Kepercayaan yang diberikan untuk kedua kalinya bukan sekadar pengulangan sebuah jabatan. Bagi Elisabeth Moi, S. Pd., kepercayaan tersebut merupakan tanggung jawab untuk melanjutkan karya dan menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi SDK Masebewa, tempatnya mengabdi.
Guru kelahiran Bajawa, 4 Mei 1991 ini kembali terpilih sebagai Kepala SDK Masebewa untuk periode kedua. Sebelumnya, Elisabeth telah memimpin sekolah yang berada di wilayah Paroki Masebewa tersebut selama periode 2022–2026.
Namun, Elisabeth sebenarnya bukanlah orang baru di lingkungan SDK Masebewa. Ia telah mengabdikan diri di sekolah tersebut sejak tahun 2015. Pengalaman selama lebih dari satu dekade membuatnya memahami dengan baik dinamika, kebutuhan, sekaligus potensi sekolah yang kembali dipercayakan kepadanya.
Memasuki periode kepemimpinan yang baru, Elisabeth kini tengah mempersiapkan berbagai hal penting, terutama karena SDK Masebewa mendapatkan dana revitalisasi untuk mendukung pembenahan sarana dan prasarana sekolah.
“Kami mendapatkan dana revitalisasi untuk merenovasi tujuh ruangan di sekolah kami. Mulanya, kami juga mengusulkan pengadaan ruang laboratorium, tetapi belum mendapatkan umpan balik yang positif,” jelas Elisabeth.
Menurutnya, kepemimpinan pada periode kedua akan diarahkan untuk mempertahankan berbagai hal baik yang telah berjalan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah.
“Untuk kepemimpinan saya ke depannya, tentunya segala hal baik akan terus dipertahankan. Bila perlu, akan kami tingkatkan. Kami ingin terus berusaha memberikan yang terbaik bagi sekolah ini,” ungkapnya.
Selain pembenahan melalui dana revitalisasi, SDK Masebewa masih membutuhkan dukungan untuk beberapa kebutuhan lainnya. Saat ini, sekolah tersebut membutuhkan beberapa unit komputer untuk mendukung proses pembelajaran dan administrasi. Sekolah juga sedang berupaya mencari dukungan dana untuk pengadaan pagar sekolah.
Di tengah berbagai kebutuhan tersebut, Elisabeth berharap adanya perhatian dan kunjungan langsung dari Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT).
“Kami juga berharap Romo Ketua Sanpukat berkenan mengunjungi kami di SDK Masebewa. Kami ingin Romo melihat secara langsung aktivitas dan keadaan sekolah kami, sehingga bisa mengetahui kebutuhan dan perkembangan sekolah ini,” harapnya.
Menanggapi terpilihnya kembali Elisabeth Moi sebagai Kepala SDK Masebewa, Ketua Sanpukat, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., T. Th. (RD. Okto), menyampaikan ucapan proficiat sekaligus terima kasih atas kesediaannya untuk kembali mengambil tanggung jawab kepemimpinan di sekolah tersebut.
“Proficiat kepada Ibu Elisabeth Moi yang kembali dipercaya memimpin SDK Masebewa. Terima kasih karena bersedia kembali menerima tanggung jawab ini dan melanjutkan pengabdian bagi sekolah dan anak-anak yang dipercayakan kepada kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya rasa memiliki dalam diri seorang kepala sekolah. Menurutnya, seorang pemimpin sekolah tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus memiliki keterikatan batin dan tanggung jawab terhadap sekolah yang dipimpinnya.
“Setiap kepala sekolah harus memiliki rasa memiliki terhadap sekolah yang dipimpinnya. Saya melihat rasa memiliki itu dalam diri Ibu Elisabeth. Ketika seorang kepala sekolah memiliki rasa memiliki terhadap sekolahnya, ia akan secara tidak langsung terdorong untuk bertanggung jawab terhadap perkembangan dan masa depan sekolah tersebut,” terang RD. Okto.
Kepercayaan untuk memimpin kembali, sebagaimana Elisabet, bukan hanya tentang melanjutkan masa jabatan. Lebih dari itu, ia menjadi kesempatan untuk melanjutkan karya, memperbaiki kekurangan, dan membuka ruang bagi pertumbuhan yang lebih besar. (Wue Admin)

