SANPUKAT KEUSKUPAN MAUMERE
Menu
  • Beranda
  • Berita
  • Gurat
  • Blog
    • Humaniora
    • Renungan
    • Storytelling
  • Profil
  • Mitra
    • Kindermissionwerk
  • Galery
  • Disclaimer
  • About
Menu

PENINGKATAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH SANPUKAT WILAYAH TENGAH: PERKUAT VISI DAN CEGAH KEKERASAN DI SEKOLAH

Posted on 29 Oktober 2026 by Sanpukatadmin

Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) terus memperkuat kompetensi para kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah Satuan Pendidikan SANPUKAT yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Oktober 2026, bertempat di Aula ALMA Wairklau, Maumere.

Kegiatan ini kembali menghadirkan E. Nong Yonson, praktisi pendidikan Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai pemateri. Pelatihan tersebut diikuti para kepala sekolah dasar SANPUKAT di wilayah tengah, setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di Aula Susteran JDS Kaliwajo bagi para kepala sekolah di wilayah barat.

Peningkatan kompetensi ini menjadi bagian dari upaya SANPUKAT untuk memastikan para kepala sekolah tidak hanya mampu menjalankan tugas-tugas administratif, tetapi juga memiliki kecakapan teknis dan kepemimpinan yang memadai dalam mengarahkan perkembangan sekolah. Kepala sekolah dituntut mampu membaca kebutuhan satuan pendidikan, menetapkan arah pengembangan, membangun lingkungan belajar yang aman, serta menggerakkan seluruh warga sekolah menuju tujuan bersama.

Dalam salah satu materinya, E. Nong Yonson menekankan pentingnya visi sebagai fondasi kepemimpinan seorang kepala sekolah. Menurutnya, seorang kepala sekolah harus memiliki gambaran yang jelas tentang kondisi sekolah yang ingin diwujudkan pada masa mendatang.

“Kepala sekolah harus punya visi. Visi adalah arah, tujuan yang mau dicapai oleh sekolah yang kita pimpin. Kalau kita saja tidak punya visi, kita kehilangan arah dan bingung mau bawa sekolah ini ke arah mana,” tegas Nong Yonson ketika meminta para peserta menggambarkan kondisi sekolah yang mereka pimpin dua tahun mendatang.

Pertanyaan tersebut mungkin tampak sederhana. Namun, di balik pertanyaan tentang wajah sekolah ke depan, terdapat hal mendasar yang perlu dimiliki setiap pemimpin pendidikan: kemampuan menentukan arah dan menerjemahkannya ke dalam langkah-langkah nyata.

Tanpa visi yang jelas, program sekolah berisiko berjalan sekadar mengikuti rutinitas. Kegiatan terlaksana, administrasi terselesaikan, tetapi perubahan yang hendak dicapai tidak selalu memiliki arah yang terukur. Karena itu, visi tidak boleh berhenti sebagai kalimat pajangan. Visi harus menjadi pegangan dalam menetapkan prioritas, mengambil keputusan, menyusun program, dan mengevaluasi perkembangan sekolah.

Bagi seorang kepala sekolah, kepemimpinan bukan hanya tentang memastikan semua pekerjaan berjalan sesuai prosedur. Lebih dari itu, kepemimpinan berarti mengetahui ke mana sekolah hendak dibawa, apa yang perlu dibenahi, serta bagaimana melibatkan guru dan tenaga kependidikan agar tujuan bersama dapat diwujudkan.

Mencegah Kekerasan Sejak Gejala Awal

Selain menyoroti pentingnya visi kepemimpinan, Nong Yonson mengingatkan para kepala sekolah tentang tanggung jawab menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi setiap murid. Menurutnya, pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan harus menjadi bagian penting dari kompetensi kepala sekolah dan guru.

Ia menegaskan bahwa kekerasan di lingkungan sekolah tidak selalu hadir dalam bentuk tindakan fisik yang mudah dikenali. Kekerasan psikologis, kekerasan verbal, dan kekerasan seksual dapat berawal dari perilaku yang dianggap biasa, dibiarkan berulang, atau bahkan tidak disadari oleh pendidik sendiri.

“Kepala sekolah dan para guru harus tahu dulu konsep soal kekerasan, entah itu kekerasan psikologis, kekerasan verbal, ataupun kekerasan seksual. Terkadang kita tidak sadar telah melanggengkan kekerasan itu terjadi di lingkungan sekolah kita. Bahkan, kita sebagai pendidik pun kadang-kadang tidak menyadari bahwa kita sendirilah yang membiarkan benih-benih kekerasan tersebut muncul,” ungkapnya.

“Contoh praktis yang sering dianggap sepele adalah ketika guru memukul meja dengan keras untuk menyuruh para murid diam, atau guru yang membiarkan anak-anak laki-laki melakukan catcalling terhadap anak-anak perempuan. Jadi, sebagai guru dan kepala sekolah, kita harus melawan semua itu dan mencegahnya sejak awal,” tegasnya.

Menurut Nong Yonson, kebiasaan semacam itu tidak boleh dibiarkan menjadi bagian dari budaya sekolah. Pendidik perlu membangun kesadaran bahwa setiap tindakan dan respons di hadapan murid turut membentuk cara mereka memperlakukan orang lain.

Pesan ini menempatkan kepala sekolah dan guru bukan hanya sebagai pengajar, melainkan juga sebagai penjaga martabat dan keamanan para murid sendiri. Ketegasan dalam mendisiplinkan murid harus berjalan bersama penghormatan terhadap hak-hak mereka. Setiap bentuk kekerasan perlu dikenali, dicegah, dan ditangani secara tepat agar sekolah sungguh menjadi ruang yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan membangun karakter.

Memperkuat Kepemimpinan, Meneguhkan Komitmen Pendidikan

Ketua SANPUKAT, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), mengapresiasi semangat para kepala sekolah yang mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi tersebut. Partisipasi para peserta menunjukkan kesediaan untuk terus belajar dan memperkuat kapasitas diri di tengah tuntutan pengelolaan sekolah yang semakin kompleks.

“Melalui kegiatan ini, SANPUKAT terus mendorong para kepala sekolah agar mampu menjalankan kepemimpinan yang terarah, responsif terhadap kebutuhan murid, serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Kompetensi kepemimpinan, perencanaan berbasis visi, dan kemampuan mencegah kekerasan menjadi bagian penting dari tanggung jawab tersebut,” terang RD. Okto.

Pelatihan ini diikuti kepala sekolah dari 39 satuan pendidikan, yakni SDK Lela I, SDK Lela II, SDK Du, SDK Sikka, SDK Wukur, SDK Napungliti, SDK Nanga, SDK Magepanda, SDK Woloone, SDK Uwa 2, SDK Edo, SDK Cawalo, SDK Nitung Palue, SDK Lei, SDK Tomu Palue, SDK Awa, SDK Detung, SDK Delang, SDK Baluele, SDK Halat, SDK Koting I, SDK Tomu Koting, SDK Diller, SDK Wairpelit, SDK Nita 1, SDK Nita 2, SDK Nataweru, SDK Bloro, SDK Riit, SDK Gusung Karang, SDK Brai, SDK Maumere 1, SDK Maumere 2, SDK Maumere 3, SDK Maumere 4, SDK Nangalimang, SDK Wolomude, SDK Wetakara, dan SDK Habi. (Wue Admin)

Category: Berita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 2026
  • 2025
  • 2024
  • 2023
  • 2022

BERAGAM INFORMASI SANPUKAT

Berita

PENINGKATAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH SANPUKAT WILAYAH TENGAH: PERKUAT VISI DAN CEGAH KEKERASAN DI SEKOLAH

Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) terus memperkuat kompetensi para kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan ...
Baca Selanjutnya
29 Oktober 2026 / Sanpukatadmin
Berita

SANPUKAT GELAR PELATIHAN PENGUATAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DI WILAYAH BARAT

Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah Satuan SANPUKAT bagi para ...
Baca Selanjutnya
27 Oktober 2026 / Sanpukatadmin
BeritaHumaniora

KAMI DATANG PADAMU MARIA, KALA HIDUP JADI ZIARAH…

Teras: Guru dan tenaga kependidikan sebagai perziarahan Pagi itu, Jumat, 23 Oktober 2026, Gua Maria ...
Baca Selanjutnya
24 Oktober 2026 / Sanpukatadmin

IKUTI PERLINDUNGAN ANAK KINDERMISSIONWERK

SANPUKAT–Kindermissionswerk Serahkan Hadiah Lomba Perlindungan Anak di SDK Habi
Kindermissionwerk

MEAL OFFICER SANPUKAT-KINDERMISSIONWERK SERAHKAN HADIAH LOMBA PERLINDUNGAN ANAK SDK HABI

Maumere, Berita SANPUKAT – Monitoring, Evaluation, Analysis, and Learning (MEAL) Officer SANPUKAT & Kindermissionswerk–Jerman, Christian Romario menyerahkan hadiah lomba The ...
Baca Selanjutnya
9 Agustus 2025 / Sanpukatadmin
Kindermissionwerk

MENJADI MICROSOFT INNOVATIVE EDUCATOR EXPERT DARI WEBINAR BERSAMA KOMDIGI, MICROSOFT, BERSAMA FOCUS AND TARGET

Pada Selasa, 8 Juli 2025, seorang staff SANPUKAT Christian Romario mengikuti sebuah webinar nasional bertajuk ...
Baca Selanjutnya
10 Juli 2025 / Sanpukatadmin

RASA NYAMAN BERSAMA RENUNGAN SANPUKAT

Renungan

PEKA MEMBACA TANDA, BERANI MEMPERBAIKI DIRI (Renungan Jumat, 23 Oktober 2023)

Perikop: Lukas 12:54-59 Dalam kisah injil yang kita dengarkan hari ini, Yesus menegur orang banyak karena mereka mampu membaca tanda-tanda ...
Baca Selanjutnya
Renungan

SETIA DAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEPERCAYAAN (Renungan Rabu, 21 Oktober 2026)

Dalam Injil Lukas 12:39-48, Yesus mengingatkan para murid agar selalu siap sedia dan setia dalam menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan ...
Baca Selanjutnya
Renungan

SETIA DALAM HAL-HAL KECIL (Renungan Selasa, 20 Oktober 2026)

Perikop: Lukas 12:35-38 Dalam Injil yang kita dengarkan tadi, Yesus mengajak para murid untuk selalu siap sedia, seperti hamba-hamba yang ...
Baca Selanjutnya

IKUTI GALERY SANPUKAT

Galery

Galeri Akreditasi SDK Tomu Palue

...
Baca Selanjutnya
Galery

GALERI AKREDITASI SEKOLAH-SEKOLAH SANPUKAT NOVEMBER 2025

Pada November 2025, ada beberapa sekolah Sanpukat yang mengadakan visitasi akreditasi. Berikut foto-foto akreditasi yang dikumpulkan Mimin ...
Baca Selanjutnya
TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA
Galery

TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA

Perjalanan panjang Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) dalam melanjutkan warisan misi pendidikan Katolik lewat sekolah-sekolah di bawah naungannya tidak hanya ...
Baca Selanjutnya
© 2026 sanpukatmaumere | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme