SANPUKAT KEUSKUPAN MAUMERE
Menu
  • Beranda
  • Berita
  • Gurat
  • Blog
    • Humaniora
    • Renungan
    • Storytelling
  • Profil
  • Mitra
    • Kindermissionwerk
  • Galery
  • Disclaimer
  • About
Menu

SINAR DARI WATUGONG, KITA MENJAGA AGAR CAHAYA PELITA KECIL ITU TIDAK REDUP

Posted on 2 Juli 20262 Juli 2026 by Sanpukatadmin

Kurang lebih sudah tiga dekade, TK Sinar Watugong berdiri, memberi cahaya pengetahuan paling dasar untuk anak-anak di Brai – Watugong sekitarnya. Selama itu, sesuai namanya, ia seperti cahaya pertama yang menerangi akal dan budi anak-anak, sebelum menempuh pendidikan dasar selanjutnya. Selama itu pula, ia merawat semangat para misionaris awal untuk mencerdaskan keidupan bangsa.

Dan selama itu pula, sekolah yang dipimpin oleh Maria Bonefacia, S.Pd. ini berbagi ruang dan halaman dengan “kakak” tertuanya, SDK Brai, yang juga sesama sekolah milik Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT).

Adalah hal yang lumrah bagi sekolah-sekolah Sanpukat apabila SD dan TK Sanpukat memiliki satu pintu gerbang, sebagaimana gereja dan sekolah Sanpukat yang umumnya sepekarangan. Namun, berbagai urusan administrasi yang menyertai pasca SDK Brai mendapat dana revitalisasi, membuat TK Sinar Watugong harus beranjak dari sana, memboyong semua perlengkapan belajar, dan segera mencari gedung baru yang mungkin masih entah.

Di tengah situasi darurat dan ketidaksiapan itu, anak-anak harus tetap belajar. Keputusan sementara, kegiatan belajar mengajar untuk sementara dilaksanakan di bekas rumah milik kepala sekolah.Rumah belajar itu sangat sederhana, berdinding halar (bambu yang dicincang), dengan lantai minyak yang dialasi karpet seadanya. Beberapa titik atap seng bocor, dan talang airnya mengkhawatirkan. Hawa panas kadang amat menggigit ketika kegatan belajar berlangsung. Namun, semangat para guru dan anak-anak tidak bisa dikalahkan dengan keterbatasan itu, yang bahkan jauh melampauinya.

Ketua Sanpukat, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto) sadar, bahwa cahaya kecil itu tidak boleh redup meski dibatasi oleh ruang. Maka, dengan kerja sama bersama kepala sekolah, para guru, dan komite sekolah, koordinasi dilaksanakan. Lokasi segera dicari, lalu ditemukan, tetapi kendalanya adalah biaya.

Proposal dari pihak TK diajukan oleh RD.Okto kepada Badan Solidaritas Keuskupan Maumere, dan puji Tuhan, di tengah banyaknya kebutuhan sekolah-sekolah Sanpukat, TK Siar Watugong mendapat perhatian lebih. Bapak Uskup Maumere segera mengabulkan proposal tersebut. Dana cair, transaksi dilaksanakan, tanah terbeli, dan TK Sinar Watugong kini resmi punya tanah sendiri, atas nama sendiri.

Momen itu memang melegakan, tetapi belum sepenuhnya menenangkan. Selanjutnya, kapan, siapa, dan dana dari mana gedung sekolah akan dibangun?

“Kita doa banyak. Mama mereka fokus mengajar anak-anak, sambil saya berusaha untuk mencari bantuan. Pasti ada orang baik yang bantu kita, dengan cara apa saja,” ujar RD. Okto kepada Bonefacia usai transaksi pembelian tanah dilaksanakan di Kantor Desa Watugong beberapa bulan lalu.

Hari-hari menunggu datangnya kabar baik seperti sebuah adven yang panjang. Kepala sekolah dan para guru tetap mengajar seperti biasa di ruang kelas darurat itu, sambil menjaga agar cahaya pelita harapan itu tidak mati. Barangkali, keteguhan hati dan kepedulian besar terhadap anak-anak inilah yang membuat Tuhan mengetuk pintu hati seseorang yang tidak pernah dibayangkan sama sekali.

