SANPUKAT KEUSKUPAN MAUMERE
Menu
  • Beranda
  • Berita
  • Blog
    • Humaniora
    • Renungan
    • Storytelling
  • Profil
  • Mitra
    • Kindermissionwerk
  • Galery
  • Disclaimer
  • About
Menu
MELONCAT, MEMBACA, JUARA! PETUALANGAN SERU ANAK-ANAK MAUMERE DI SDK HIGETEGERA

HABIT DALAM PENDIDIKAN

Posted on 6 Maret 2025 by Sanpukatadmin

Di negeri yang sibuk bolak-balik kurikulum, pendidikan kadang dipandang sebagai seperangkat nilai yang diajarkan di ruang kelas. Peserta didik cukup diajarkan tentang budi pekerti, peserta didik cukup dibekali dengan pengetahuan dan norma-norma sosial. Namun kita  lupa bahwa pendidikan bukan hanya soal akumulasi informasi, bukan pula semata soal pengetahuan yang ditansfer kepada peserta didik. Pendidikan mesti melampaui itu semua. Pendidikan harus menciptakan kebajikan sebagai habit peserta didik.

Dalam Summa Theologiae, Thomas Aquinas menegaskan bahwa kebajikan adalah sebuah kebiasaan yang mengakar dalam diri manusia, membentuknya dari dalam, mengarahkan rasio dan kehendaknya menuju yang baik. Kebajikan bukan sekadar tindakan baik yang sesekali dilakukan, bukan pula sekadar dorongan moral yang muncul sesaat dalam momen-momen tertentu. Kebajikan, dalam pandangannya, adalah suatu habit. (Thomas Aquinas, The Summa Theologica, 1947).

Kebajikan sebagai habit niscaya dibentuk dengan pengalaman dan refleksi moral yang terus menerus dalam berpikir dan bertindak yang baik. Dalam konteks ini, kebajikan tidak sama dengan kekuatan alami. Aquinas menegaskan bahwa kekuatan alami, seperti insting pada hewan, sudah otomatis diarahkan pada tindakannya.

Seekor burung tak perlu belajar cara membangun sarang. Begitupun halnya seekor ikan tak perlu diajari berenang. Tetapi manusia berbeda. Kebebasan manusia berarti kemungkinan untuk tersesat karena akal dan kehendak manusia tidak secara otomatis mengarah pada tindakan yang baik.

Itulah sebabnya manusia memerlukan habit—sebuah latihan terus-menerus dalam berpikir dan bertindak yang baik hingga terciptalah kebajikan yang oleh Thomas Aquinas disebut  sebagai kualitas baik dari pikiran, dengan mana kita hidup dengan benar, yang tidak dapat disalahgunakan oleh siapa pun, yang dikerjakan Tuhan dalam diri kita, tanpa kita. (Thomas Aquinas, The Summa Theologica, 1947)

Barangkali inilah yang hilang dari pendidikan yakni latihan terus-menerus dalam berpikir dan bertindak yang benar. Pendidikan lebih sibuk dengan angka-angka di rapor daripada karakter anak didik. Anak-anak terbiasa mencari jawaban yang benar, tetapi jarang diajari bertanya. Anak-anak diajari untuk mengejar nilai, bukan untuk memahami makna. Bahkan kurikulum silih berganti dengan membawa janji pembaruan, termasuk dalam aspek pendidikan karakter. Namun, apakah perubahan ini benar-benar menumbuhkan kebajikan, atau sekadar menyesuaikan kebijakan?

Kebajikan bukan sekadar kompetensi yang bisa diukur dalam rubrik asesmen. Ia lebih dari sekedar sesuatu yang dipelajari untuk lulus ujian. Kebajikan adalah sesuatu yang harus hidup dalam pengalaman siswa, dalam cara mereka bertanya, berdialog, dan menghadapi dilema moral dalam kehidupan sehari-hari. kebajikan bukan sekadar perilaku yang diatur oleh regulasi, melainkan sebuah kebiasaan berpikir yang memungkinkan manusia bertindak benar bukan karena paksaan dan kepatuhan pada aturan, tetapi karena kesadaran.

Namun, bagaimana kita bisa mengajarkan kebajikan dalam sistem pendidikan yang sibuk dengan angka dan adminitrasi? Mungkin kita bisa mulai dengan mengubah cara kita menilai keberhasilan. Keberhasilan seorang murid tidak lagi hanya bisa diukur dari nilainya, tetapi juga dari cara ia memperlakukan sesamanya. Demikianpun keberhasilan seorang guru bukan hanya dalam seberapa banyak muridnya lulus ujian, tetapi dalam bagaimana ia menanamkan nilai kejujuran dan keberanian berpikir dalam kelasnya.

