Komunitas pendidikan SMPK St. Yohanes Tilang mengawali tahun ajaran 2026/2027 dengan perayaan ekaristi pembukaan tahun ajaran yang berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026. Perayaan ekaristi tersebut dipimpin oleh Pastor Paroki Tilang, RD. Arnoldus Ladjar. Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), hadir sebagai konselebran sekaligus pengkotbah.
Sebelum perayaan ekaristi berlangsung, RD. Okto terlebih dahulu menyempatkan diri mengunjungi SDK Tilang. Dalam kunjungan tersebut, ia menandatangani surat hibah tanah SDK Tilang bersama Kepala SDK Tilang, Ketua Komite Sekolah, pemilik tanah, serta para saksi lainnya.
Dalam kotbahnya, RD. Okto mengajak seluruh komunitas pendidikan untuk meneladani keutamaan Santo Yohanes Pembaptis, yang menjadi pelindung SMPK St. Yohanes Tilang. Menurutnya, Santo Yohanes Pembaptis merupakan sosok yang rendah hati dan memahami dengan baik peran serta posisinya dalam karya keselamatan. Ia hadir untuk mempersiapkan jalan dan hati manusia sebelum kedatangan Kristus.

“St. Yohanes Pembaptis adalah pribadi yang rendah hati dan tahu posisinya. Ia tahu bahwa tugasnya adalah mempersiapkan orang, menobatkan orang, dan menyucikan hati orang sebelum menerima kedatangan Kristus yang sejati,” ungkap RD. Okto.
Semangat kerendahan hati dan kesadaran akan posisi tersebut, lanjutnya, perlu dihidupi oleh seluruh komunitas pendidikan di lingkungan sekolah.
“Karena itu, dengan meneladani St. Yohanes Pembaptis, kita juga harus menjadi pribadi yang rendah hati dan tahu posisi kita di lingkungan sekolah. Guru harus tahu posisinya, pegawai harus tahu posisinya, orangtua harus tahu posisinya, dan para murid juga harus tahu posisinya,” tegasnya.
RD. Okto menambahkan, kesadaran akan posisi masing-masing akan membantu setiap pribadi untuk menjalankan tanggung jawab dan kewajibannya dengan baik.
“Ketika kita sadar akan posisi kita, maka kita akan lebih mudah bertanggung jawab atas tugas dan kewajiban kita. Sekolah akan menjadi tempat yang baik ketika setiap orang menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab,” lanjutnya.
Perayaan ekaristi pembukaan tahun ajaran baru ini turut dihadiri oleh pengurus Komite Sekolah serta para orangtua murid. Usai perayaan ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama Ketua Sanpukat. Dialog tersebut dimoderatori oleh Kepala SMPK St. Yohanes Tilang, Tarsisius Kero, S. Fil..

Dalam dialog tersebut, para peserta membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kehidupan dan keberlangsungan pendidikan di lingkungan Sanpukat. Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah mengenai jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi para guru dan pegawai Sanpukat.
Menanggapi hal tersebut, RD. Okto menjelaskan bahwa Sanpukat sebelumnya telah mengadakan sosialisasi bersama pihak BPJS Ketenagakerjaan. Ia menegaskan bahwa kepesertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan merupakan hal penting, terutama sebagai bentuk perlindungan dan jaminan bagi para guru serta pegawai, termasuk dalam mempersiapkan masa pensiun.

“BPJS Ketenagakerjaan ini penting untuk menjamin masa depan dan masa pensiun para guru dan pegawai. Pengurusannya bisa dilakukan secara mandiri, tetapi bisa juga secara kolektif atas nama Sanpukat. Semuanya tergantung pada kesepakatan di sekolah masing-masing,” jelas RD. Okto.
Pertemuan bersama para orangtua murid kemudian ditutup dengan ramah tamah. Kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan dan komunikasi antara pihak yayasan, sekolah, orangtua, serta seluruh komunitas pendidikan dalam menyambut perjalanan baru tahun ajaran 2026/2027 sekaligus menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat pendidikan yang berakar pada iman, kerendahan hati, tanggung jawab, dan kesadaran untuk menjalankan peran masing-masing demi kemajuan bersama. (Wue Admin)

