Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah Satuan SANPUKAT bagi para kepala sekolah di wilayah barat, Senin, 26 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Susteran JDS, Kaliwajo, ini menjadi bagian dari upaya SANPUKAT memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan pendidikan Katolik yang bermutu.
Mengusung tema “Berakar dari Iman, Bertumbuh, dan Menumbuhkan Berkat”, pelatihan ini dirancang untuk berlangsung selama dua hari, 26–27 Oktober 2026. E. Nong Yonson, praktisi sekaligus konsultan pendidikan, hadir sebagai pemateri yang mendampingi para kepala sekolah dalam proses peningkatan kompetensi tersebut.
Pelatihan ini menempatkan kepala sekolah sebagai salah satu unsur penting dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan di lingkungan SANPUKAT. Kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab atas penyelenggaraan administrasi dan pengelolaan satuan pendidikan, tetapi juga berperan dalam membangun budaya sekolah, menggerakkan para guru, serta memastikan nilai-nilai iman Katolik tetap menjadi dasar dalam seluruh proses pendidikan.

Dalam pelatihan tersebut, E. Nong Yonson tidak hanya membawakan sejumlah materi penting terkait penguatan kompetensi dan kepemimpinan pendidikan, tetapi juga mengajak para kepala sekolah terlibat langsung dalam simulasi pengerjaan soal-soal Tes Kemampuan Akademik (TKA). Melalui simulasi ini, para kepala sekolah diberi kesempatan untuk mengalami sendiri proses yang dihadapi peserta didik ketika mengerjakan soal TKA.
Pendekatan tersebut menegaskan pentingnya pemahaman langsung dari para pendidik terhadap proses belajar dan evaluasi yang dijalani para murid. Sebelum membimbing dan mempersiapkan peserta didik, guru perlu terlebih dahulu memahami karakteristik soal, tuntutan kemampuan yang diukur, serta tantangan yang mungkin dihadapi murid. Dengan demikian, pendampingan dan strategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Selain simulasi TKA, Nong Yonson juga mengajak para kepala sekolah untuk meninjau dan menyusun visi serta misi sekolah secara tepat. Visi dan misi tidak sekadar menjadi rumusan formal dalam dokumen sekolah, tetapi harus disusun berdasarkan arah pengembangan satuan pendidikan, kebutuhan nyata peserta didik, serta ketentuan yang berlaku. Rumusan tersebut selanjutnya perlu menjadi pedoman dalam menetapkan program, mengambil keputusan, dan mengevaluasi perkembangan sekolah.
Ketua SANPUKAT, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), dalam keterangannya menegaskan bahwa peningkatan kompetensi kepala sekolah merupakan langkah penting untuk memastikan setiap satuan pendidikan terus bertumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Para kepala sekolah memegang peran penting dalam menentukan arah perkembangan sekolah. Karena itu, mereka perlu terus belajar, memperbarui pengetahuan, dan memperkuat kemampuan kepemimpinan. Kami berharap melalui kegiatan ini, para kepala sekolah tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata di sekolah masing-masing, baik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, mendampingi para guru, maupun membangun visi dan misi sekolah yang jelas dan terarah,” terang RD. Okto.
Ia berharap kegiatan peningkatan kompetensi ini menjadi momentum bagi para kepala sekolah di wilayah barat untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Katolik di lingkungan SANPUKAT. Dengan kepemimpinan yang berakar pada iman, didukung kompetensi yang terus berkembang, setiap sekolah diharapkan mampu menghadirkan pelayanan pendidikan yang semakin bermutu serta memberi ruang bagi setiap anak untuk bertumbuh dan mengembangkan potensinya.
Ada pun sebanyak 24 kepala sekolah dari satuan pendidikan SANPUKAT di wilayah barat mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari SDK Riipua, SDK Lekebai, SDK Mokekapa, SDK Feondari, SDK Detuleda, SDK Nangablo, SDK Masebewa, SDK Nuabhana, SDK Aebubu, SDK Niobewa, SDK Paga, SDK Sesalapi, SDK Maulo’o, SDK Kotandelu, SDK Wolowiro, SDK Wolofeo, SDK Paipenga, SDK Ratekombo, SDK Nuaria, SDK Woloara (Tanawawo), SDK Wolobela, SDK Kojamota, SDK Nirangkliung, dan SDK Tilang. (Wue Admin)

