Perkembangan zaman tak henti-hentinya menyentil manusia untuk ikut beradaptasi dengan segala bentuk perubahan yang terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Tuntutan untuk menjadi guru dan tenaga kependidikan yang cakap, kreatif, dan transformatif adalah hal yang mutlak, mengingat dunia pendidikan saat ini yang selalu berusaha berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi.
Emanuel Ola, lelaki tinggi semampai yang saat ini sedang bekerja di SDK Maumere 2 ini sudah dua puluh dua tahun menjadi tenaga honorer. Ia juga merangkap sebagai operator, tenaga administrasi, hingga menjadi bendahara BOSP di tempat pengabdiannya saat ini. Keinginan untuk terus belajar, meng-upgrade skill, dan meng-update informasi membuat Pak Eman, demikian ia biasa dipanggil, sangat fasih mengoperasikan perangkat dan aplikasi di depan komputer, tidak kalah dengan generasi muda saat ini.
“Saya sudah menggunakan semua bentuk perangkat administrasi di sekolah, dari yang manual pakai catat, mesin ketik, sampai dengan menggunakan komputer dan aplikasi seperti sekarang,” demikian kata guru kelahiran 25 Desember 1981 ini, saat berbincang-bincang santai di Kantor Sanpukat.
“Kalau kita mau belajar, ikut bimtek dan pulang praktekkan, tidak akan ada masalah,” sambungnya lagi.
Dedikasinya dalam dunia pendidikan, khususnya di SDK 2 Maumere, memang tidak perlu diragukan lagi. Semangat pengabdian ini pulalah yang memotivasinya untuk terus memberikan pelayanan terbaik, termasuk dengan mengupayakan digitalisasi data-data penting sekolah agar lebih rapi dan terjaga.
Pak Eman, sekalipun lahir pada masa-masa awal generasi Y yang melewati masa kecil dengan ketukan mesin ketik, tak pernah sungkan untuk terus belajar dan menimba ilmu hingga saat ini. Semangat belajar inilah yang membawa lelaki asal Lembata ini bertransformasi menjadi tenaga administrasi yang cakap digital.
Memiliki dua keutamaan dalam satu paket (semangat dedikatif dan transformatif), membuat Pak Eman dengan mantap melenggang ke ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Balai GTK Provinsi NTT.

Bagi Pak Eman, ajang ini bukan semata-mata untuk unjuk keahlian. Ia mengakui bahwa ada peserta lain yang memiliki inovasi yang lebih mantap dan memang punya kapasitas dan basic pada bidang IT. Namun, menurutnya, ini adalah kesempatan untuk belajar demi terciptanya pelayanan kependidikan yang lebih baik.
Dalam ajang ini, Pak Eman memperkenalkan aplikasi LASKAR, akronim dari Layanan Administrasi SD Katolik Maumere 2. Dalam aplikasi ini, Pak Eman menampilkan menu-menu yang dapat membantu pekerjaan menjadi lebih mudah, seperti administrasi kepala sekolah, profil sekolah, kurikulum, rapor tiap kelas, kalender pedidikan, hingga web sekolah.
“Itu semuanya sebenarnya kumpulan dari beberapa item yang terpisah, lalu saya satukan dalam satu aplikasi. Jadi, kita tinggal klik-klik saja. Pelayanan jadi lebih cepat, efektif, dan efisien,” jelasnya.
Atas inovasi ini. Pa Eman berhasil membawa pulang piala penghargaan sebagai Terbaik 3 Apresiasi GTK kategori Tenaga Administrasi Sekolah. Sungguh hadiah yang setimpal akan kerja keras, dedikasi, dan spiritnya untuk terus belajar dan melayani.

Berkaitan dengan efektivitas dan keberlanjutan pelayanan kependidikan, Pak Eman mengusulkan agar para tenaga administrasi perlu memperhatikan efisiensi dalam menjalankan tugasnya.
“Kerja rangkap tidak masalah buat saya, asal serius dan efektif,” demikian katanya.
Untuk Yayasan Sanpukat sendiri, Pak Eman menyarankan agar pihak yayasan selalu memonitoring dan menindaklanjuti berbagai kegiatan dan workshop yang diikuti oleh para guru dan tenaga administrasi. Menurutnya, hal ini penting demi perkembangan kemampuan guru dan peserta didik.
“Kita harus turun cek dan periksa, supaya hasil dari kegiatan atau workshop itu benar-benar dijalankan dengan baik. Kita sudah terima materi yang bagus-bagus, jadi harus benar-benar diterapkan,” ujarnya.
Keberhasilan Pak Eman tentunya bukan hasil sulap dalam semalam, tetapi merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan keinginannya untuk terus belajar. Hal ini disempurnakan dengan apa yang ia sebut sebagai ‘pelayanan’.
Ketika Admin menghubunginya untuk meminta data dirinya, Admin yang sedikit terkejut karena tanggal lahirnya bertepatan dengan Hari Raya Natal melontarkan komentar candaan.
“Pak punya hari ulang tahun dirayakan seluruh dunia ternyata.”
“Hahaee. Maka dari itu aku hadir untuk melayani,” jawabnya singkat. (mariemon)


Profisiat untuk Pak Eman.
Dari kisahnya pak Eman saya sangat apresiasi dengan kinerja dari beliau, 20 thn bekerja dan merangkap berbagai tugas selain guru. Semoga kita belajar dari pak Eman yang mau terus belajar dan belajar, dan menjadi contoh bagi sekolah2 untuk bertumbuh lagi Pak Eman yang baru. Sukses selalu dan tetap semangat dalam berkarya. Amapu Benjer 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Semoga sepotong kisah dari Pa Eman ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman yang lain.