Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Febiana Dua Kleruk, S. Pd., sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala TK Sapanjawa. Penyerahan SK tersebut berlangsung di Kantor SANPUKAT, Senin, 28 September 2026. Penugasan ini menjadi bagian dari upaya SANPUKAT memastikan keberlangsungan kepemimpinan dan pelayanan pendidikan pada setiap lembaga pendidikan yang berada di bawah naungannya.
Usai menerima SK, Febiana menyampaikan sejumlah perkembangan mengenai kondisi TK Sapanjawa, terutama terkait program revitalisasi sekolah dan situasi lembaga pendidikan tersebut setelah gempa tektonik yang melanda Flores pada Agustus 2026.
Febiana menuturkan bahwa sekolahnya kini tengah mendapat bantuan revitalisasi sekolah. Bantuan ini menurutnya tidak terlepas dari dukungan dan rekomendasi SANPUKAT, terutama berkaitan dengan penerbitan surat hibah karena legalitas lahan sekolah yang jelas atas nama Keuskupan Maumere.
“Pada saat sekolah diusulkan untuk mendapatkan bantuan revitalisasi, untuk pengajuan pemberkasan kami lolos. Semua ini tidak terlepas dari rekomendasi Ketua SANPUKAT untuk mengeluarkan Surat Hibah, karena legalitas lahan yang jelas atas nama Keuskupan Maumere,” jelas Febiana.
Melalui program revitalisasi tersebut, TK Sapanjawa memperoleh dukungan untuk empat bagian pembangunan, yakni satu ruang UKS, taman bermain beserta Alat Permainan Edukatif (APE), penataan lingkungan berupa pembuatan tiang bendera, serta pembangunan sanitasi yang kemudian dialihkan menjadi pembangunan papan nama sekolah. Sementara untuk kebutuhan pagar sekolah, Febiana mengatakan pihaknya telah memperoleh bantuan dari pemerintah desa setempat.
Di balik perkembangan revitalisasi tersebut, TK Sapanjawa masih menghadapi sejumlah tantangan. Sekolah ini termasuk dalam kategori lembaga pendidikan yang terdampak gempa tektonik yang melanda Flores pada Agustus lalu.
“Kami masih punya banyak kekurangan, karena pada saat gempa sekolah kami juga masuk kategori sekolah terdampak gempa. Saat ini kami tetap melaksanakan KBM di dalam kelas, tetapi kami selalu waspada,” katanya lagi.
Dalam upaya melihat secara langsung kondisi lembaga pendidikan terdampak, TK Sapanjawa juga sempat mendapatkan kunjungan dan monitoring dari Kementerian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun, hingga kini pihak sekolah masih menunggu kepastian terkait tindak lanjut bantuan untuk perbaikan ruangan.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Febiana berharap SANPUKAT terus memperkuat dukungan bagi lembaga-lembaga pendidikan, termasuk dalam menjaga kebersamaan serta meningkatkan pelayanan kepada sekolah.
“Saya berharap SANPUKAT selalu mendukung, menjaga kebersamaan, meningkatkan pelayanan kepada lembaga, juga mendukung para guru dan tenaga kependidikan. Kami berharap sekolah-sekolah dapat terus dibangun menjadi tempat yang semakin baik bagi peserta didik agar mereka dapat belajar dan berkembang dengan baik,” harapnya.
Sementara itu, RD. Okto menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan fisik. Lebih dari itu, revitalisasi harus menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang layak, aman, dan mendukung proses tumbuh kembang peserta didik.
“Revitalisasi ini kita tidak melihat hanya dari bangunannya. Yang kita lihat adalah bagaimana sekolah itu bisa menjadi tempat yang baik bagi anak-anak untuk belajar. Kalau ada ruang yang perlu diperbaiki, lingkungan yang perlu ditata, sanitasi yang perlu dibenahi, taman bermain dan APE yang dibutuhkan anak-anak, semua itu harus kita lihat sebagai bagian dari pelayanan pendidikan,” ujar RD. Okto.
RD. Okto juga memberikan apresiasi kepada para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang tetap menjalankan tugas di tengah berbagai keterbatasan. Menurutnya, pelayanan pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena sekolah menghadapi tantangan.
“Yang paling penting adalah semangat untuk tetap melayani. Guru dan kepala sekolah harus tetap bekerja dengan baik, karena anak-anak tidak boleh kehilangan kesempatan untuk belajar. Yayasan akan terus berusaha mendukung sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan sekolah. Kita membangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan anak-anak yang dipercayakan kepada kita,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

