Komitmen Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) untuk memperhatikan kesejahteraan dan pengabdian para guru kembali diwujudkan melalui penyaluran tambahan insentif bagi dua puluh guru terpilih dari sejumlah sekolah di bawah naungan SANPUKAT.
Tambahan insentif tersebut diserahkan oleh Ketua SANPUKAT, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), pada Jumat, 7 Agustus 2026 di Aula Sanpukat. Dukungan ini merupakan bagian dari kerja sama SANPUKAT dengan pihak ketiga dalam memberikan perhatian tambahan kepada para guru yang menjalankan tugas pelayanan pendidikan di berbagai sekolah.
Dana tambahan insentif tersebut bersumber dari Yayasan Pelayanan Kasih A&A Rachmat (YPKAAR), yang sejak Januari 2026 secara rutin memberikan dukungan kepada SANPUKAT untuk membantu penyaluran tambahan insentif bagi para guru. Bagi SANPUKAT, dukungan tersebut tidak sekadar berbicara tentang bantuan finansial. Lebih dari itu, tambahan insentif menjadi bentuk perhatian dan penghargaan terhadap pengabdian para guru yang setiap hari hadir mendampingi, mendidik, dan membentuk generasi muda di sekolah-sekolah SANPUKAT.
Sebelum menyerahkan tambahan insentif tersebut, RD. Okto menyampaikan sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama para guru. Salah satu yang ditekankannya adalah pentingnya membangun kekompakan dan kebersamaan dalam menjalankan tugas sebagai rekan pendidik.
Menurutnya, sekolah tidak akan dapat bertumbuh dengan baik apabila para guru justru terjebak dalam perpecahan atau konflik internal. Sebab, situasi tersebut pada akhirnya bukan hanya merugikan para guru, tetapi juga berdampak langsung terhadap peserta didik dan perkembangan sekolah secara keseluruhan.
“Jangan sampai ada perpecahan di antara para guru. Kalau guru tidak kompak, yang rugi bukan hanya kita sebagai guru, tetapi juga anak-anak dan sekolah secara keseluruhan,” tegas RD. Okto.
Ia juga mengajak para guru untuk melihat satu sama lain sebagai rekan kerja sekaligus rekan dalam pelayanan pendidikan. Setiap orang, katanya, memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing yang perlu dijalankan dengan penuh kesadaran dan didukung oleh seluruh anggota komunitas sekolah.
“Kalau seseorang itu kepala sekolah, yang lain harus mendukung, sekalipun kepala sekolah itu masih muda atau belum terlalu berpengalaman. Kita harus saling mendukung dan bekerja sama dengan baik,” terang RD. Okto.
Penegasan tersebut menjadi penting di tengah dinamika pengelolaan sekolah yang menuntut kerja sama dari seluruh unsur pendidikan. Kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Setiap peran memiliki kontribusi yang saling melengkapi dalam menghadirkan pelayanan pendidikan yang bermutu. (Wue Admin)

