Kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan di tengah situasi pemulihan pascagempa Flores terus datang dari berbagai pihak. Untuk kesekian kalinya, Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), menerima bantuan berupa terpal yang diperuntukkan bagi sekolah-sekolah SANPUKAT yang masih membutuhkan fasilitas pembelajaran darurat.
Bantuan terpal tersebut diserahkan kepada Ketua SANPUKAT oleh Gusti Poa, salah satu aktivis PDIP Kabupaten Sikka. Bantuan ini merupakan bagian dari dukungan sejumlah tokoh dan aktivis PDIP, di antaranya Yunus Takan Dewa, Lusia Adinda Lebu Raya, dan Andreas Hugo Pareira, bagi masyarakat dan lembaga pendidikan yang masih menjalani proses pemulihan pascagempa pada Agustus 2026 lalu.
Bagi SANPUKAT, bantuan terpal memiliki manfaat yang cukup penting dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah-sekolah yang belum dapat sepenuhnya kembali menggunakan ruang kelas sebagaimana biasanya. Sejumlah sekolah masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di luar ruang kelas.
Ketua SANPUAT, RD. Okto, mengatakan bahwa bantuan yang diterima akan segera diarahkan kepada sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan, terutama sekolah yang masih menjalankan pembelajaran di luar kelas.

“Bantuan terpal ini tentu sangat berarti bagi sekolah-sekolah kita yang masih membutuhkan tempat belajar darurat. Terpal-terpal ini akan kita salurkan kepada sekolah yang untuk sementara waktu harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar di luar kelas, sehingga dapat digunakan untuk membuat tenda atau ruang belajar darurat,” ujar RD. Okto.
Menurutnya, kebutuhan terhadap terpal tidak hanya berkaitan dengan sekolah yang terdampak langsung oleh gempa, tetapi juga sekolah yang saat ini sedang menjalani proses revitalisasi. Dalam kondisi tertentu, proses pekerjaan fisik membuat sebagian ruang belajar belum dapat digunakan sehingga sekolah membutuhkan ruang alternatif untuk memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan.
“Selain untuk sekolah yang terdampak gempa, terpal ini juga akan kita peruntukkan bagi sekolah-sekolah yang sedang menjalani revitalisasi. Ketika ada ruang yang sementara tidak bisa digunakan karena proses pembangunan atau perbaikan, sekolah tetap membutuhkan ruang untuk anak-anak belajar. Karena itu, terpal dapat menjadi salah satu solusi sementara,” jelasnya.
RD. Okto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh dan aktivis PDIP yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan sekolah-sekolah SANPUKAT.

Menurutnya, kepedulian tersebut menjadi bagian penting dari semangat gotong royong dalam membantu dunia pendidikan melewati masa pemulihan. Dukungan terhadap sekolah, kata dia, pada akhirnya merupakan dukungan terhadap anak-anak yang harus tetap mendapatkan haknya untuk belajar dalam situasi apa pun.
“Atas nama SANPUKAT dan sekolah-sekolah yang nantinya menerima bantuan ini, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para tokoh politik dan aktivis PDIP yang telah menunjukkan kepedulian terhadap sekolah-sekolah kita. Bantuan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi sekolah yang sedang membutuhkan, manfaatnya sangat besar,” ungkap RD. Okto.
Ia juga berharap kepedulian seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat. Menurutnya, proses pemulihan pascagempa membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk dalam memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan.
“Kita bersyukur karena di tengah situasi pemulihan ini masih ada banyak pihak yang mau mengambil bagian. Pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena keadaan. Anak-anak harus tetap belajar, guru tetap menjalankan tugasnya, dan kita semua perlu mengambil bagian sesuai dengan kemampuan kita,” kata RD. Okto. (Wue Admin)

