Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., turut hadir dalam upacara peletakan batu pertama Pembangunan tiga ruang kelas SMAK St. Yosep Tana Ai di Nebe, pada Jumat, 23 Januari 2026. Pembangunan ini merupakan simbol komitmen dan dukungan dari tim sponsor Help Flores Belanda. Selain ruang kelas, akan dibangun juga empat unit MCK dan pemboran air minum.
Turut hadir dalam acara ini: Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo bersama Ibu; perwakilan dari Yayasan Help Flores Belanda; Kepala SMAK St. Yosep Tana Ai, RD. Yan Faroca; Pastor Rekan Paroki Nebe, RD. Joel Cawa; RD. Rudhi Radho; para tetua adat, tokoh masyarakat; dan para tukang.
Kepala Sekolah SMAK St. Yosep Tana Ai, RD. Yan Faroca, mengungkapkan bahwa ini adalah rahmat luar biasa untuk sekolah yang dipimpinnya. Ini adalah gedung kedua yang akan dibangun di atas lahan milik sekolah tersebut.
“Kita sepatutnya berterima kasih kepada Yayasan Help Flores Belanda yang sudah membantu kita dalam Pembangunan Gedung yang baru ini. Kita harapkan agar dengan hadirnya gedung baru ini, pendidikan kita di Tana Ai ini bisa berkembang lebih maju lagi. Sarana yang mendukung tentunya akan menunjang penyelenggaraan pendidikan kita ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kadopo, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kerja sama luar biasa dengan mitra internasional. Hal ini sangat membantu sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan.
“Terima kasih atas kolaborasi luar biasa ini. Semoga dengan bertambahnya satu gedung baru ini, proses belajar menjadi lebih nyaman dan efektif,” katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Sanpukat, RD. Okto. Ia sangat mengapresiasi kepedulian yayasan donatur dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di wilayah Tana Ai. Menurutnya, sarana yang baik dapat menjamin kenyamanan dalam belajar.
“Kita bersyukur karena tangan-tangan orang baik yang peduli terhadap pendidikan kita, khususnya di wilayah Tana Ai ini. Sekolah ini memiliki murid-murid yang potensial. Jadi, kita berharap agar dengan adanya bantuan tiga ruang kelas ini, penyelenggaraan pendidilkan di sekolah ini bisa berkembang ke arah yang lebih baik ke depannya,” terang RD. Okto.
Acara peletakan batu pertama ini diawali dengan ibadat yang dipimpin oleh RD. Joel Cawa. Meski sempat diguyur hujan, upacara ini berlangsung lancar sampai selesai. (Wue Admin)

