SANPUKAT KEUSKUPAN MAUMERE
Menu
  • Beranda
  • Berita
  • Blog
    • Humaniora
    • Renungan
    • Storytelling
  • Profil
  • Mitra
    • Kindermissionwerk
  • Galery
  • Disclaimer
  • About
Menu
semesta

TEATER SATIRE ATAS NAMA SEMESTA

Posted on 24 November 20228 Desember 2022 by Sanpukatadmin

SATIRE ATAS NAMA SEMESTA

Fr. Sandro Losor

Mari kita  menghormati bangsa dan tanah air kita ini dengan menyanyikan bersama:

LAGU INDONESIA RAYA ( pengibaran bendera merah putih)

LAGU GUGUR BUNGA  ( para awak teater mengheningkan cipta )

Vox:

Kami cerewet bernarasi pada aksara dan angka-angka buta ini, kami menyanyi di sini, kami tiup sangkakala ini, kami bernarasi di sini, dari tengah semesta yang kamu penuhi dan sesaki dengan lumpur dan kotoran manusia. Kami sepotong suara, yang berbicara dari ruang dan waktu. Dari ruang dan waktu yang punya intensi. Ruang dan waktu mengijinkan kami bernarasi. Kami menulis supaya kami dapat bernarasi Kamii berbicara kepada kepala-kepala dan tangan-tangan. Terlebih kepada hati-hati. Kalaupun kami tidak dapat berteriak dan bernarasi semesta ini akan berteriak bersama kami. Dan siapa saja yang mendengar “deheman” lewat kata-kata ini dan merasa tersinggung, dia sedang digerogoti oleh syndrom ulat penjilat. Siapakah manusia di planet ini yang bisa mengadili semesta?

(empat orang berpakaian awak tetater berjalan menuju panggung, diiringi lagu-lagu perjuangan atau lagu-lagu dari Iwan Fals)……………

Orang 1: Hidup batu

Orang 2: Hidup tanah

Orang 3: Hidup air

Orang 4: Hidup matahari

Orang 1: Hidup bulan 

Orang 2:Hidup bumi

Orang 3: Hidup api

Orang 1,2,3,4: Hidup semesta!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Orang 4: Mari kita menundukan kepala dan hati, kita minta restu semesta, kita mohon kehadiran para leluhur pejuang keadilan yang telah berpulang, kita memohon bintang gemintang  dan galaksi-galaksi untuk bersama kita, berteriak.

Orang 2: untuk siapa teriakan kita ini?

Orang 3: siapa saja…iya, siapa saja! untuk siapa saja yang punya telinga, budi dan hati yang belum tersumbat!

Orang 4: berarti ada yang pernah tersumbat ya?

Oraang 3: iya..pernah ada. Atau bisa jadi akan ada.

Orang 1: Siapa yang disumbat dan menyumbat?

Orang 2: yang disumbat bisa jadi penyumbat dan yang penyumbat bisa jadi disumbat!. Ada hubungan kesalingan di sana. Iya, mereka ada hubungan. Semacam lingkaran.

Orang 4:  kapan mereka bisa keluar dari lingkaran kesalingan itu dan bagaimana caranya untuk mengeluarkan mereka?

Orang 2: kapan saja mereka mereka bisa dikeluarkan dari sangkar emas lingkaran itu. Dan kita yang mengeluarkan mereka.

Orang 1: di dalam lingkaran itu, mereka menulis kertas kerja siluman walau sering lupa membawa kaca mata. Mereka menari  di panggung kaca.

Orang 2: Bukan hanya itu.  Mereka duduk dan tidur di lantai enam- sembilan.

Orang 1: Mereka sering duduk di kursi mahal, tidur di vila-vila mewah, minum dari cangkir emas  dan berdiri di di podium keramik..

Orang 2 : Mereka yang mengenakan jas-jas yang mahal, sepatu yang licin, dasi yang panjang, saku yang tebal dan duduk di sofa yang empuk.

Orang 3: mereka membeli kapal rongsokan yang menurut mereka kapal mewah, yang menjadi penghias dermaga tua dan menjadi bahan lelucon untuk anak taman kanak-kanak di sekolah!

