Oleh: Theresia Ero, S. Pd. (Kepala SMPK Pancasila Lekebai)
Menjadi seorang pemimpin di Lembaga pendidikan, bagi saya, bukan sekedar sebuah posisi untuk menjalankan fungsi yang bersifat manajerial, tetapi lebih daripada itu, ini adalah sebuah misi yang menyentuh ranah hati dan pola pikir. Tugas seorang pendidik bukan saja mendidik seorang anak menjadi cerdas, tetapi juga memiliki adab. Dan sebagai seorang kepala sekolah, saya punya tugas besar untuk menjaga dua hal itu berjalan seimbang dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang saya pimpin.
Sejak dipercayakan mengemban tugas sebagai Kepala SMPK Pancasila Lekebai sejak tahun Pelajaran 2024/2025, saya menyadari ada banyak PR yang harus saya selesaikan. Namun, saya juga menyadari bahwa tantangan terbesar bukan melulu soal fasilitas semata, tetapi juga bagaimana upaya untuk menemukan dan mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik (baca: SDM). Oleh sebab itu, peran para guru sangat dibutuhkan di sini.
Mendorong Guru untuk Terus Belajar
Salah satu fokus utama saya sejak awal menjabat adalah mendorong para guru untuk terus belajar. Saya percaya bahwa selama masa pendidikan di bangku sekolah, kualitas seorang murid tidak akan pernah melampaui kualitas gurunya. Itulah mengapa, seorang guru harus terus belajar, meng-upgrade pengetahuannya, dan mengembangkan potensinya.
Kendala utama yang masih sering saya hadapi adalah kecenderungan para guru untuk tetap berada di zona nyaman. Metode mengajar yang monoton dan keengganan untuk mengeksplorasi platform pengembangan diri menjadi dinding tebal yang harus saya runtuhkan. Pernyataan seperti “saya sudah biasa buat begini”, lebih sering terdengar ketimbang “bagaimana supaya saya bisa lebih baik lagi?”.
Saya pun tidak berhenti hanya pada instruksi. Melalui pendekatan personal dan diskusi formal maupun informal, saya terus memberikan motivasi. Saya menekankan bahwa pengembangan diri bukan untuk kepentingan kepala sekolah, melainkan bentuk tanggung jawab moral kita sebagai pendidik di era digital ini.
Syukur bahwa perlahan tapi pasti, benih motivasi itu mulai tumbuh. Saat ini, rekan-rekan guru saya di SMPK Pancasila Lekebai mulai menunjukan perubahan positif. Mereka mulai mencari inspirasi baru, mengikuti pelatihan mandiri, dan terbuka terhadap inovasi pembelajaran demi kemajuan diri dan sekolah.
Masalah Kedisiplinan Siswa dan Solusinya
Selain dari rekan-rekan guru, tantangan untuk saya juga datang dari para murid. Masalah utama yang masih sering menjadi rapor merah yang perlu dibenahi adalah kedisiplinan waktu. Banyak murid yang masih sering terlambat tiba di sekolah setiap paginya. Hal ini memang menjadi perhatian, tetapi sebagai seorang pendidik, saya juga harus melihatnya dengan rasa empati.
Kondisi geografis wilayah Lekebai yang cukup luas dan jarak dari rumah ke sekolah yang cukup jauh sering menjadi alasan utama kurangnya disiplin siswa saat jam sekolah tiba.
Menyadari masalah ini, saya percaya bahwa sekolah tidak bisa sendirian menuntaskannya. Pendidikan, termasuk kedisiplinan para siswa adalah tanggung jawab kolektif.
Oleh sebab itu, sekolah membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah para orangtua. Membangun komunikasi yang baik dengan orangtua murid adalah pintu masuk pertama, sebab dari rumahlah para murid lebih banyak menghabiskan waktu, selain di sekolah. Orangtua dapat mendukung dengan menciptakan lingkungan rumah yang menunjang anak-anak untuk terbiasa bersikap disiplin, termasuk disiplin waktu ke sekolah.
Selain itu, sekolah juga perlu menggandeng tokoh masyarakat berpengaruh yang peduli terhadap pendidikan. Mereka dapat memberikan edukasi soal pentingnya disiplin meski tengah berada dalam situasi keterbatasan.
Berikutnya, lingkungan yang turut membentuk kepribadian dan perilaku para murid di luar sekolah juga perlu diberi perhatian. Saya menyadari, bahwa kondisi lingkungan, pergaulan, dan interaksi para murid di luar lingkungan sekolah juga turut memberikan pengaruh. Oleh sebab itu, penting untuk menciptakan ekosistem pendukung di luar sekolah yang baik, agar motivasi belajar tetap terjaga dengan baik meski mereka berada jauh dari gedung sekolah.
Mulai dari Langkah Kecil yang Konsisten
Tidak terasa, perjalanan memimpin SMPK Pancasila Lekebai telah memasuki tahun kedua, sebuah perjalanan kepemimpinan yang masih tergolong baru, dengan pengalaman yang masih belum seberapa. Saya menyadari, bahwa saya pun perlu banyak-banyak belajar lagi untuk mengembangkan segala hal yang perlu untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan di sekolah ini lebih baik ke depannya.
Saya meyakini bahwa perubahan besar itu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukann dengan konsisten. Dengan guru yang terus belajar, para murid yang disiplin, orangtua yang bisa diajak bekerja sama, dan masyarakat yang suportif, saya optimis SMP Pancasila Lekebai akan bergerak ke arah yang lebih baik menuju masa depan yang lebih cerah. (Editor: Wue Admin)


Luar biasa, semoga sekolah tercinta semakin bergerak maju 😇 PANCASILA BISA💫
Amin. Pancasila bisa!
Tetap semangat dalam menjalankan tugasnya ibu kepala sekolah. Banyak lika-liku perjalanan menjadi seorang pemimpin. Tapi antusias dan perjuangan ibu saya sangat mengapresiasi. Harapan saya jadilah seorang pemimpin yang rendah hati, tetap setia dan tulus untuk memimpin sekolah ibu sekarang.
Intinya tetap mendukung rekan guru dan pegawai serta anak didiknya dan orang tua agar sekolah yang ibu pimpin sekarang berjalan dengan baik.
Amin. Semangat juga buat Ibu Kepsek Nelle II.