Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), membuka ruang dialog bagi para guru swasta, khususnya guru-guru di lingkungan sekolah SANPUKAT, untuk menyampaikan aspirasi terkait pengabdian, masa depan, dan kesejahteraan mereka. Dialog tersebut berlangsung dalam pertemuan bersama para kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) sekolah-sekolah SANPUKAT pada Senin, 21 September 2026, di Aula SANPUKAT.
Dalam pertemuan itu, para guru menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi setelah bertahun-tahun mengabdikan diri di sekolah swasta. Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah harapan agar pengabdian dan keberadaan guru swasta mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah.
Aspirasi tersebut juga berkaitan dengan audiensi yang sebelumnya dilakukan para guru bersama DPRD Kabupaten Sikka. Melalui pertemuan tersebut, para guru kembali menyuarakan harapan agar perjuangan mengenai masa depan dan kesejahteraan mereka mendapat perhatian dan tindak lanjut.
Mendengarkan berbagai aspirasi tersebut, RD. Okto menyatakan bahwa SANPUKAT tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi para guru. Ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk mendukung dan berjalan bersama para guru dalam memperjuangkan kesejahteraan mereka.
“Saya mendengarkan apa yang menjadi curahan hati dan aspirasi para guru. Bagi saya, perjuangan mengenai kesejahteraan guru ini adalah sesuatu yang penting. Karena guru sudah memberikan pengabdian bertahun-tahun, maka tentu pengabdian itu harus mendapat perhatian,” ujar RD. Okto.
Ia menegaskan bahwa persoalan status dan tempat pengabdian tidak seharusnya menjadi alasan untuk membeda-bedakan guru. Menurutnya, baik guru di sekolah negeri maupun guru di sekolah swasta sama-sama memiliki tugas utama sebagai pendidik.
“Pada dasarnya semua guru adalah pendidik. Karena itu, tidak perlu kita membeda-bedakan guru hanya karena status atau tempat mereka mengabdi. Mereka semua mempunyai tugas untuk mendidik anak-anak, membentuk karakter mereka, dan mempersiapkan mereka untuk masa depan,” tegasnya.
Karena itu, RD. Okto berharap perhatian terhadap para guru dapat diberikan secara berimbang. Ia juga menegaskan posisi SANPUKAT untuk mendukung aspirasi yang disampaikan para guru.
“Perhatian kepada guru harus berimbang. Jangan sampai ada guru yang merasa bahwa karena dia mengabdi di sekolah swasta, lalu pengabdiannya kurang diperhatikan. Guru tetaplah guru, dan mereka mempunyai peran yang sangat penting dalam pendidikan,” katanya.
Sebagai Ketua SANPUKAT, RD. Okto menyatakan bahwa dirinya siap untuk mendukung perjuangan para guru agar aspirasi yang selama ini disampaikan dapat didengar oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
“Sebagai Ketua SANPUKAT, saya mendukung perjuangan para guru. Kalau ada aspirasi yang baik dan menyangkut kepentingan serta kesejahteraan guru, tentu kita harus mendukungnya. Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kita harus bersama-sama memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan para guru,” ungkapnya.
Menurutnya, kesejahteraan guru memiliki kaitan erat dengan keberlangsungan pelayanan pendidikan. Guru yang merasa diperhatikan dan dihargai dalam pengabdiannya diharapkan dapat terus memberikan pelayanan pendidikan dengan baik bagi peserta didik.
“Kita ingin guru-guru kita tetap memiliki semangat dalam mengabdi. Mereka sudah memberikan waktu, tenaga, pikiran, bahkan bertahun-tahun hidup mereka untuk mendidik anak-anak. Karena itu, kesejahteraan guru juga menjadi bagian yang perlu kita pikirkan bersama,” lanjut RD. Okto.
Bahas Revitalisasi Sekolah dan KSP
Selain mendengarkan aspirasi para guru, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah agenda lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah SANPUKAT, di antaranya penggunaan dana revitalisasi sekolah dan KSP.
Dalam pembahasan mengenai program revitalisasi sekolah, RD. Okto mengingatkan para kepala sekolah agar memperhatikan berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan program, termasuk penggunaan dana dan pelaporannya.
“Untuk revitalisasi, saya berharap para kepala sekolah benar-benar memperhatikan penggunaan dana dan juga pelaporannya. Apa yang sudah direncanakan harus dilaksanakan dengan baik dan dipertanggungjawabkan. Jangan sampai kemudian ada persoalan karena hal-hal administratif yang sebenarnya bisa kita perhatikan sejak awal,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar dana revitalisasi benar-benar digunakan sesuai kebutuhan dan tujuan program, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh sekolah dan peserta didik.
“Dana revitalisasi ini adalah kepercayaan. Karena itu harus digunakan secara bertanggung jawab dan tepat sasaran. Selain itu, kita juga harus terus membangun komunikasi. Kalau ada persoalan, mari kita bicarakan bersama. Jangan sampai ada yang merasa berjalan sendiri,” terang RD Okto. (Wue Admin)

