Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) kembali menyalurkan bantuan fasilitas pendidikan kepada sejumlah sekolah yang membutuhkan dukungan untuk menunjang proses belajar mengajar. Bantuan tersebut secara resmi diserahkan oleh Ketua SANPUKAT, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), kepada empat sekolah SANPUKAT, yakni SDK Riit, SDK Masebewa, SDK Brai, dan SDK Maumere III.
Bantuan tersebut bersumber dari Badan Solidaritas Pendidikan Keuskupan Maumere dan diberikan sesuai kebutuhan serta tingkat urgensi masing-masing sekolah yang meliputi 30 buah meja dan 30 buah kursi untuk SDK Riit, satu unit laptop untuk SDK Masebewa, bantuan dana untuk pembuatan bak air bagi SDK Brai, serta bantuan pengadaan jendela dan sekat untuk SDK Maumere III.
Adapun proses pengajuan bantuan dilakukan melalui proposal yang disampaikan oleh sekolah. Setiap proposal kemudian dipertimbangkan berdasarkan tingkat urgensi dan kebutuhan sekolah. Setelah permohonan disetujui dan dana dicairkan, bantuan selanjutnya disalurkan kepada sekolah melalui SANPUKAT.

Bagi SDK Riit, salah satu sekolah penerima bantuan, bantuan tersebut menjadi sangat berarti di tengah kondisi sekolah yang masih memprihatinkan pascagempa Flores 15 Agustus 2026 lalu. Gempa menyebabkan tiga ruang kelas mengalami kerusakan berat, disertai kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah seperti meja, kursi, lemari, dan pagar.
Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan selama masa tanggap darurat, sekolah bersama orang tua siswa membangun tenda darurat di lingkungan sekolah. Pihak sekolah juga memperoleh tujuh buah terpal dari Dinas PKO dan PMI untuk mendukung kegiatan pembelajaran.

Kepala SDK Riit, Laurensius Nurak, S. Pd., mengatakan bahwa keterbatasan fasilitas membuat siswa harus belajar dalam kondisi yang serba terbatas. Karena itu, pihak sekolah mengajukan proposal bantuan kepada SANPUKAT untuk pengadaan meja dan kursi.
“Kami sangat bersyukur karena proposal pengadaan meja dan kursi dapat dikabulkan. Bantuan 30 meja dan 30 kursi ini sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, terutama dalam kondisi pascagempa seperti sekarang,” ungkapnya saat menerima bantuan tersebut pada 10 September lalu.
Laurensius bersama keluarga besar SDK Riit, para guru, siswa, dan orang tua siswa menyampaikan terima kasih kepada Ketua SANPUKAT beserta staf atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada sekolah yang dipimpinnya itu.
Sementara itu, Ketua SANPUKAT, RD. Okto, mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari perhatian bersama terhadap kebutuhan sekolah-sekolah SANPUKAT, terutama sekolah yang menghadapi keterbatasan fasilitas dan kondisi khusus akibat bencana.
Menurutnya, bantuan tidak semata-mata dilihat sebagai pemenuhan kebutuhan sarana, tetapi sebagai bentuk dukungan agar sekolah tetap mampu menjalankan tugas pendidikan di tengah berbagai tantangan.

“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas untuk sekolah-sekolah yang memang membutuhkan. Kita melihat kebutuhan setiap sekolah berbeda-beda, sehingga pengajuan yang masuk dipertimbangkan berdasarkan urgensitasnya. Ketika bantuan sudah disetujui dan dicairkan, SANPUKAT membantu memastikan bantuan tersebut sampai dan dapat dimanfaatkan oleh sekolah,” jelas RD. Okto.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan secara bertanggung jawab dan benar-benar mendukung kebutuhan utama sekolah.
“Kita berharap bantuan ini digunakan sebaik mungkin untuk kepentingan pendidikan. Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah bagaimana anak-anak tetap mendapatkan kesempatan untuk belajar dan guru tetap dapat menjalankan tugas pendidikannya,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

