Lagi, mobil Terios Barca dan pikap hitam yang sehari sebelumnya menaklukkan jalanan berlubang dan berbatu menuju SDK Warut, kini melintasi jalur sempit Kewapante – Pelibaler, melewati trek nyiur melambai Habibola – Doreng, lalu tancap gas dari kaki Napunurut meliuk-liuk di punggung bukit Umatawu, sampai tatapan mata mendapati Ili Biha yang berdiri malu-malu, jauh di belakang kaki Gunung Egon.
Rabu, 24 Juni 2026, tim Yayasan Pendidikan Umat Katolik (SANPUKAT) bersama tim relawan Yayasan Vinea Dei kembali menebar jala kasih, dan kali ini giliran di SDK Hale.
Sebagaimana informasi pada catatan sebelumnya, Yayasan Vinea Dei didirikan oleh Albert Gregory Tan, seorang pemuda Katolik yang bergerak di bidang sosial. Melalui yayasan ini, ia mencetuskan gerakan ‘jala kasih’, sebuah program penggalangan dana melalui kolekte online. Dari donasi yang nominalnya bervariasi tersebut, Yayasan Vinea Dei dapat membantu pembangunan gereja, kapela, dan menjalankan kegiatan bakti sosial bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil.

Bantuan untuk SDK Hale berupa tas sekolah, sepatu, dan alat tulis untuk para siswa, juga beberapa buah Rosario. Sementara untuk sekolah, diberikan bantuan bola dan alat pompa, juga kain yang akan dijahit menjadi seragam para guru. Seluruh bantuan diantar langsung oleh Pak Krisna, staf Yayasan Vinea Dei, P. Edu, CSR, dan beberapa frater dari Biara Somascan, didampingi Ketua Sanpukat, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto).
Perjalanan menuju SDK Hale kali ini memakan waktu kurang lebih dua jam. Sepanjang perjalanan, rombongan disuguhi bentangan alam yang memanjakan mata. Lekukan bukit yang sesekali diselimuti kabut tipis menjadi teman perjalanan yang membuat rasa lelah seolah tak terasa. Di beberapa titik, hujan turun perlahan, menguakkan aroma tanah dan menghadirkan kesejukan.
Perjalanan itu terasa semakin berkesan karena kali ini rombongan ditemani langsung oleh Pastor Paroki Renha Rosari Hale Hebing, RD. Edward Dionisius Goa. Seperti pada setiap kunjungan Ketua Sanpukat ke sekolah-sekolah di wilayah parokinya, RD. Donis tak pernah absen menyambut, mendampingi, sekaligus memastikan setiap perjalanan pelayanan berlangsung dengan baik.

Setibanya di SDK Hale, rombongan disambut hangat oleh Kepala SDK Hale, Aporta Inveri, S. Pd., bersama para guru dan anak-anak. Suasana semakin istimewa karena para orang tua murid juga turut hadir memenuhi undangan kepala sekolah.
Sebelum bantuan dibagikan, Krisna, staf Yayasan Vinea Dei, mengajak seluruh peserta untuk menyadari bahwa setiap tas, sepatu, alat tulis, maupun bantuan lain yang diterima hari itu merupakan buah kasih dari banyak orang yang bahkan tidak pernah mereka kenal.
“Bantuan ini berasal dari orang-orang baik yang mungkin tidak pernah kita tahu siapa mereka. Mereka membuktikan bahwa sekalipun sekolah ini masih memiliki banyak keterbatasan sarana dan prasarana, kita tidak pernah kekurangan kepedulian. Bantuan ini menjadi tanda bahwa masih ada banyak hati yang peduli kepada kita, peduli terhadap pendidikan anak-anak di sini, dan peduli terhadap masa depan mereka,” ungkap Krisna.
Dalam sambutannya, Kepala SDK Hale, Aporta Inveri, S. Pd., mengajak seluruh peserta didik untuk semakin bersemangat datang ke sekolah dan belajar dengan sungguh-sungguh. Ia juga berpesan agar setiap bantuan yang diterima dirawat dengan baik sebagai bentuk penghargaan atas ketulusan para donatur.
“Sekalipun nanti tas dan sepatu ini digunakan setiap hari, tetapi kita harus menjaganya dengan baik. Merawat bantuan yang kita terima adalah salah satu cara sederhana untuk menghargai kasih dari orang-orang yang telah berbagi dengan kita,” pesannya kepada para siswa.
Sementara itu, RD. Donis mengungkapkan rasa syukurnya atas kunjungan tersebut. Menurutnya, Ketua Sanpukat telah menepati janji yang pernah disampaikan saat kunjungan perdana ke SDK Hale pada Desember 2025.
“Saya bersyukur karena Romo Ketua benar-benar datang kembali ke SDK Hale. Beliau bukan hanya memenuhi janji, tetapi juga datang membawa berkat yang nyata bagi anak-anak kita melalui bantuan yang sangat bermanfaat ini. Semoga kerja sama dan perhatian seperti ini terus berlanjut demi pendidikan anak-anak di Hale,” ujarnya.

Melihat banyak orang tua yang turut hadir, Ketua Sanpukat, RD. Okto, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mereka dalam mendukung pendidikan anak-anak. Dengan gaya khasnya yang hangat dan jenaka, ia kemudian mengingatkan bahwa seluruh bantuan yang dibagikan itu diperuntukkan bagi para siswa.
“Bantuan ini untuk anak-anak. Jadi orang tua jangan pinjam tasnya. Jangan sampai saya temukan tas itu di pertokoan karena dipakai belanja nanti saya lihat tas itu sudah ada di pelabuhan dipakai orang tua merantau ke Kalimantan, atau,” selorohnya yang langsung disambut gelak tawa hangat para orang tua dan guru.
Di akhir sambutannya, Ketua Sanpukat menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Vinea Dei, khususnya kepada Pak Albert, Pak Krisna, beserta seluruh donatur yang telah menghadirkan sukacita bagi keluarga besar SDK Hale.
“Atas nama Yayasan Persekolahan Umat Katolik dan keluarga besar SDK Hale, kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Vinea Dei, Pak Krisna, dan semua orang baik yang telah berbagi kasih melalui bantuan ini. Semoga Tuhan membalas setiap kebaikan dengan berkat dan rezeki yang berlimpah, serta terus menggerakkan semakin banyak hati untuk peduli terhadap pendidikan anak-anak kita,” tuturnya.
Menjelang sore, rombongan kembali meninggalkan SDK Hale. Di balik setiap tanjakan, tikungan, dan kelokan, tersimpan satu keyakinan sederhana bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya.
Sebab sejauh apa pun sebuah sekolah berdiri, kasih selalu mampu menjangkaunya; dan selama masih ada orang-orang yang rela berbagi, harapan akan terus tumbuh di setiap ruang belajar, bahkan di sudut-sudut terpencil sekalipun. (Wue Admin)