Orang 4:  mereka yang menggambar peta  dengan pensil profit untuk kekayaan alam  yang akan dikupas tanpa orientasi yang jelas.  

Orang 1:  mungkinkah disapa yang terhormat, pahlawan, dengan peringai perompak? satire semesta mencibir dan meludahi jejalan hasrat tamak tanpa moralitas, manusia jalang yang selalu tidak puas,.

Puisi

Kami pasang kata-kata kami pada telingamu, tetapi memang semua bilang: masuk lewat telinga kanan dan keluar lewat telinga kiri

Kalau kami pakai surat, kamu bilang kami tidak membawa kaca mata

Kalau kami datang sendiri kamu bilang kami sibuk

Tetapi masih banyak ruang dan waktu untuk kita bertemu

Jangan berkelit dengan postulat murahan

Jangan bersembunyi dibalik garis konsultasi

Maka kami berteriak di hadapan puluhan juta tangan yang berkayuh, di pusaran arus hidup yang ganas, yang minum dari keringat, berkejaran bersama roda gerobak, memelas menadahkan tangan,  

Mereka jutaan pasang mata yang dilupakan dalam cacah jiwa, hanya angka-angka pada dinding, yang besok dihapus,  tetapi disebut pemilih tetap yang dicari dan disanjung pada sayembara dan kontes di  negeri ini.

 (Bagian ini bisa diselingi dengan puisi-puisi perjuangan atau lagu-lagu perjuangan yang sesuai )

( Dari arah depan panggung, muncul dua orang yang membawa sebuh nisan yang bertulis:

Awak tetaer menyanyikan lagu kematian: Bahagia abadi. Nisa dipancangkan di samping bendera merah putih, semua maju dan berteriak dengan lantang)

Orang 1: Kepicikan dan nafsu menguasai telah dikuburkan di atas podium yang dibagun dengan tangan hampa

Orang 2: teling dan mata yang tuli sudah dikebumikan di dalam roda-roda gerobak

Orang 3: hati dan budi yang membatu telah disemayamkan di dalam kaleng pengemis jalan

Orang 4: pendewaan teknologi dalam ruang hasrat loba dan pongah dengan mengeruk dan menikmati, telah dimakamkan di dalam saku-saku karung pemungut sampa.  Dosa-dosa lama telah dihancurkan.

Orang 2: supaya kamu juga tahu, di atas tangan hampa, di dalam roda gerobak, kami mencari dan mati bersamanya.

Orang 1: Kami anak-anak republik semesta yang berbicara demi generasi semesta mendatang.  Demi jutaan tangan yang mengais dari lumpur dan makan dengan tangan kosong.  Kami berani dinisankan demi mereka-mereka yang tidur beratapkan langit-langit semesta.

Orang 1& 2:  mungkin benar……tragedi bangsaku adalah kesunyian yang tersimpan dalam kepala-kepala ulat penjilat. Tragedi negeriku diiringi musik dan parade. Jika bangsaku mati melawan tirani, kukatakan bahwa kematian demi kebenaran lebih terhormat dari pada hidup dalam perbudakan (Gibran).

Orang 1,2,3,4:  HIDUP SEMESTA, HIDUP SEMESTA, HIDUP SEMESTA, HIDUP SEMESTA……………………………………………………………………………………

Seribu bedil menusuk bola mata yang latah

selaksa lengan kokoh tegak menantang  yang akan mencabik

seribu cakar yang siap menyayat dan menguliti

seratus boat menginjak dada pada tanah,

seratus jeruji memasung pada dinding

hingga tulang terpisah dari kulit, daging dari darah

kami katakan, jiwa kami  berteriak lebih keras karena semakin dipisahkan semakin banyak,  

suara kami  ada dalam darah, ada pada kulit dan ada pada tulang

pikiran kami bangkit,

atas nama semesta, leluhur para pejuang

sebab bagiku, siapakah di bumi ini  yang  dapat mengadili semesta???????????????????????