Jika demikian, maka pendidikan bukan hanya soal mencetak orang-orang yang bisa bekerja, tetapi juga orang-orang yang bisa menjadi manusia yang lebih baik. Pendidikan tidak sekadar mengajarkan kebajikan, tetapi membentuk kebajikan sebagai habit. Jika tidak, kita hanya akan terus mengulang kesalahan yang sama yakni sistem pendidikan yang sibuk menilai anak-anak, tetapi lupa membentuk habit  anak-anak. (Romi Romario. Artikel yang sama diterbitkan juga di media jaringan tempo https://www.indonesiana.id/read/180811/pendidikan-sebagai-habit).

PUSTAKA

Aquinas, Thomas. The Summa Theologica. Translated by Fathers of the English Dominican Province. Benziger Bros., 1947.

Category: Humaniora

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 2026
  • 2025
  • 2024
  • 2023
  • 2022

BERAGAM INFORMASI SANPUKAT

Berita

SDK KOTING I RAYAKAN HUT KE-115, RD. OKTO TEGASKAN EKSISTENSI SANPUKAT

Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., turut menghadiri perayaan peringatan hari ulang tahun ke-115 ...
Baca Selanjutnya
26 Januari 2026 / Sanpukatadmin
Berita

ADAKAN UPACARA PELETAKAN BATU PERTAMA, SMAK ST. YOSEP TANA AI SIAP PEMBANGUNAN GEDUNG KEDUA

Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., turut hadir ...
Baca Selanjutnya
24 Januari 2026 / Sanpukatadmin
Berita

TK DIDI DODO RAYAKAN HARI ULANG TAHUN KE-52, KETUA SANPUKAT TEGASKAN ‘FILOSOFI KEBUN’

Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil, M. Th., berkesempatan hadir ...
Baca Selanjutnya
22 Januari 2026 / Sanpukatadmin

IKUTI PERLINDUNGAN ANAK KINDERMISSIONWERK

SANPUKAT–Kindermissionswerk Serahkan Hadiah Lomba Perlindungan Anak di SDK Habi
Kindermissionwerk

MEAL OFFICER SANPUKAT-KINDERMISSIONWERK SERAHKAN HADIAH LOMBA PERLINDUNGAN ANAK SDK HABI

Maumere, Berita SANPUKAT – Monitoring, Evaluation, Analysis, and Learning (MEAL) Officer SANPUKAT & Kindermissionswerk–Jerman, Christian Romario menyerahkan hadiah lomba The ...
Baca Selanjutnya
9 Agustus 2025 / Sanpukatadmin
Kindermissionwerk

MENJADI MICROSOFT INNOVATIVE EDUCATOR EXPERT DARI WEBINAR BERSAMA KOMDIGI, MICROSOFT, BERSAMA FOCUS AND TARGET

Pada Selasa, 8 Juli 2025, seorang staff SANPUKAT Christian Romario mengikuti sebuah webinar nasional bertajuk ...
Baca Selanjutnya
10 Juli 2025 / Sanpukatadmin

RASA NYAMAN BERSAMA RENUNGAN SANPUKAT

Renungan

PERAYAAN EKARISTI ZIARAH SEKOLAH NAUNGAN SANPUKAT

TPE ZIARAH 2025 FIX REVISIUnduh ...
Baca Selanjutnya
MENUMBUHKAN AKAR MASA DEPAN: CERITA DARI ANAK-ANAK SDK MAUMERE 2
Renungan

MENUMBUHKAN AKAR MASA DEPAN: CERITA DARI ANAK-ANAK SDK MAUMERE 2

Di sebuah sudut damai di Pulau Flores, tepatnya di Keuskupan Maumere, anak-anak berkumpul bukan hanya untuk belajar menghitung atau mengeja ...
Baca Selanjutnya
Renungan

KERJA TANPA HENTI SEPERTI SYSYPHUS

Renungan Sabtu, 8 Februari 2024 BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani 13:15-17.20-21, MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 23:1.3a.4b.5.6, BACAAN INJIL: ...
Baca Selanjutnya

IKUTI GALERY SANPUKAT

Galery

GALERI AKREDITASI SEKOLAH-SEKOLAH SANPUKAT NOVEMBER 2025

Pada November 2025, ada beberapa sekolah Sanpukat yang mengadakan visitasi akreditasi. Berikut foto-foto akreditasi yang dikumpulkan Mimin ...
Baca Selanjutnya
TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA
Galery

TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA

Perjalanan panjang Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) dalam melanjutkan warisan misi pendidikan Katolik lewat sekolah-sekolah di bawah naungannya tidak hanya ...
Baca Selanjutnya
pelatihanhari ke V sanpukat dan smipa disada
Galery

GALERY PELATIHAN HARI KE V SANPUKAT BERSAMA DENGAN SMIPA DISADA

Pelatihan hari ke V Smipa Disada bersama guru dan tutor SANPUKAT berfokus pada presentasi modul literasi, Sabtu (16/12/2023) ...
Baca Selanjutnya
© 2026 sanpukatmaumere | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme