Kabar gembira datang dari TK Sinar Watugong pada Sabtu, 13 Desember 2025. Proposal permohonan dana pengadaan lahan baru yang telah dikabulkan Badan Aksi Solidaritas Keuskupan Maumere beberapa waktu lalu akhirnya terealisasi.
Bertempat di Kantor Desa Watugong, Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., menyerahkan langsung dana bantuan tersebut kepada pihak TK Sinar Watugong untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak pemilik tanah (penjual).
Penyerahan bantuan ini juga disaksikan oleh staf Badan Aksi Solidaritas Keuskupan Maumere, Herlina Helen Handayani. Acara ini juga dihadiri oleh komite sekolah, perangkat desa, saksi-saksi, dan tokoh masyarakat setempat.
Pemerintah Desa Watugong, selaku fasilitator, mengatur rangkaian seremoni ini dengan apik. Acara diawali dengan penyerahan dana bantuan dari pihak Sanpukat oleh Ketua Sanpukat kepada pihak TK Sinar Watugong yang diterima langsung oleh kepala sekolah, Maria Bonefacia, S. Pd AUD.
Selanjutnya, Ketua Sanpukat bersama Pj. Kepala Desa Watugong, kepala sekolah, panitia pembangunan, dan hadirin berkesempatan untuk meninjau lokasi yang akan didirikan bangunan fisik sekolah.

“Lokasi ini cukup strategis untuk dibangun sebuah sekolah karena masih dekat dengan pusat keramaian, seperti SDK Brai, kantor desa, dan jalan besar. Tinggal kita usahakan untuk pembersihan lahan supaya siap pembangunan,” ujar Pj. Kepala Desa Watugong.
Setelah peninjauan lokasi, rombongan kembali ke kantor desa, dan acara dilanjutkan dengan penyerahan dana bantuan pembelian tanah tersebut kepada panitia pembangunan. Penyerahan ini diterima oleh Ketua Pengadaan lahan, Mateus Moan Nurak, disaksikan juga oleh Anastasius Nukak dari komite sekolah.
Berikutnya, panitia pembangunan menyerahkan langsung dana tersebut kepada pemilik tanah (penjual), Fransiskus Fiance. Penyerahan ini menjadi puncak acara hari itu.

Fransiskus Fiance sendiri mengaku senang bisa menjual tanahnya untuk kepentingan umum.
“Saya senang karena ini untuk anak-anak. Kebetulan anak saya juga menjadi operator di TK itu. Jadi, sekarang mereka bisa punya bangunan sekolah sendiri,” ungkapnya.
Dengan demikian, TK Sinar Watugong kini resmi memiliki lahan baru dan siap untuk memulai pembangunan gedung sekolah, setelah kurang lebih 32 tahun menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dengan ‘meminjam’ unit gedung di SDK Brai. Beberapa bulan terakhir, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di rumah kepala sekolah.
Berkaitan dengan rangkaian acara, Staf Badan Aksi Solidaritas Keuskupan Maumere, Herlina Helen Handayani sangat mengapresiasi pemerintah Desa Watugong yang sangat kooperatif.
“Terima kasih untuk bapak Pj. Kepala Desa Watugong dan pemerintah desa yang sudah memfasilitasi proses ini. Semuanya berjalan rapih dan tertata, sehingga kita semua menyaksikan sendiri bahwa biaya jual beli ini benar-benar tepat sasar, dan berakhir di tangan pemilik tanah,”ujarnya.
Kepala Sekolah TK Sinar Watugong, Maria Bonefacia, S.Pd AUD, mengaku senang dan terharu karena usaha untuk memiliki Gedung sekolah sendiri perlahan mulai terwujud.
“Puji Tuhan karena dengan bantuan ini, urusan pelunasan tanah sudah pas. Terima kasih kepada Bapak Uskup yang sudah memperhatikan kami, Badan Aksi Solidaritas, Romo Ketua Sanpukat, dan semua umat Keuskupan Maumere yang setia dengan gerakan solidaritas,” ungkap guru yang sudah memimpin TK ini sejak berdiri.

Ketua Sanpukat, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., secara pribadi juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Uskup Maumere, Badan Aksi Solidaritas Keuskupan Maumere, pemilik tanah, pihak sekolah, komite sekolah, pemerintah desa, dan panitia, karena telah mendukung penyelenggaraan pendidikan yang layak untuk TK Sinar Watugong.
“Terima kasih banyak untuk semua dukungan. Dengan memiliki adanya lahan baru ini, kita bisa membangun fasilitas yang lebih baik untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Semoga langkah ini membawa manfaat besar ke depannya, teristimewa untuk anak-anak TK saat ini dan generasi berikutnya,” kata Romo Okto. (Mariemon)

