Hujan yang mengguyur wilayah Bloro selama kurang lebih dua hari terakhir mengakibatkan tembok turap pengaman halaman SMPK Sanctissisma Trinitas Bloro roboh pada Minggu malam, 21 Desember 2025, di Dusun Kei, Desa Lusitada, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Robohnya turap pengaman ini mengakibatkan longsor di halaman sekolah, dengan panjang longsor kurang lebih dua puluhan meter.
Ludolfus Geloy Murin, S. Pd., kepala sekolah SMPK Sanctissima Trinitas Bloro, membenarkan peristiwa tersebut ketika memberikan keterangan di Kantor Sanpukat.
“Sebelumnya, sudah sempat dilakukan antisipasi dengan menambahkan campuran semen, karena sudah ada sedikit jarak antara tanah dan tembok turap, akibat hujan sebelumnya. Namun, hujan yang terus mengguyur selama dua tiga hari terakhir membuat turap itu akhirnya roboh,” terangnya.
” Untung saja aktivitas belajar mengajar di sekolah sudah berakhir karena sudah memasuki masa liburan akhir semester. Jika tidak, bisa berbahaya bagi anak-anak,” tambahnya lagi.
Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., segera bertindak cepat setelah mendengar berita robohnya turap pengaman yang sudah dibangun sejak tahun 2015 ini.
“Kita harus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman untuk anak-anak kita, termasuk bangunan fisik sekolah tersebut. Saya sudah berkoordinasi dengan bagian sekretariat untuk bersurat dengan Bapak Bupati Sikka, Dinas PKO, BPBD, dan PUPR. Kalau tidak ditangani segera, ia bisa mengancam gedung sekolah lainnya,” ungkap RD. Okto.
Hingga saat ini kondisi masih cukup mengkhawatirkan dan harus segera dilakukan penanganan, mengingat curah hujan yang cukup tinggi dan ada gedung yang berada persis di samping titik longsor. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi menimbulkan kerugian materiil kurang lebih dua ratusan juta. (Mariemon)