Category: Humaniora

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 2026
  • 2025
  • 2024
  • 2023
  • 2022

BERAGAM INFORMASI SANPUKAT

Berita

SDK KOTING I RAYAKAN HUT KE-115, RD. OKTO TEGASKAN EKSISTENSI SANPUKAT

Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., turut menghadiri perayaan peringatan hari ulang tahun ke-115 ...
Baca Selanjutnya
26 Januari 2026 / Sanpukatadmin
Berita

ADAKAN UPACARA PELETAKAN BATU PERTAMA, SMAK ST. YOSEP TANA AI SIAP PEMBANGUNAN GEDUNG KEDUA

Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., turut hadir ...
Baca Selanjutnya
24 Januari 2026 / Sanpukatadmin
Berita

TK DIDI DODO RAYAKAN HARI ULANG TAHUN KE-52, KETUA SANPUKAT TEGASKAN ‘FILOSOFI KEBUN’

Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil, M. Th., berkesempatan hadir ...
Baca Selanjutnya
22 Januari 2026 / Sanpukatadmin

IKUTI PERLINDUNGAN ANAK KINDERMISSIONWERK

SANPUKAT–Kindermissionswerk Serahkan Hadiah Lomba Perlindungan Anak di SDK Habi
Kindermissionwerk

MEAL OFFICER SANPUKAT-KINDERMISSIONWERK SERAHKAN HADIAH LOMBA PERLINDUNGAN ANAK SDK HABI

Maumere, Berita SANPUKAT – Monitoring, Evaluation, Analysis, and Learning (MEAL) Officer SANPUKAT & Kindermissionswerk–Jerman, Christian Romario menyerahkan hadiah lomba The ...
Baca Selanjutnya
9 Agustus 2025 / Sanpukatadmin
Kindermissionwerk

MENJADI MICROSOFT INNOVATIVE EDUCATOR EXPERT DARI WEBINAR BERSAMA KOMDIGI, MICROSOFT, BERSAMA FOCUS AND TARGET

Pada Selasa, 8 Juli 2025, seorang staff SANPUKAT Christian Romario mengikuti sebuah webinar nasional bertajuk ...
Baca Selanjutnya
10 Juli 2025 / Sanpukatadmin

RASA NYAMAN BERSAMA RENUNGAN SANPUKAT

Renungan

PERAYAAN EKARISTI ZIARAH SEKOLAH NAUNGAN SANPUKAT

TPE ZIARAH 2025 FIX REVISIUnduh ...
Baca Selanjutnya
MENUMBUHKAN AKAR MASA DEPAN: CERITA DARI ANAK-ANAK SDK MAUMERE 2
Renungan

MENUMBUHKAN AKAR MASA DEPAN: CERITA DARI ANAK-ANAK SDK MAUMERE 2

Di sebuah sudut damai di Pulau Flores, tepatnya di Keuskupan Maumere, anak-anak berkumpul bukan hanya untuk belajar menghitung atau mengeja ...
Baca Selanjutnya
Renungan

KERJA TANPA HENTI SEPERTI SYSYPHUS

Renungan Sabtu, 8 Februari 2024 BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani 13:15-17.20-21, MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 23:1.3a.4b.5.6, BACAAN INJIL: ...
Baca Selanjutnya

IKUTI GALERY SANPUKAT

Galery

GALERI AKREDITASI SEKOLAH-SEKOLAH SANPUKAT NOVEMBER 2025

Pada November 2025, ada beberapa sekolah Sanpukat yang mengadakan visitasi akreditasi. Berikut foto-foto akreditasi yang dikumpulkan Mimin ...
Baca Selanjutnya
TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA
Galery

TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA

Perjalanan panjang Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) dalam melanjutkan warisan misi pendidikan Katolik lewat sekolah-sekolah di bawah naungannya tidak hanya ...
Baca Selanjutnya
pelatihanhari ke V sanpukat dan smipa disada
Galery

GALERY PELATIHAN HARI KE V SANPUKAT BERSAMA DENGAN SMIPA DISADA

Pelatihan hari ke V Smipa Disada bersama guru dan tutor SANPUKAT berfokus pada presentasi modul literasi, Sabtu (16/12/2023) ...
Baca Selanjutnya
© 2026 sanpukatmaumere | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme