kedua, terjadi kendala jaringan yang berdampak pada sebagian murid. Sesi kedua hari itu berlangsung lancar. Bagi peserta yang terdampak dan memerlukan penjadwalan ulang, pemerintah menyediakan sesi khusus pada Jumat, 30 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan ujian tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Sistem yang telah dipersiapkan tetap dapat menghadapi kendala. Ketika itu terjadi, yang dibutuhkan bukan sekadar pernyataan bahwa ujian secara umum berjalan lancar. Peserta yang terdampak juga perlu memperoleh penanganan yang tepat, agar tetap mempunyai kesempatan mengikuti asesmen.

Di sinilah tanggung jawab penyelenggara diuji. Panitia harus memastikan koordinasi berjalan. Proktor menjalankan tugasnya sesuai prosedur, sementara teknisi mendukung kesiapan perangkat dan membantu menangani persoalan teknis. Apabila muncul kendala, setiap pihak perlu memahami apa yang harus dilakukan. Tidak semua persoalan dapat dicegah, tetapi respons terhadap persoalan harus dipersiapkan.

Bagi para murid, gangguan jaringan bukan sekadar masalah teknis. Gangguan itu dapat mengusik konsentrasi dan menimbulkan ketidakpastian ketika mereka sedang berusaha mengerjakan soal. Karena itu, keadilan dalam asesmen tidak cukup dipahami sebagai pemberian soal yang sama. Peserta juga membutuhkan prosedur penanganan yang jelas ketika menghadapi kendala di luar kendali mereka.

Tentu, satu siaran pers tidak dapat menjelaskan seluruh keadaan di setiap sekolah. Kita juga tidak dapat menyimpulkan bahwa semua pelaksanaan TKA mengalami persoalan serupa. Namun, kejadian tersebut layak menjadi pengingat bahwa mutu asesmen tidak hanya ditentukan oleh soal yang dikerjakan murid. Kesiapan infrastruktur, koordinasi antarpihak, dan tindak lanjut terhadap peserta yang terdampak ikut menentukan kualitas pelaksanaannya.

Lalu, apa hubungannya dengan Sumpah Pemuda?

Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai latar belakang menyatakan tekad untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Indonesia. Ikrar itu lahir dari kesadaran bahwa cita-cita bersama menuntut kesediaan untuk melampaui kepentingan masing-masing. Persatuan bukan berarti semua orang mengerjakan hal yang sama. Persatuan tumbuh ketika orang-orang dengan peran berbeda bersedia bekerja menuju tujuan bersama.

Pengalaman di ruang ujian mengingatkan saya pada kenyataan sederhana itu. Seorang proktor tidak mengambil alih seluruh pekerjaan teknisi. Teknisi pun tidak dapat menggantikan tanggung jawab ketua panitia. Masing-masing mempunyai tugas yang perlu dijalankan dengan baik. Kelancaran ujian bergantung pada bagaimana tugas-tugas tersebut saling mendukung.

Tentu, kerja panitia ujian tidak dapat disamakan begitu saja dengan perjuangan para pemuda pada 1928. Konteks dan tantangannya berbeda. Namun, ada nilai yang dapat kita bawa dari sejarah tersebut: tujuan bersama tidak akan tercapai hanya dengan mengucapkannya. Kita harus bersedia mengambil bagian, menjalankan tanggung jawab, dan menyelesaikan persoalan yang muncul.

Nilai itu penting dalam pendidikan. Murid tidak cukup hanya menghafal isi Sumpah Pemuda untuk menjawab pertanyaan dalam ujian. Mereka perlu mengalami arti persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mengerjakan proyek kelompok, misalnya, mereka belajar bahwa keberhasilan tidak bergantung pada satu orang yang paling pandai, melainkan juga pada kesediaan mendengarkan, berbagi tugas, dan menghargai kontribusi teman.

Guru pun menghadapi tanggung jawab serupa. Pembelajaran yang baik tidak berhenti pada penyampaian materi atau pencapaian nilai. Murid perlu dibantu memahami apa yang dipelajari dan bagaimana pengetahuan itu digunakan dalam kehidupan. Pendekatan Pembelajaran Mendalam yang menekankan pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan memberi ruang bagi proses semacam ini. Akan tetapi, pelaksanaannya membutuhkan perencanaan, dukungan sekolah, serta sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan.

Kita juga perlu jujur mengakui bahwa kondisi sekolah tidak selalu sama. Ketersediaan perangkat, kestabilan jaringan, dan dukungan teknis dapat berbeda antara satu tempat dan tempat lainnya. Oleh sebab itu, upaya mewujudkan pendidikan bermutu harus disertai perhatian pada kesenjangan yang masih ada. Sekolah dan petugas di lapangan perlu bekerja sebaik mungkin, tetapi tanggung jawab memperbaiki sistem tidak boleh dibebankan kepada mereka seorang diri.

Bagi saya, pengalaman menjadi ketua panitia sekaligus teknisi TKA memperlihatkan sisi pendidikan yang jarang dibicarakan. Kita sering melihat hasil ujian, nilai, atau laporan pelaksanaan. Di balik semuanya, ada pekerjaan yang harus diselesaikan agar murid dapat mengikuti proses tersebut. Pekerjaan itu mungkin tidak mendapat banyak perhatian, tetapi tetap membawa tanggung jawab terhadap kesempatan belajar orang lain.

