Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., berkenan menghadiri acara syukur pemberkatan gedung baru SDK Doreng (Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, Paroki Habibola), pada Jumat, 13 Februari 2026.
Acara tersebut diawali dengan misa syukur yang dipimpin langsung oleh Ketua Sanpukat, didampingi Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Habibola, RP. Trivisialus Raja Wara, O. Carm, sebagai imam konselebran.
Hadir juga dalam kesempatan berahmat ini Servasius Ignatius Idung, S. E., Camat Kecamatan Doreng; Anjelus Moat Padeng, Pj. Kepala Desa Nenbura; Kepala Bidang SD Dinas PKO Kabupaten Sikka; Kardiman, mantan anggota DPRD Kabupaten Sikka asal Desa Nenbura; Aloysius Oviani, anggota DPRD Kabupaten Sikka; Pengawas SD tingkat Kecamatan Doreng; serta para orangtua murid.
Dalam kotbahnya, RP. Trivisialus merefleksikan soal ‘menjadi garam’ dalam konteks kebersamaan sebagai satu komunitas di SDK Doreng. di tengah dunia, teristimewa dalam konteks pendidikan di SDK Doreng.
“Garam itu kecil, sederhana, dan nyaris tidak terlihat. Tetapi, apabila ia sudah menyatu dengan ikan, air, bumbu, ia bisa menjadi mage wair yang enak. Itu artinya bahwa kita harus bersatu agar bisa solid dalam mencapai tujuan bersama. Demikian pun untuk mengembangkan sekolah kita ini, perlu kerja sama yang melibatkan berbagai pihak,” tutur pastor yang akrab disapa Pater Ris ini.
Berkaitan dengan hal tersebut, pastor asal Paga ini juga menggarisbawahi soal partisipasi setiap sekolah dalam pengumpulan dana solidaritas Keuskupan Maumere.
“Jangan sampai sekolah lain lebih aktif dalam menjalankan program aksi solidaritas. Justru kita sebagai sekolah Katolik ini yang harus lebih aktif dalam program keuskupan ini. Ini sebagai bentuk kebersamaan kita demi perkembangan pendidikan di keuskupan kita,” ujarnya lagi.
Kepala SDK Doreng, Matheus Mitan, S.Pd., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan kepeduliannya akan penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
“Saya mewakili para guru dan murid mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Sikka, Dinas PKO, juga kepada semua pihak yang telah membantu sehingga tiga bangunan ini bisa berdiri kokoh di sini. Tahun 2023, kami mendapat sumbangan toilet satu unit dari dinas. Tahun 2024, kami mendapat ruang guru dan ruang kepala sekolah. Dan tahun 2025, puji Tuhan, kami boleh merehab ruang kelas dan pembangunan perpustakaan,” jelasnya.
Matheus juga mengapresiasi para orangtua murid yang selalu mendukung sekolah dan bersedia membantu saat keadaan mendesak.
“Terima kasih khusus juga kepada para orangtua murid yang selalu bersedia membantu. Saya bersyukur karena para orangtua murid ini sangat bisa diandalkan jika keadaan mendesak,” sambungnya lagi.
Kegembiraan akan hal baik ini pun ditegaskan oleh Servatius Ignatius Idung, S. E. Menurutnya, dibalik bangunan baru tersebut, harus ada perubahan atau peningkatan dari sisi non-fisik.
“Bangunan kita yang bagus ini harus disempurnakan dengan kedisiplinan. Kita sebagai para guru harus disiplin. Datang ke sekolah tepat waktu. Jangan sampe para murid yang menunggu kita,” tegas Camat Doreng ini.
Ia juga menegaskan para guru dan orangtua agar selalu memperhatikan kebutuhan dasar para siswa di semua sekolah di wilayah kecamatannya, khususnya di SDK Doreng.
“Kita punya tanggung jawab untuk memperhatikan kebutuhan dasar mereka, buku, bolpoin, pensil, dan lainnya. Janganlah kita lalai akan hal ini, agar peristiwa kelam yang terjadi beberapa waktu lalu di Ngada tidak terjadi kembali di sini. Ini pelajaran untuk kami, untuk kita juga,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Sanpukat, dalam sambutannya, sungguh mengapresiasi berbagai pihak yang telah membantu penyelenggaraan pendidikan di SDK Doreng.
“Terima kasih kepada pemerintah, Dinas PKO, juga semua elemen yang dengan caranya masing-masing telah mendukung sekolah-sekolah Sanpukat, khususnya sekolah ini, sehingga anak-anak di Doreng bisa belajar dengan nyaman dan aman,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

