Dalam kesempatannya berasistensi di Paroki Renha Rosari Halehebing, Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., melakukan kunjungan ke SDK Hale pada Senin, 23 Februari 2026. Kunjungan ini merupakan kunjungan perdana Ketua Sanpukat di sekolah yang berdiri pada tahun 1960 itu. Kehadiran Ketua Sanpukat ini didampingi oleh Pastor Paroki Halehebing, RD. Edward Dionisius Goa.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Sanpukat bertemu dan berdialog dengan Kepala SDK Hale dan para guru, juga berjumpa dengan para siswa.
Dalam pertemuan di salah satu ruangan sekolah tersebut, para guru menyampaikan berbagai keluhan, kekhawatiran, dan masalah yang sedang mereka alami.
“Salah satu masalah yang sedang kami alami adalah tempat tinggal. Saat ini, sekolah harus membuat kamar darurat di ruang perpustakaan untuk salah satu pegawai,” ungkap salah seorang guru.
Terhadap masalah ini. Ketua Sanpukat, RD Okto, akan mengusahakan bantuan dan mendekati tokoh masyarakat sekitar untuk mencari solusi yang tepat. Namun, ia juga mengharapkan agar sekolah juga bisa mandiri dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Kepala SDK Hale, Aporta Inveri, S. Pd., mengaku sangat senang dan bersyukur bisa menerima kehadiran Ketua Sanpukat.
“Bersama para guru yang mengabdi di sini, kami keluarga besar SDK Hale sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Romo Ketua Sanpukat yang berkenan mengunjungi sekolah kami ini. Kami mengira bahwa kami tidak akan mendapat kunjungan seperti ini, karena kendala jaringan dan akses jalan. Tapi ternyata Ketua Sanpukat berkenan mengunjungi kami di sini. Ini Istimewa karena baru pertama kali kami dikunjungi Sanpukat,” ujar Aporta.
Pastor Paroki Halehebing, RD. Donis Goa, dalam kesempatan ini pun berkomitmen untuk membuat forum para guru Sanpukat khusus bagi sekolah-sekolah Sanpukat dalam wilayah parokinya.
“Dengan kunjungan ini, dan antusiasme para guru, kita akan membuat satu forum para guru Sanpukat dari sekolah Sanpukat di wilayah Paroki Halehebing ini. Sebenarnya ini ide yang sudah lama dirancang, hanya beluk dieksekusi. Dalam forum ini, kita akan sering berdiskusi, bertukar pikiran, dan melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan Rohani,” kata pastor asal Warikeo, Bajawa ini.
Ketua Sanpukat, RD. Okto, dalam kesempatan ini mengingatkan para guru untuk segera melengkapi urusan administratif mereka, juga sekolah ini. Hal ini penting agar tidak mengalami kesulitas dalam berbagai urusan ke depannya. RD. Okto juga menghimbau ke[pada para guru untuk menjaga dan merawat Gedung sekolah tersebut.
“Harap segala urusan administrative segera dilengkapi, baik administrasi sekolah maupun para guru. Selanjutnya, saya melihat bahwa Gedung sekolah ini cukup terawatt dengan baik. Bersyukur karena sekalipun kalian bilang sekolah ini terpencil, jaringan tidak ada, atau akses jalannya sulit, tetapi anak-anak bisa belajar dengan nyaman di sini, sebab ada sekolah yang plafon dan fasilitas lainnya sudah rusak,” terang RD. Okto.
Kunjungan ke SDK Natakoli dan SDK Lere
Selain mengunjungi SDK Hale, Ketua Sanpukat juga mengunjungi SDK Natakoli. Dalam kunjungan ini, masih didampingi RD. Donis, Ketua Sanpukat hanya menemui beberapa guru yang masih berada di sekolah, karena jam sekolah sudah usai. Namun, beberapa guru yang hadir merasa senang akan kunjungan tersebut, sehingga mereka bisa menyampaikan persoalan yang sedang mereka hadapi.
“Ada satu ruangan di sekolah ini yang kondisinya saat ini cukup memprihatinkan karena angin kencang baru-baru ini merusak bubungan atapnya. Untuk sementara ruangan itu tidak digunakan dulu,” ujar salah seorang guru menginformasikan.
Ketua Sanpukat, RD. Okto, berjanji akan mengunjungi lagi SDK Natakoli, dan berdialog dengan kepala sekolah dan para guru.
“Jadi di paroki Halehebing ini, saya akan datang kembali dalam beberapa waktu ke depan dan mengunjungi SDK Natakoli dan SDK Lere. Tadi kami sudah berencana mengunjungi SDK Lere, tetapi karena kendala waktu dan cuaca, kami memutuskan untuk mengunjunginya dalam lain kesempatan,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

