Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) yang menetapkan Angela Wilfrida Sugo, S. Pd. Gr., sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDK Edo Palue. Penyerahan SK tersebut berlangsung di Kantor SANPUKAT pada Senin, 28 September 2026.
SK tersebut diterima secara langsung oleh Angela sebagai bagian dari keberlanjutan tugas dan tanggung jawab kepemimpinan di SDK Edo Palue. Penetapan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya SANPUKAT untuk memastikan proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah tetap berjalan secara baik, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sekolah pascabencana gempa Flores.
Angela sendiri bukan sosok baru di SDK Edo Palue. Ia telah mengabdikan diri di sekolah tersebut selama tujuh tahun. Guru kelahiran 1989 ini juga telah menjalankan tanggung jawab sebagai pimpinan sekolah selama kurang lebih empat tahun. Pengalaman tersebut membuat Angela memahami secara langsung berbagai dinamika yang dihadapi SDK Edo Palue, termasuk kondisi sekolah setelah gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Dalam keterangannya, Angela menuturkan, salah satu persoalan paling mendesak yang kini dihadapi sekolah adalah kondisi sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan. Beberapa ruang tidak lagi dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran sehingga kebutuhan akan pembangunan dan perbaikan ruang kelas menjadi perhatian utama.
“Kebutuhan yang sangat kami rasakan di sekolah sejak bencana gempa 15 Agustus lalu adalah kondisi beberapa ruang kelas yang mengalami keretakan dan tidak bisa lagi digunakan. Karena itu, kami sangat membutuhkan pembangunan atau perbaikan ruang kelas agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman bagi peserta didik,” ungkap Angela.
Selain ruang kelas, kebutuhan terhadap sarana dan prasarana pendukung pembelajaran juga masih cukup besar. Sejumlah fasilitas sekolah, termasuk lemari kelas, mengalami kerusakan akibat gempa dan membutuhkan perhatian untuk segera diperbaiki atau diganti.
“Sarana dan prasarana lainnya juga membutuhkan perhatian. Ada lemari-lemari kelas yang rusak dan fasilitas lainnya yang perlu dibenahi. Kami berharap kondisi ini mendapat perhatian lebih, sehingga sekolah bisa kembali memiliki fasilitas yang layak untuk mendukung proses belajar-mengajar,” lanjutnya.
Bagi Angela, pemulihan kondisi sekolah bukan semata-mata persoalan memperbaiki bangunan dan fasilitas yang rusak. Lebih dari itu, pemulihan menjadi bagian penting dalam memastikan anak-anak tetap memperoleh ruang belajar yang aman serta pendidikan yang terus berjalan di tengah situasi pascabencana.
Angela juga berharap komunikasi dan kerja sama antara sekolah dan yayasan dapat terus diperkuat. Menurutnya, sinergi yang baik menjadi salah satu kunci untuk menjawab berbagai kebutuhan sekolah dan menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas.
“Semoga sinergi dan kolaborasi antara pihak sekolah dan yayasan senantiasa terjalin erat, saling mendukung, dan konsisten dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang berkarakter bagi seluruh peserta didik,” harap Angela.
Sementara itu Ketua SANPUKAT, RD. Okto, mengajak pihak sekolah dan masyarakat umum untuk terus membangun semangat kebersamaan dalam menghadapi situasi pascagempa. Menurutnya, keterbatasan yang ada tidak boleh mengurangi semangat para pendidik untuk terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
“Kita tentu menyadari bahwa masih ada banyak kebutuhan yang harus dijawab. Namun, dengan kerja sama, komunikasi, dan semangat untuk saling mendukung, saya percaya sekolah-sekolah kita dapat melewati masa pemulihan ini. Yang paling penting adalah anak-anak tetap mendapatkan pendidikan, tetap memiliki harapan, dan tetap merasakan bahwa sekolah adalah tempat mereka bertumbuh dalam iman, karakter, dan pengetahuan,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

