Ketua Yayasan Pendidikan Umat Katolik (SANPUKAT) Maumere, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., mengunjungi SDK Watubaler pada Senin, 23 Februari 2026. Kunjungan ini merupakan kunjungan perdana Ketua Sanpukat di sekolah yang bakal merayakan seabad berdirinya dua tahun mendatang itu, dan juga merupakan salah satu kegiatan dalam agenda asistensi Minggu Prapaskah I RD. Okto di Paroki Renha Rosari Halehebing.
Dalam kunjungan ini, RD. Okto didampingi RD. Donis Goa, Pastor Paroki Halehebing yang juga berstatus sebagai perwakilan Sanpukat terdekat. Pada kesempatan ini pula, Ketua Sanpukat berbincang-bincang bersama kepala sekolah, membicarakan perkembangan sekolah hingga saat ini, dan juga masalah-masalah yang tengah dihadapi. Setelah itu, Ketua Sanpukat berdialog dengan para guru SDK Watubaler.
Dalam dialog ini, Ketua Yayasan mendengarkan dan menjawab secara langsung, berbagai persoalan, keluhan, dan kebingungan yang tengah dihadapi oleh para guru, seperti urusan sertifikat tanah, kendala administratif, fasilitas sekolah, dana solidaritas, hingga SPK sekolah.
“Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk kami, keluarga besar SDK Watubaler. Hadirnya Romo Ketua Sanpukat ini sungguh baik, karena Romo bisa saksikan sendiri keadaan kami saat ini bagaimana. Ada beberapa ruang kelas yang cukup memprihatinkan, terlebih plafon yang rusaknya hampir di setiap ruang kelas, termasuk di ruang guru,” ujar Emanus Drusilu, S. Pd., Plt. Kepala SDK Watubaler.
Pastor Paroki Halehebing, RD. Donis, sangat berterima kasih kepada Ketua Sanpukat yang sudah mengunjungi parokinya. Menurutnya, kehadiran ini menjadi kesempatan untuk berefleksi dan berbenah kembali, teristimewa untuk mengembangkan penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah Sanpukat dalam wilayah parokinya.
Untuk semua hal yang digarisbawahi oleh Ketua Sanpukat, RD. Donis mengharapkan komitmen positif dari pihak sekolah.
“Kita memang perlu untuk melakukan beberapa pembangunan, tetapi untuk saat ini, menindaklanjuti penyampaian Romo Ketua, ada baiknya kalua kita membenahi dulu urusan administrasi sekolah ini. Karena kalua administrasi beres, urusan yang lain bisa berjalan dengan lancar,” tegasnya.
Ketua Sanpukat, RD. Okto, mengaku senang setelah melihat sendiri kegiatan belajar di SDK Watubaler. Namun, ia juga berharap agar segala persoalan administratif para guru segera diselesaikan.
“Saya senang, kendala fasilitas dan jarinyan sama sekali tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk belajar. Selain itu, saya juga berharap agar para guru segera melengkapi administrasi sekolah. Ini penting karena untuk urusan bantuan dan permohonan dana dari pemerintah, syarat administratif terkadang selalu menjadi kendala. Sekolah ini adalah kebun kita, jadi kita harus merawat dan menjaganya dengan baik, termasuk memperhatikan kelengkapan administrasinya,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