Pada peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, saya berharap semangat persatuan tidak hanya terdengar dalam pidato dan upacara. Semangat itu perlu tampak dalam cara sekolah melayani murid, cara petugas menjalankan tugas, dan cara para pengambil kebijakan menanggapi kendala yang terjadi. Ketika seorang peserta menghadapi masalah teknis, kepedulian kita diuji melalui langkah nyata untuk membantunya memperoleh kesempatan yang adil.

Sumpah Pemuda diwariskan kepada kita sebagai ikrar tentang Indonesia yang satu. Di dunia pendidikan, ikrar itu menemukan maknanya ketika kita bersedia bekerja agar setiap anak Indonesia mempunyai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Sebab, membangun persatuan bukan hanya perkara mengenang apa yang dilakukan para pemuda hampir seabad lalu. Persatuan juga menyangkut apa yang kita kerjakan hari ini, termasuk tanggung jawab sederhana di sebuah ruang ujian.

Category: GURAT, Humaniora

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 2026
  • 2025
  • 2024
  • 2023
  • 2022

BERAGAM INFORMASI SANPUKAT

GURATHumaniora

MERAWAT PERSATUAN DALAM SEMANGAT SUMPAH PEMUDA DI RUANG TKA

Oleh: Mikhael Angelo Maruly Sody, S.Fil., Gr. (Guru di SMAK St. Yosef Tana Ai) Sebelum seorang murid menjawab soal pertama ...
Baca Selanjutnya
30 Oktober 2026 / Sanpukatadmin
Berita

PENINGKATAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH SANPUKAT WILAYAH TENGAH: PERKUAT VISI DAN CEGAH KEKERASAN DI SEKOLAH

Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) terus memperkuat kompetensi para kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan ...
Baca Selanjutnya
29 Oktober 2026 / Sanpukatadmin
Berita

SANPUKAT GELAR PELATIHAN PENGUATAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DI WILAYAH BARAT

Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah Satuan SANPUKAT bagi para ...
Baca Selanjutnya
27 Oktober 2026 / Sanpukatadmin

IKUTI PERLINDUNGAN ANAK KINDERMISSIONWERK

SANPUKAT–Kindermissionswerk Serahkan Hadiah Lomba Perlindungan Anak di SDK Habi
Kindermissionwerk

MEAL OFFICER SANPUKAT-KINDERMISSIONWERK SERAHKAN HADIAH LOMBA PERLINDUNGAN ANAK SDK HABI

Maumere, Berita SANPUKAT – Monitoring, Evaluation, Analysis, and Learning (MEAL) Officer SANPUKAT & Kindermissionswerk–Jerman, Christian Romario menyerahkan hadiah lomba The ...
Baca Selanjutnya
9 Agustus 2025 / Sanpukatadmin
Kindermissionwerk

MENJADI MICROSOFT INNOVATIVE EDUCATOR EXPERT DARI WEBINAR BERSAMA KOMDIGI, MICROSOFT, BERSAMA FOCUS AND TARGET

Pada Selasa, 8 Juli 2025, seorang staff SANPUKAT Christian Romario mengikuti sebuah webinar nasional bertajuk ...
Baca Selanjutnya
10 Juli 2025 / Sanpukatadmin

RASA NYAMAN BERSAMA RENUNGAN SANPUKAT

Renungan

PEKA MEMBACA TANDA, BERANI MEMPERBAIKI DIRI (Renungan Jumat, 23 Oktober 2023)

Perikop: Lukas 12:54-59 Dalam kisah injil yang kita dengarkan hari ini, Yesus menegur orang banyak karena mereka mampu membaca tanda-tanda ...
Baca Selanjutnya
Renungan

SETIA DAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEPERCAYAAN (Renungan Rabu, 21 Oktober 2026)

Dalam Injil Lukas 12:39-48, Yesus mengingatkan para murid agar selalu siap sedia dan setia dalam menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan ...
Baca Selanjutnya
Renungan

SETIA DALAM HAL-HAL KECIL (Renungan Selasa, 20 Oktober 2026)

Perikop: Lukas 12:35-38 Dalam Injil yang kita dengarkan tadi, Yesus mengajak para murid untuk selalu siap sedia, seperti hamba-hamba yang ...
Baca Selanjutnya

IKUTI GALERY SANPUKAT

Galery

Galeri Akreditasi SDK Tomu Palue

...
Baca Selanjutnya
Galery

GALERI AKREDITASI SEKOLAH-SEKOLAH SANPUKAT NOVEMBER 2025

Pada November 2025, ada beberapa sekolah Sanpukat yang mengadakan visitasi akreditasi. Berikut foto-foto akreditasi yang dikumpulkan Mimin ...
Baca Selanjutnya
TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA
Galery

TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA

Perjalanan panjang Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) dalam melanjutkan warisan misi pendidikan Katolik lewat sekolah-sekolah di bawah naungannya tidak hanya ...
Baca Selanjutnya
© 2026 sanpukatmaumere | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme