Sebuah tongkat estafet tidak pernah sekadar berpindah tangan. Di dalamnya ikut berpindah harapan, kepercayaan, dan tanggung jawab untuk melanjutkan langkah yang telah dirintis. Demikian pun dengan kepemimpinan di sekolah. Ia bukan sekadar pergantian jabatan administratif, melainkan peneguhan sebuah panggilan untuk menjaga nyala pendidikan tetap menyala dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Semangat itulah yang tampak dalam penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepala sekolah definitif bagi dua sekolah di bawah naungan Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT). Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Sebastianus Soba Riang Leba, S. Pd. sebagai Kepala SDK Hale dan Emanus Drusilu, S. Pd. sebagai Kepala SDK Watubaler.
Penyerahan SK berlangsung di Komunitas Christo Re pada Jumat, 24 Juli 2026, dan disaksikan langsung oleh Pastor Paroki Renha Rosari Halehebing, RD. Edward Dionisius Goa.
Sebastianus dipercaya melanjutkan estafet kepemimpinan di SDK Hale menggantikan Aporta Inveri, S. Pd. yang memasuki masa persiapan purnabhakti. Sementara itu, Emanus Drusilu secara resmi ditetapkan sebagai kepala sekolah definitif setelah sebelumnya mengemban tugas sebagai pelaksana tugas (Plt.) Kepala SDK Watubaler.
Sebagai bentuk dukungan nyata Gereja terhadap penyelenggaraan pendidikan Katolik di wilayah paroki, amanah tersebut kembali diteguhkan dalam Perayaan Ekaristi pada Minggu, 26 Juli 2026, yang bertepatan dengan Hari Raya Santa Anna dan Santo Yoakim.
Dalam perayaan yang dihadiri para imam konselebran se-TPAPT H2B dan umat tersebut, Pastor Paroki Halehebing, RD. Edward Dionisius Goa, kembali menyerahkan SK kepada kedua kepala sekolah di hadapan seluruh umat sebagai simbol bahwa tugas memimpin sekolah merupakan bagian dari karya pelayanan Gereja.

Dalam kesempatan itu, RD. Donis menegaskan bahwa kepala sekolah memegang peran penting dalam menentukan arah pendidikan di Hale-Hebing. Karena itu, ia berharap kedua kepala sekolah mampu menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.
“Sekolah-sekolah Katolik di Hale-Hebing membutuhkan pemimpin yang mampu menjadi teladan, bekerja dengan hati, dan menghadirkan semangat pelayanan. Saya berharap Bapak Sebastianus dan Bapak Emanus menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, membangun kerja sama dengan para guru, orang tua, dan masyarakat, sehingga pendidikan Katolik di paroki kita ini semakin berkembang dan semakin dipercaya,” ujar RD. Donis.
Ia menambahkan bahwa kemajuan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab yayasan ataupun sekolah, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh Gereja yang hadir di tengah umat.
Sementara itu, Ketua SANPUKAT, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., menyampaikan apresiasi atas kesediaan Sebastianus Soba Riang Leba dan Emanus Drusilu menerima kepercayaan tersebut. Menurutnya, menjadi kepala sekolah bukanlah tentang jabatan, melainkan kesiapan untuk melayani dan membangun masa depan peserta didik.
“Terima kasih karena telah bersedia memikul tanggung jawab yang tidak ringan ini. Kepemimpinan di sekolah adalah panggilan untuk melayani, membimbing, dan menginspirasi. Jadilah kepala sekolah yang hadir bagi guru, peserta didik, dan masyarakat. Bangunlah budaya kerja yang berintegritas, penuh kasih, dan terus berinovasi agar sekolah-sekolah SANPUKAT semakin bertumbuh menjadi tempat yang melahirkan generasi yang beriman, berkarakter, dan berprestasi,” terang RD. Okto.
Penetapan kepala sekolah definitif di SDK Hale dan SDK Watubaler menjadi penanda komitmen SANPUKAT untuk terus memperkuat kepemimpinan pendidikan di seluruh sekolah binaannya. Melalui pemimpin-pemimpin yang siap melayani, yayasan berharap setiap sekolah mampu menghadirkan pendidikan Katolik yang bermutu, membentuk karakter peserta didik, sekaligus menjadi ruang bertumbuhnya iman, ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada sesama. (Wue Admin)

