Senin, 13 April 2026 kemarin, Kantor Sanpukat kedatangan rombongan guru dari SMAK St. Yosep Tana Ai. Di antara mereka, berdiri sosok tegap dengan senyum penuh optimis yang dikenal oleh hampir sebagian besar orang yang mendiami wilayah Tana Ai, RD. Robertus Yan Faroca.
“Sekolah ini sudah mulai menunjukkan eksistensinya. Dan potensi anak-anak di sana juga bagus. Sekolah selalu berusaha menciptakan ruang dan ksesempatan bagi mereka untuk memaksimalkan potensi tersebut. Bukan tidak mungkin bahwa ke depannya, ia akan menjadi salah satu sekolah favorit di wilayah timur, khususnya di wilayah Tana Ai,” tegas Kepala SMAK St. Yosep Tana Ai ini. Sorot matanya meyakinkan, sebagaimana perkataannya barusan.
Hari itu, barangkali menjadi salah satu hari penting bagi salah satu sekolah kebanggaan orang Tana Ai tersebut. Beberapa jam sebelumnya, Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo, menandatangani berita acara serah terima gedung SMAK tersebut, bertempat di ruang kerja Kepala Kantor Kemenag Sikka.

Tentunya, ini adalah sebuah kabar gembira bagi Lembaga pendidikan tersebut. Mengutip dari instagram Kemenag Sikka, diharapkan melalui sinergi bersama pihak yayasan, gedung ini menjadi ruang belajar yang lebih representatif, nyaman, dan mendukung pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas.
Selanjutnya, di Kantor Sanpukat, RD. Yan menerima Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Ketua Sanpukat untuk memimpin kembali sekolah tersebut.
“Saya punya visi yang besar untuk sekolah ini,” ujar mantan Pastor Paroki Nebe ini ketika berbincang-bincang santai dengan Wue Admin.
“Lima tahun awal, bersama para guru dan para murid, kami memfokuskan diri untuk menegaskan eksistensi, bahwa SMAK St. Yosep Tana Ai ini ada sebagai salah satu lembaga pendidikan Katolik yang hadir untuk menjawabi kebutuhan akan pendidikan umat di wilayah Timur ini. Maka dari itu, kami selalu terlibat dalam berbagai kegiatan selama ini,” ujar RD. Yan.

Wue Admin teringat, dalam satu kesempatan ketika mengikuti sebuah acara di sekolah tersebut, Wue Admin menyaksikanbagaimana para murid terlibat aktif dalam mengatur kelancaran kegiatan tersebut, mulai dari penjemputan tamu, MC, mengatur sound system, sampai memberikan sambutan. Bahkan dalam Bahasa Inggris pula!
“Di SMAK, kami memang mulai membiasakan anak-anak untuk terlibat dalam berbagai kegiatan. Ini penting, karena saya menyadari bahwa anak-anak ini punya potensi yang bagus, jadi harus terbiasa untuk melibatkan mereka supaya mereka bisa belajar. Jadi di sekolah, kalau ada acara, saya bersama para guru tugasnya mengarahkan mereka. Untuk 2 Mei nanti, saya sudah merancang kegiatan Apel Pendidikan, dan anak-anak akan saya libatkan secara penuh dalam acara ini,” jelasnya.
Namun demikian, RD. Yan menyadari bahwa tantangan ke depan sudah menanti, dan mengembangkan sekolah ke arah yang lebih baik tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menjadikan SMAK St. Yosep Tana Ai sebagai salah satu sekolah favorit adalah sebuah misi besar, oleh sebab itu sekolah ini harus memiliki suatu ciri khas yang mampu mangajak orang untukj bersekolah di sana.
“Saya bangga dengan anak-anak saya di SMAK. Beberapa waktu terakhir, mereka selalu turun ke tengah umat dan terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan Rohani, seperti memimpin ibadat, membawakan katekese, dan membuat ibadat tanpa imam. Mereka harus terlatih dari sekarang, karena kelak nanti mereka juga akan mendukung kegiatan-kegiatan pastoral di mana mereka berada nantinya,” tegasnya.
Kini, setelah dipercayakan kembali untuk menahkodai SMAK St. Yosep Tana Ai, dengan dukungan dari Sanpukat dan umat keuskupan, RD. Yan bertekad untuk membawa sekolah ini ke arah yang lebih baik. (Wue Admin)

