Suasana penuh syukur menyelimuti keluarga besar SDK Baluele pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Momen pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027 di sekolah tersebut terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-61 SDK Baluele. Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), hadir secara langsung dan memimpin Perayaan Ekaristi sebagai pembuka seluruh rangkaian kegiatan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Komite Sekolah; Kepala Desa Manubura, Fery Fernandes; para pemerhati pendidikan; tokoh masyarakat; alumnus angkatan pertama SDK Baluele bersama para alumni lintas generasi; serta para orang tua murid.
Dalam homilinya, RD. Okto kembali mengingatkan bahwa pendidikan merupakan investasi paling berharga yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anaknya.
“Investasi terbaik untuk masa depan adalah pendidikan. Karena itu, perhatian terbesar kita seharusnya diberikan kepada pendidikan anak-anak. Apa yang kita tanam hari ini akan menentukan masa depan mereka,” tegasnya.

Ia juga menyoroti masih adanya sebagian orang tua yang menganggap iuran komite atau Sumbangan Pendidikan Katolik (SPK) sebagai beban. Menurutnya, cara pandang tersebut perlu diubah karena dana yang diberikan sejatinya merupakan bentuk investasi bagi masa depan anak.
“Kadang ada orang tua yang mengatakan uang komite mahal dan memberatkan. Tetapi kalau kita melihat kehidupan sehari-hari, ada bapak-bapak yang setiap hari mampu membeli dua atau tiga bungkus rokok. Kalau ada pesta nikah, kedukaan, atau acara adat tertentu, orang rela berutang supaya bisa ikut. Namun, ketika diminta berkontribusi untuk pendidikan anak melalui komite atau SPK, justru merasa keberatan. Padahal semua itu kembali untuk masa depan anak-anak kita sendiri,” ungkap RD. Okto.
Menurutnya, kemajuan sebuah sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab yayasan dan guru, melainkan membutuhkan dukungan nyata dari seluruh orang tua dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala SDK Baluele, Marsela Avia, S. Ag., mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang sekolah yang kini memasuki usia ke-61. Ia mengakui bahwa jumlah peserta didik mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para guru dalam menjalankan panggilan sebagai pendidik.
“Kami bersyukur, meskipun jumlah murid terus berangsur berkurang dari tahun ke tahun. Sekalipun sedikit, kami tetap percaya bahwa menjadi guru adalah sebuah panggilan. Tugas kami bukan hanya mendidik anak-anak agar menjadi cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk karakter mereka agar menjadi pribadi yang beriman, berintegritas, dan memiliki nilai-nilai kehidupan yang baik,” tutur Marsela.

Sementara itu, Kepala Desa Manubura, Fery Fernandes, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan SDK Baluele. Ia menegaskan bahwa sekolah tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri menghadapi berbagai tantangan.
“Saya mengajak Komite Sekolah, para orang tua, SANPUKAT, dan seluruh masyarakat agar jangan membiarkan kepala sekolah dan para guru berjalan sendiri. Kalau sekolah ini memiliki kebutuhan yang mendesak, marilah kita membantu sesuai kemampuan kita masing-masing demi masa depan anak-anak dan kebaikan bersama,” ajaknya.
Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama antara Ketua SANPUKAT, para guru, dan orang tua murid. Dalam kesempatan tersebut, RD. Okto menjelaskan secara terbuka mengenai prosedur pengelolaan serta pemanfaatan Sumbangan Pendidikan Katolik (SPK), yang digunakan untuk mendukung operasional Kantor SANPUKAT dalam memberikan pelayanan kepada seluruh sekolah di bawah naungannya.

Selain itu, ia juga memaparkan berbagai upaya yayasan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui beragam program pelatihan bagi guru-guru SANPUKAT. Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga pendidik merupakan bagian penting dari komitmen yayasan untuk menghadirkan pendidikan yang semakin bermutu.
Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Desa Manubura mengusulkan agar ke depan SANPUKAT juga menyelenggarakan pelatihan di bidang teknologi informasi, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi para guru.
RD. Okto menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan bahwa penguatan kompetensi digital merupakan kebutuhan yang semakin relevan di dunia pendidikan saat ini.

“Usulan ini sangat baik. Tentu akan menjadi perhatian dan pertimbangan kami untuk program-program pelatihan berikutnya agar para guru SANPUKAT semakin siap menghadapi perkembangan zaman,” pungkasnya.
Perayaan HUT ke-61 SDK Baluele sekaligus pembukaan tahun ajaran baru ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat seluruh keluarga besar sekolah dalam membangun pendidikan yang berpihak pada masa depan anak-anak. Melalui sinergi antara yayasan, sekolah, orang tua, pemerintah desa, dan masyarakat, SDK Baluele diharapkan terus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai Kristiani. (Wue Admin)

