Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), mengadakan pertemuan bersama para kepala sekolah jenjang TK, SMP, dan SMA di lingkungan SANPUKAT, Senin, 28 September 2026. Pertemuan yang berlangsung di Aula SANPUKAT tersebut secara khusus membahas perjuangan para guru swasta untuk mendapatkan perhatian yang lebih baik dari pemerintah, terutama berkaitan dengan kesejahteraan dan masa depan para guru honor.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya SANPUKAT untuk terus membuka ruang komunikasi dan menyatukan langkah dalam menyuarakan aspirasi para guru swasta. Sebelumnya, RD. Okto juga telah mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi yang disampaikan para guru swasta dalam sebuah pertemuan bersama di Kantor SANPUKAT.
Dalam pertemuan tersebut, para guru menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi, terutama berkaitan dengan kesejahteraan, kepastian masa depan, serta perhatian pemerintah terhadap keberadaan guru-guru yang mengabdikan diri di sekolah swasta.

Bagi SANPUKAT, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kepentingan pribadi para guru, tetapi juga berkaitan erat dengan keberlangsungan pelayanan pendidikan. Guru merupakan salah satu unsur utama yang menentukan kualitas pendidikan di sekolah. Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan guru menjadi bagian penting dari upaya menjaga mutu dan keberlanjutan pendidikan.
RD. Okto menegaskan bahwa SANPUKAT siap mendukung setiap perjuangan yang baik dan bertujuan memperjuangkan kepentingan para guru, terutama dalam memperoleh kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik.
“Kalau ada hal-hal yang baik yang diperjuangkan oleh para guru dan untuk kepentingan para guru, SANPUKAT tentu siap mendukung. Kita tidak mungkin mengatakan bahwa perjuangan ini bukan urusan kita. Justru ini menjadi bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk memperhatikan guru-guru yang selama ini sudah memberikan diri dan mengabdikan hidupnya untuk pendidikan,” tegas RD. Okto.

Menurutnya, perjuangan membutuhkan keberanian untuk menyampaikan aspirasi sekaligus kesiapan untuk menerima berbagai kemungkinan yang muncul dari proses tersebut. Karena itu, dukungan terhadap perjuangan guru tidak berarti menjanjikan hasil tertentu, melainkan memastikan bahwa aspirasi tersebut diperjuangkan melalui jalur yang baik dan bertanggung jawab.
“Namanya juga berjuang, berarti kita harus siap menghadapi apa pun jawaban dari para pemangku kepentingan nantinya. Kita menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan dan harapan para guru dengan cara yang baik. Kalau kemudian jawabannya sesuai dengan harapan kita, tentu kita bersyukur. Tetapi kalau belum sesuai, kita juga harus siap dan melihat langkah berikutnya. Yang paling penting, kita tetap mendukung hal-hal yang baik demi para guru,” terang RD. Okto.

SANPUKAT menegaskan komitmennya untuk tetap berjalan bersama para guru dan mendukung setiap perjuangan yang ditempuh melalui cara-cara yang baik, bermartabat, dan bertanggung jawab. Sebab, memperjuangkan kesejahteraan guru pada akhirnya juga merupakan bagian dari perjuangan untuk menjaga kualitas dan masa depan pendidikan. (Wue Admin)

