Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), menghadiri perayaan syukur purnabhakti Agnes Etropia, S. Pd., guru sekaligus mantan Kepala SDK Gedo, yang berlangsung di SDK Gedo, Selasa, 6 Oktober 2026.
Perayaan ini menjadi ungkapan syukur atas perjalanan panjang pengabdian Agnes di dunia pendidikan, sekaligus menjadi momentum serah terima Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDK Gedo kepada Wilhelmina Kusminata, S. Pd. Gr.

Perayaan syukur diawali dengan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh RD. Okto. Hadir dalam kesempatan tersebut Komite Sekolah, para orangtua murid, para pensiunan guru, para guru, serta murid-murid SDK Gedo. Kehadiran berbagai unsur komunitas sekolah ini menjadi tanda penghargaan dan kebersamaan dalam melepas seorang pendidik yang telah mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun bagi dunia pendidikan.
Dalam sambutannya, Agnes Etropia mengenang perjalanan hidupnya sebagai guru, termasuk perjuangan ketika masih menempuh pendidikan di SPG Bhaktyarsa pada 1984–1987. Ia menceritakan pengalaman berjalan kaki dari Gedo menuju Maumere demi mengikuti pendidikan keguruan di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Bhaktyarsa, Maumere
“Dulu, waktu masih sekolah di SPG Bhaktyarsa, saya harus berjalan kaki dari Gedo ke Maumere. Itu terjadi beberapa kali. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari perjuangan saya untuk bisa menyelesaikan pendidikan dan menjadi seorang guru,” kenangnya.

Bagi Agnes, perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah pengabdiannya. Menjadi guru bukan sekadar pilihan pekerjaan, melainkan panggilan yang dijalani melalui berbagai tantangan, ketekunan, dan kesetiaan terhadap tugas pendidikan.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menemani dan mendukung perjalanan pengabdiannya. Ungkapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada keluarga, rekan-rekan guru, para senior, serta para kepala sekolah yang pernah bekerja sama dan membimbingnya selama menjalankan tugas sebagai pendidik.
Agnes juga menegaskan bahwa berakhirnya masa tugas formal sebagai guru tidak berarti berakhir pula tanggung jawab untuk mendidik. Menurutnya, ada perbedaan antara menjalankan profesi guru secara formal dan menghidupi panggilan sebagai seorang pendidik.

“Menjadi guru itu ada batasnya, sampai kita pensiun. Tetapi menjadi pendidik adalah tugas sepanjang hayat. Walaupun sudah pensiun, kita tetap bisa mendidik melalui nasihat, teladan, pengalaman, dan cara kita menjalani kehidupan,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi refleksi bagi para guru yang hadir bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Nilai-nilai yang ditanamkan melalui sikap, tutur kata, keteladanan, dan relasi dengan sesama tetap memiliki arti bagi generasi berikutnya, bahkan setelah seorang guru menyelesaikan masa pengabdiannya secara formal.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan serah terima SK Plt Kepala SDK Gedo. Wilhelmina Kusminata, S. Pd. Gr., yang dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Plt Kepala SDK Gedo yang baru.

Dalam sambutannya, Wilhelmina menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyadari bahwa tanggung jawab memimpin sekolah membutuhkan dukungan, kerja sama, dan keterlibatan seluruh komunitas pendidikan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Saya juga memohon dukungan dari semua pihak, terutama para guru, tenaga kependidikan, Komite Sekolah, dan para orangtua murid, agar kita dapat bersama-sama melanjutkan pelayanan pendidikan di SDK Gedo dengan baik,” ungkap Wilhelmina.
Sementara itu, Ketua SANPUKAT, RD. Okto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Agnes Etropia atas dedikasi serta pengabdiannya selama menjalankan tugas sebagai guru dan kepala sekolah. Ia menegaskan bahwa masa purnabhakti patut disyukuri sebagai penanda selesainya satu tahap pengabdian, sekaligus kesempatan untuk terus memberikan inspirasi bagi sesama.

“Atas nama SANPUKAT, saya menyampaikan terima kasih atas seluruh dedikasi dan pengabdian Ibu Agnes selama menjadi guru. Apa yang telah Ibu berikan bagi dunia pendidikan merupakan bagian dari perjalanan panjang pelayanan bagi anak-anak dan generasi penerus. Purnabhakti bukan berarti berhenti menjadi inspirasi. Tetaplah mendidik, tetap menjadi mentor bagi para guru yang lebih muda, dan teruslah membagikan pengalaman serta kebijaksanaan yang telah diperoleh selama bertahun-tahun,” ungkap RD. Okto.
Ia juga mengajak para guru SDK Gedo untuk menjadikan perjalanan pengabdian Agnes sebagai teladan dalam menjalankan tugas pendidikan. Menurutnya, pengalaman, ketekunan, dan nilai-nilai baik yang telah diwariskan oleh para guru senior perlu terus dihidupi dan diteruskan oleh generasi guru saat ini.
“Saya berharap segala hal baik yang telah ditunjukkan Ibu Agnes selama menjadi guru dapat menjadi teladan bagi para guru SDK Gedo. Teruslah belajar, bekerja sama, dan melayani dengan hati. Pendidikan bukan hanya tentang menyampaikan pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, dan mendampingi anak-anak agar bertumbuh menjadi pribadi yang baik,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

