Wakil Ketua Yayasan Peduli Kasih A&A Rachmat (YPKAAR), Ibu Josephine Rahardjo, dan staf pelaksana proyek, Ibu Fortunata Iin H., menyempatkan waktu untuk mengunjungi kantor Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) pada Sabtu sore, 13 Desember 2025, dalam rangkaian kunjungan mereka ke Kabupaten Sikka. Agenda utama kedatangan mereka ke Sikka adalah peresmian jembatan gantung Triputra YPP Peduli di Desa Masebewa, Kecamatan Paga, yang juga merupakan wilayah Kuasi Paroki Simon Petrus Masebewa.

Selain untuk meresmikan jembatan Triputra, mereka juga mengunjungi beberapa sekolah di Kecamatan Paga untuk program pembagian ATS (Alat Tulis Sekolah). Adapun paket ATS itu berjumlah 1115 paket, dibagi untuk 6 SD, 1 SMP, dan 1 SMA; yang masing-masing paket terdiri dari tas sekolah, buku tulis, pensil, ballpoint, rautan, dan penghapus.
Salah satu sekolah yang dikunjungi adalah SDK 210 Niobewa, sekolah milik Sanpukat, yang dikunjungi pada 10 Desember 2025 lalu.

Kedatangan Ibu Josephine dan Ibu Iin disambut oleh Sekretaris Sanpukat, Benyamin Y. Bisa, untuk selanjutnya berbincang-bincang di ruangan Ketua Sanpukat.
“Kami sangat berterima kasih untuk Ibu Josephine dan Ibu Iin, yang meluangkan waktu untuk berkunjung ke kantor yang sederhana ini. Sebenarnya, Ibu Josephine dan Ibu Iin ini bukan sosok yang asing buat Sanpukat, karena kami sudah pernah terlibat dalam kerja sama. Beberapa waktu sebelumnya, kita pernah terlibat dalam kegiatan pelatihan bagi guru-guru, workshop, dan pembagian alat tulis sekolah untuk anak-anak,” tutur Benyamin.

Benyamin juga menyinggung tentang sejarah Sanpukat dan keadaan sekolah-sekolahnya saat ini.
“Sanpukat ini memiliki banyak sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sikka ini. Sebagian besarnya lebih tua dari usia Indonesia, bahkan ada beberapa yang sudah menginjak usia seratus tahun. Bisa dikatakan bahwa Sanpukat memiliki peran yang menonjol dalam penyelenggaraan pendidikan di Sikka,” terang Benyamin.
Ketua Sanpukat, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., pun turut menerangkan soal kondisi umum dari sekolah-sekolah di bawah kepemimpinannya.
“Umumnya, perabotan dalam ruang-ruang kelas itu yang memprihatinkan, khususnya kursi dan meja siswa. Ada yang sudah rusak, lapuk, patah, dan tidak layak digunakan lagi. Keadaan ini cukup menganggu kenyamanan anak-anak dalam belajar. Memang ada bantuan dari pemerintah atau lembaga lain, tetapi bantuan itu umumnya untuk peremajaan gedung sekolah, bukan untuk fasilitas belajar dalam kelas,” ujar RD. Okto.
RD. Okto juga mengucapkan terima kasih untuk kunjungan Ibu Josephine dan Ibu Iin yang sudah berkunjung. Ia juga mengharapkan agar kerjasa yang sudah terjalin terus berjalan.
“Terima kasih untuk Ibu Josephine dan Ibu Iin yang sudah berkunjung, juga untuk semua kerja sama selama ini. Semoga relasi dan kerja sama terus berlanjut, karena masih ada fasilitas belajar di beberapa sekolah Sanpukat yang perlu peremajaan juga,” jelasnya. (Mariemon)

