Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., memimpin langsung ibadat peletakan batu pertama pembangunan turap pengaman halaman SMPK Sanctissima Trinitas Bloro, pada Rabu, 11 Februari 2026 di sekolah tersebut.
Sebelumnya, tembok pengaman ini roboh akibat curah hujan yang tinggi pada Desember 2025 lalu, dan menyebabkan sebagian halaman sekolah tersebut longsor.
Pada kesempatan ini pula, Ketua Sanpukat menyerahkan bantuan dari Yayasan Pelayanan Kasih A&A Rachmat (YPKAAR) yang ditujukan untuk pembangunan tembok turap pengaman sekolah tersebut, yang dilakukan usai upacara peletakan batu pertama.
Kepala SMPK Sanctissima Trinitas Bloro, Ludolfus Geloy Murin, S. Pd., dalam sambutan singkatnya, sangat bersyukur karena ada orang-orang baik yang mau membantu proses pembangunan tersebut. Menurutnya, bantuan ini bukan sekedar nominal, tetapi bentuk kepedulian akan keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang dengan ketulusan hati mau membantu kami dan peduli akan kegiatan belajar di sini. Pembangunan turap ini penting agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman, tanpa ada rasa takut,” ujarnya.
“Kita juga berterima kasih, secara khusus kepada Romo Ketua Sanpukat. Sejak musibah ini terjadi, Romo sama sekali tidak melepas tangan dan turut ‘sat-set’ mengusahakan bantuan untuk pembangunan ini. Ini menunjukkan bahwa Sanpukat sama sekali tidak lepas tangan akan sekolah-sekolah miliknya,” sambungnya lagi.
Ketua Sanpukat, RD. Okto, dalam sambutan singkatnya juga menyampaikan hal senada. Ia sungguh berterima kasih kepada para donatur yang dengan hati tulus sudah memberikan bantuan ini.
“Kita patut beryukur, karena masih ada orang baik yang membantu kita, dan kita harus bertanggung jawab dengan dana yang sudah diberikan. Demi anak-anak kita, dan kegiatan belajar di sini,l kita harus berjuang agar mereka bisa belajar dengan nyaman dan aman,” terang RD. Okto.
Acara ini juga dihadiri oleh ketua Komite Sekolah, perintis sekolah, Kepala Desa Lusitada, para orangtua murid,
Pembangunan Tembok Turap Mulai Dilaksanakan
Di tengah guyuran hujan yang lebat, Ludolfus Geloy Murin mengenakan mantel dan helm, lalu menelusuri kemiringan yang becek dan berlumpur. Tidak ada alas kaki. Tidak alat bantu. Bersama seorang guru, fokus mereka adalah membelokan aliran air hujan agar tidak menggenangi galian fondasi. Pemandangan mengharukan, cermin totalitas pengabdian tulus untuk sekolah ini.
Kecintaan pada sekolah ini pun terlihat ketika para orang tua murid ikut bergotong royong berbaris rapih, mengoper ember berisi campuran dari tangan ke tangan lain; sementara beberapa alumni melebur bersama para tukang, ikut mengaduk semen dan pasir, persis setelah upacara peletakan batu pertama.
“Bersama bapak Ketua Komite, kami berusaha mencari jalan, karena ini untuk anak-anak,” ujar Ludolfus dalam cerita lepasnya.
“Maka kami libatkan para orangtua murid dan alumni. Dan puji Tuhan, mereka semangat dan tanpa pamrih. Hari ini jadwal para orangtua murid kelas 8. Dan hari ini, semuanya mama-mama,” sambungnya lagi. Yah, tidak salah. Semuanya mama-mama.
Setelah hujan deras mulai reda, mereka kembali bergotong royong. Bagi mama-mama Bloro, mereka lebih takut anak-anak mereka belajar dengan tidak nyaman ketimbang sepanjang hari harus mengangkat campuran. (Wue Admin)

