Beberapa waktu lalu, media Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) telah memberitakan perjuangan SMAK St. Antonius Boganatar dalam mempertahankan eksistensi dan kegiatan belajar mengajar di tengah berbagai keterbatasan. Sekolah yang berada di Paroki St. Yohanes Pemandi Boganatar itu masih menjalankan proses pendidikan dengan ruangan yang sebagian bersifat darurat. Fasilitas yang tersedia pun masih sangat terbatas. Bahkan, sebagian besar sarana yang digunakan dalam kegiatan pendidikan masih merupakan fasilitas milik SMPK St. Antonius Boganatar.
Di tengah keterbatasan yang masih membayangi penyelenggaraan pendidikan, harapan baru datang untuk keluarga besar SMAK St. Antonius Boganatar. Kebutuhan akan ruang belajar dan fasilitas pendidikan yang lebih layak perlahan menemukan titik terang melalui rencana kerja sama dengan sebuah kongregasi yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan dan kaum muda.
Kondisi tersebut menjadi semakin mendesak pada tahun ajaran 2026/2027. Jumlah guru dan peserta didik yang meningkat secara signifikan membuat kebutuhan akan ruang belajar, gedung, serta berbagai fasilitas pendukung pendidikan tidak lagi dapat ditunda.
Namun, di tengah situasi tersebut, sebuah kabar baik datang. Bak gayung bersambut, pintu kerja sama mulai terbuka ketika Ketua SANPUKAT, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto) menerima kedatangan Fr. Armando M. Bacalso, CSCh, anggota Congregation of the School of Charity (CSCh). Kunjungan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa. Fr. Armando datang dengan semangat untuk membangun kerja sama dengan SANPUKAT, khususnya dalam mendukung sekolah-sekolah yang masih membutuhkan fasilitas pendidikan.
Congregation of the School of Charity merupakan kongregasi yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pendampingan anak-anak serta kaum muda. Kongregasi ini memiliki misi untuk menjamin pendidikan bagi orang muda dan anak-anak, sekaligus hadir sebagai guru dan orang tua bagi mereka.

Dalam rencana kerja sama tersebut, Fr. Armando menyatakan kesediaannya untuk mendukung salah satu sekolah SANPUKAT sebagai donatur, terutama bagi sekolah yang memiliki kebutuhan mendesak terhadap fasilitas seperti gedung dan perlengkapan pendidikan lainnya.
Setelah melihat kebutuhan yang ada, SMAK St. Antonius Boganatar dipilih sebagai salah satu sekolah yang menjadi prioritas untuk mendapatkan dukungan tersebut. Bagi SANPUKAT, kabar ini tentu menjadi sebuah angin segar. Terlebih bagi SMAK St. Antonius Boganatar yang selama ini terus berjuang menyelenggarakan pendidikan di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
RD. Okto menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, dukungan yang mulai datang merupakan sebuah kesempatan penting untuk membantu sekolah berkembang dan memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada peserta didik.
“Kita sangat bersyukur karena di tengah kebutuhan dan keterbatasan yang dialami SMAK St. Antonius Boganatar, Tuhan membuka jalan melalui orang-orang baik yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan,” ungkap RD. Okto.
Ia mengatakan, kehadiran Fr. Armando dan rencana dukungan dari CSCh menjadi sebuah tanda bahwa perjuangan sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan tidak berjalan sendirian.
“Kita percaya bahwa ini adalah berkat dari Tuhan. Tuhan mengabulkan doa dan harapan kita dengan mengetuk pintu hati orang-orang baik. Karena itu, kita patut bersyukur dan terus berharap agar rencana kerja sama ini benar-benar dapat terwujud,” lanjutnya.
Menurut RD. Okto, apabila kerja sama tersebut dapat terealisasi, dukungan itu akan menjadi bagian penting dalam upaya SANPUKAT meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, khususnya di SMAK St. Antonius Boganatar.
“Harapan kita, kerja sama ini tidak berhenti pada rencana, tetapi benar-benar terwujud sehingga kebutuhan sekolah dapat kita jawab dan penyelenggaraan pendidikan di sana menjadi semakin baik,” katanya.

Sebagai langkah berikutnya, Fr. Armando bersama pihak SANPUKAT diagendakan melakukan peninjauan langsung ke SMAK St. Antonius Boganatar. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk melihat secara lebih dekat kondisi sekolah serta kebutuhan fasilitas yang diperlukan.
Bagi keluarga besar SMAK St. Antonius Boganatar, rencana kunjungan tersebut tentu membawa secercah harapan. Setelah sekian lama menjalankan proses pendidikan dengan fasilitas yang serba terbatas, kini kemungkinan untuk mendapatkan ruang belajar dan sarana pendidikan yang lebih layak terbuka lebar.
Kehadiran orang-orang yang tergerak untuk membantu menjadi tanda bahwa perjuangan mempertahankan pendidikan tidak pernah sia-sia. Ia hadir melalui pintu yang perlahan terbuka, melalui hati orang-orang ingin berbagi, dan melalui kerja sama yang dibangun dengan semangat yang sama: agar anak-anak tetap mendapatkan hak untuk belajar dan memiliki masa depan yang lebih baik. (Wue Admin)

