Ada suasana yang berbeda di halaman SMPK St. Maria Gunung Karmel, Wolofeo, pada Kamis, 30 Juli 2026. Perayaan syukur penuh sukacita menyambut Tahun Ajaran 2026–2027 harus berpadu dengan haru saat keluarga besar sekolah melepas salah seorang perintisnya, Alexander Oematan, S.H., yang telah mengabdikan diri selama dua puluh lima tahun di sekolah tersebut.
Momen istimewa itu dihadiri oleh Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), bersama Sekretaris Sanpukat, Benyamin Yunianto Bisa, S. Fil. Turut hadir pula Pastor Paroki St. Maria Gunung Karmel, P. Yohanes Koten, CRSP, para perintis sekolah, komite sekolah, para alumni, serta orang tua murid.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala SMPK St. Maria Gunung Karmel, Kristoforus Senda, S. Fil., bersama seluruh komunitas sekolah. Iringan tarian penjemputan mengantar rombongan menuju halaman sekolah, tempat Perayaan Ekaristi pembukaan tahun ajaran berlangsung. Perayaan dipimpin oleh RD. Okto, dengan P. Yohanes Koten, CRSP sebagai imam konselebran.

Dalam homilinya, RD. Okto mengajak para guru untuk terus mengembangkan kreativitas dalam mendidik. Menurutnya, seorang pendidik tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga perlu menemukan cara terbaik agar ilmu dapat diterima dan dipahami oleh peserta didik.
“Yesus sendiri mengajar dengan menggunakan perumpamaan. Itu menunjukkan bahwa metode mengajar sangat penting. Para guru dipanggil untuk terus kreatif dan inovatif dalam menemukan cara pembelajaran yang tepat, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh para murid dan sungguh menjadi bekal bagi kehidupan mereka,” ujar RD. Okto.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan proses pembelajaran. Karena itu, para siswa diajak untuk menjadikan para guru sebagai teladan dalam membangun sikap hidup yang baik.
“Anak-anak hendaknya meneladani hal-hal baik yang dilakukan oleh para guru. Jadilah pribadi yang berkarakter, disiplin, serta setia mendengarkan dan melaksanakan ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Dari sanalah lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki iman yang kokoh,” pesannya.
Perayaan tersebut juga menjadi momentum penuh makna melalui perutusan Alexander Oematan, S.H., sosok yang menjadi bagian penting dalam perjalanan SMPK St. Maria Gunung Karmel. Selama seperempat abad, ia mendedikasikan tenaga dan pikirannya bagi sekolah yang kini menjadi salah satu kebanggaan umat di Wolofeo.
Dalam sambutannya, Alexander mengenang kembali perjalanan panjang yang dilalui bersama para perintis sekolah. Ia bercerita bahwa pada awalnya sekolah ini hanya merupakan kelas jauh dari SMPK Pancasila Lekebai. Berkat kerja sama berbagai pihak dan perjuangan yang tidak mengenal lelah, sekolah tersebut akhirnya dapat berdiri secara definitif pada tahun 2006.
“Kami memulai semuanya dari keterbatasan. Sekolah ini dahulu hanyalah kelas jauh dari SMPK Pancasila Lekebai. Namun berkat dukungan banyak pihak—para orang tua, panitia, Pastor Paroki saat itu, dan seluruh masyarakat yang begitu peduli terhadap pendidikan—akhirnya sekolah ini dapat berdiri dan berkembang. Perjalanan mempertahankan eksistensinya memang tidak mudah, tetapi saya bersyukur karena hingga hari ini sekolah ini tetap hidup,” kenangnya.

Menutup sambutannya, Alexander berharap semangat yang telah dibangun sejak awal tetap menjadi fondasi bagi perjalanan sekolah di masa mendatang.
“Saya berharap SMPK St. Maria Gunung Karmel terus bertumbuh menjadi komunitas pendidikan yang mampu melahirkan generasi Wolofeo yang cerdas, beriman, dan berkarakter. Itulah cita-cita yang sejak awal kami perjuangkan bersama.”
Sementara itu, Kepala SMPK St. Maria Gunung Karmel, Kristoforus Senda, S. Fil., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut. Ia secara khusus menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Bapak Alexander Oematan, S. H. yang telah memberikan separuh hidupnya bagi perkembangan sekolah.

Menurutnya, dedikasi para perintis menjadi fondasi yang memungkinkan sekolah tetap berdiri dan berkembang hingga saat ini. Ia juga mengajak seluruh peserta didik menyambut tahun ajaran baru dengan semangat belajar yang tinggi, optimisme, serta komitmen untuk terus mengembangkan karakter dan prestasi.

Pembukaan Tahun Ajaran 2026–2027 di SMPK St. Maria Gunung Karmel akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni akademik semata. Di tengah rasa syukur dan haru melepas seorang perintis, seluruh keluarga besar sekolah kembali meneguhkan harapan agar SMPK St. Maria Gunung Karmel terus menjadi rumah pembentukan generasi Wolofeo yang cerdas dalam pengetahuan, teguh dalam iman, dan kuat dalam karakter, setia melanjutkan cita-cita luhur yang telah dirintis sejak dua dekade lalu. (Wue Admin)