Saya kira tidak perlu dijelaskan lagi siapa sosok Luna Maya, aktris nasional yang sudah malang melintang di dunia hiburan tanah air, dan sering muncul di layar kaca televisi kita. Tapi, perlu digarisbawahi bahwa artis berdarah Bali ini punya kepekaan sosial dan perhatian besar terhadap pendidikan anak-anak. Melalui Yayasan Luna Maya Nawasena, ia menjadi pendonor utama untuk pembangunan beberapa gedung sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur.

Luna Maya datang secara ke Watugong pada Rabu, 1 Juli 2026, untuk melihat secara dekat keadaan dan kondisi bangunan darurat TK, menyapa anak-anak dan para guru, juga menyerahkkan langsung bantuan yang ia berikan untuk sekolah tersebut. Ia bahkan tak segan berjalan kaki beberapa ratus meter dari bangunan darurat ke lokasi pembangunan, sekaligus dengan ramah melayani antusiasme warga yang ingin berfoto atau sekedar menyapanya.

“Saya ingin agar mimpi adik-adik terus hidup. Saya bukan tamatan sekolah internasional atau sekolah yang hebat-hebat. Saya juga sama sederhananya dengan adik-adik di sini. TK saya juga hanya punya dua ruangan. Tapi apa yang sama dari saya dan adik-adik ini? Semangat untuk terus belajar!” ujar Luna Maya ketika diberi kesempatan untuk berbicara.

“Bantuan saya ini kecil. Tidak banyak. Tapi semoga dengan bantuan ini, anak anak bisa belajar dengan nyaman, dan sesuai namanya sekolah ini terus bersinar dan tidak akan redup,” sambungnya lagi.

Yah, Luna barangkali seperti bulan, memantulkan cahaya dari matahari lalu memberi sedikit cahaya hangat agar kita dapat melihat terang pada malam hari. Bantuan itu mungkin menurutnya kecil, tetapi dapat membuat kita melihat harapan akan masa depan anak-anak yang lebih baik. Dan lebih daripada itu, Luna menjadi perpanjangan cahaya Tuhan yang tidak pernah padam, sekaligus tidak pernah maya.

Sementara itu Ketua Sanpukat, dalam sambutannya, setelah menyampaikan sejarah dan kronologi sekolah tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada Luna Maya dan Yayasan Luna Maya Nawasena yang telah memberikan bantuan untuk pembangunan salah satu sekolah milik Sanpukat ini.

“Terima kasih kepada Ibu Luna Maya dan tim yang telah jauh-jauh datang dari Jakarta, mau mengunjungi kami di Watugong ini, dan turut memperhatikan kebutuhan kami di sini. Ini bukan kebetulan, tetapi karena karya Roh Kudus sampai momen hari ini bisa terjadi. Semoga selalu diberi kesehatan, kekuatan, rezeki, dan selalu dalam perlindungan Tuhan,” terang RD. Okto.

Luna Maya lalu diberi kehormatan untuk meletakan batu pertama, didampingi RD. Okto dan Kepala TK Sinar Watugong. Peletakan batu pertama ini menandainya dimulainya pembangunan gedung TK secara resmi.

Syukurlah, pasca eksodus dari SDK Brai, TK Sinar Watugong kecipratan banyak berkat dari orang-orang baik. Dan yang paling berkesan, sekolah ini akhirnya bisa punya gedung ‘sendiri’ setelah berdiri selama puluhan tahun.

Kini, harapan akan satu bangunan sekolah yang memadai sudah mulai terwujud, meskipun selama prosesnya, ada banyak doa yang dilantunkan, ada banyak mohon yang dipanjatkkan, ada air mata yang menyemai harapan, ada putus asa yang terus-menerus, ada bangkit yang lagi dan lagi, ada keraguan, ada ketidakpercayaan, dan ada kelemahan yang menyertai setiap prosesnya.

Dan itu sangat manusiawi bagi orang yang berharap dan terus berjuang agar cahaya sekolah itu tidak redup, sebab kita bukan Promotheus yang tinggal saja mencuri api dari Tahta Zeus lalu memberikannya kepada manusia.

