Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), menerima kehadiran pihak BPJS Kesehatan Maumere di Ruangan Ketua SANPUKAT, Selasa, 22 September 2026. Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan program skrining kesehatan bagi anak-anak sekolah sebagai langkah preventif untuk mendeteksi sekaligus mengantisipasi potensi penyakit kronis sejak usia dini.
Dalam pertemuan tersebut, pihak BPJS Kesehatan Maumere menjelaskan rencana pelaksanaan skrining kesehatan di sejumlah sekolah, termasuk sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan SANPUKAT. Program ini menjadi bagian dari upaya promotif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan sejak usia sekolah.
Indri, salah satu staf BPJS Kesehatan Maumere, menjelaskan bahwa skrining kesehatan tersebut diarahkan untuk membantu mendeteksi berbagai potensi gangguan kesehatan sejak dini, terutama yang dapat berkembang menjadi penyakit kronis apabila tidak mendapatkan perhatian dan penanganan sejak awal.
“Program ini merupakan salah satu upaya dari BPJS Kesehatan untuk mencegah penyakit kronis sejak usia dini. Kami akan turun langsung ke sekolah-sekolah, termasuk sekolah-sekolah SANPUKAT, untuk melakukan skrining kesehatan secara gratis,” jelas Indri.
Menurutnya, proses skrining tidak hanya melibatkan pihak sekolah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan orangtua, khususnya dalam proses identifikasi dan tindak lanjut apabila ditemukan kondisi kesehatan tertentu pada anak.
“Hasil skrining nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya. BPJS Kesehatan akan berkoordinasi dengan sejumlah klinik kesehatan di Maumere apabila terdapat anak yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut. Orangtua juga akan dilibatkan dalam proses ini, agar orangtua dapat mengetahui kondisi kesehatan anak secara lebih dini dan mengambil langkah yang diperlukan bersama tenaga Kesehatan,” sambung Indri.
Skrining kesehatan sejak usia sekolah memiliki peran penting karena banyak gangguan kesehatan yang pada tahap awal belum menunjukkan gejala yang jelas. Pemeriksaan secara berkala memungkinkan adanya deteksi lebih awal sehingga faktor risiko dapat segera dikendalikan dan penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Bagi anak-anak usia sekolah, perhatian terhadap kesehatan juga tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Kondisi kesehatan yang baik dapat mendukung anak untuk belajar, bertumbuh, bermain, dan mengembangkan potensi secara optimal. Karena itu, membangun kebiasaan untuk menjaga kesehatan sejak dini menjadi bagian dari pembentukan karakter hidup sehat.
Ketua SANPUKAT, RD. Okto, menyambut baik rencana pelaksanaan program skrining kesehatan tersebut di sekolah-sekolah SANPUKAT. Menurutnya, kesehatan anak merupakan salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian bersama, selain pendidikan akademik dan pembentukan karakter.
“Kami tentu mengapresiasi program dari BPJS Kesehatan ini. Kesehatan anak-anak harus kita perhatikan sejak usia dini. Jangan menunggu sampai muncul penyakit atau kondisi yang berat baru kita memberikan perhatian. Dengan skrining seperti ini, kita bisa mengetahui lebih awal kondisi kesehatan anak dan mengambil langkah yang diperlukan,” ungkap RD. Okto.
Ia menambahkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat anak-anak memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebiasaan hidup yang sehat. Karena itu, kerja sama antara sekolah, orangtua, tenaga kesehatan, dan lembaga terkait menjadi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pertumbuhan anak secara utuh.
“Anak-anak adalah generasi yang akan melanjutkan kehidupan masyarakat dan Gereja. Karena itu, mereka perlu bertumbuh bukan hanya dalam iman, karakter, dan prestasi, tetapi juga dalam kesehatan yang baik. Menjaga kesehatan sejak dini merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