Terima kasih untuk Yayasan Luna Maya Nawasena. Terima kasih untuk semua pihak yang telah berkorban demi menjaga eksistensi ‘terang’ di TK Sinar Watugong ini. Selama cayaha masih ada, kita tidak akan pernah kehilangan harapan. (Wue Admin)

Category: Berita, Humaniora

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 2026
  • 2025
  • 2024
  • 2023
  • 2022

BERAGAM INFORMASI SANPUKAT

BeritaHumaniora

SINAR DARI WATUGONG, KITA MENJAGA AGAR CAHAYA PELITA KECIL ITU TIDAK REDUP

Kurang lebih sudah tiga dekade, TK Sinar Watugong berdiri, memberi cahaya pengetahuan paling dasar untuk anak-anak di Brai - Watugong ...
Baca Selanjutnya
2 Juli 2026 / Sanpukatadmin
Berita

HERIBERTUS SUSAR RESMI MENJADI PLT SDK WOLOMETANG

Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (Sanpukat), RD. Yulius Heribertus, S.Fil., M.Th. (RD. Okto), secara resmi ...
Baca Selanjutnya
1 Juli 2026 / Sanpukatadmin
BeritaHumaniora

SANPUKAT DAN VINEA DEI MENEBAR JALA KASIH DI SDK WARUT

Komitmen Yayasan Persekolahan Umat Katolik (Sanpukat) untuk memerhatikan kebutuhan sekolah-sekolah miliknya terus diwujudkan melalui berbagai ...
Baca Selanjutnya
30 Juni 2026 / Sanpukatadmin

IKUTI PERLINDUNGAN ANAK KINDERMISSIONWERK

SANPUKAT–Kindermissionswerk Serahkan Hadiah Lomba Perlindungan Anak di SDK Habi
Kindermissionwerk

MEAL OFFICER SANPUKAT-KINDERMISSIONWERK SERAHKAN HADIAH LOMBA PERLINDUNGAN ANAK SDK HABI

Maumere, Berita SANPUKAT – Monitoring, Evaluation, Analysis, and Learning (MEAL) Officer SANPUKAT & Kindermissionswerk–Jerman, Christian Romario menyerahkan hadiah lomba The ...
Baca Selanjutnya
9 Agustus 2025 / Sanpukatadmin
Kindermissionwerk

MENJADI MICROSOFT INNOVATIVE EDUCATOR EXPERT DARI WEBINAR BERSAMA KOMDIGI, MICROSOFT, BERSAMA FOCUS AND TARGET

Pada Selasa, 8 Juli 2025, seorang staff SANPUKAT Christian Romario mengikuti sebuah webinar nasional bertajuk ...
Baca Selanjutnya
10 Juli 2025 / Sanpukatadmin

RASA NYAMAN BERSAMA RENUNGAN SANPUKAT

Renungan

SANPUKAT BERI APRESIASI UNTUK TUTOR TERBAIK KEGIATAN “MERATUS NORA GASING”

Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., memberikan apresiasi kepada Bertholdus Bhunga, S. Pd., ...
Baca Selanjutnya
Renungan

SANPUKAT KEMBALI MENGADAKAN SOSIALISASI AKSI SOLIDARITAS PENDIDIKAN, RD. KANIS MBANI TEGASKAN ‘AKSI SOLIDARITAS INI BUKAN HUTANG’ (TPAPT HABIKEWA, H2B, DAN LIO)

Bersama Badan Aksi Solidaritas Pendidikan Keuskupan Maumere (KUM), Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) kembali mengadakan sosialisasi aksi solidaritas pendidikan pekan ...
Baca Selanjutnya
Renungan

PERAYAAN EKARISTI ZIARAH SEKOLAH NAUNGAN SANPUKAT

TPE ZIARAH 2025 FIX REVISIUnduh ...
Baca Selanjutnya

IKUTI GALERY SANPUKAT

Galery

GALERI AKREDITASI SEKOLAH-SEKOLAH SANPUKAT NOVEMBER 2025

Pada November 2025, ada beberapa sekolah Sanpukat yang mengadakan visitasi akreditasi. Berikut foto-foto akreditasi yang dikumpulkan Mimin ...
Baca Selanjutnya
TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA
Galery

TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA

Perjalanan panjang Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) dalam melanjutkan warisan misi pendidikan Katolik lewat sekolah-sekolah di bawah naungannya tidak hanya ...
Baca Selanjutnya
pelatihanhari ke V sanpukat dan smipa disada
Galery

GALERY PELATIHAN HARI KE V SANPUKAT BERSAMA DENGAN SMIPA DISADA

Pelatihan hari ke V Smipa Disada bersama guru dan tutor SANPUKAT berfokus pada presentasi modul literasi, Sabtu (16/12/2023) ...
Baca Selanjutnya
© 2026 sanpukatmaumere | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme