SANPUKAT KEUSKUPAN MAUMERE
Menu
  • Beranda
  • Berita
  • Blog
    • Humaniora
    • Renungan
    • Storytelling
  • Profil
  • Mitra
    • Kindermissionwerk
  • Galery
  • Disclaimer
  • About
Menu

MENJAGA MIMPI DI TENGAH SITUASI TERBATAS: CERITA GURU MUDA SDK MOKEKAPA

Posted on 28 Februari 2026 by Sanpukatadmin

Penulis: Eufrasia Mau Ere S. Pd
Editor : Wue Admin

Sekolah, sebuah tempat dimulainya langkah-langkah kecil yang dapat berubah menjadi mimpi yang besar. Setiap pagi, ketika matahari mulai naik dan udara masih terasa segar, para siswa-siswi berbondong-bondong ke sekolah dengan seragam rapi dan beragam semangat. Ada yang datang dengan wajah ceria, ada pula yang masih mengantuk, tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama: belajar dan berkembang.

Seingat saya, tanggal 9 Desember 2025, sebuah tugas pelayanan yang baru sudah menanti saya di depan mata. SDK Mokekapa, tempat pertama saya akan mengabdi menjadi seorang guru, sudah menunggu.

Beberapa pertanyaan mulai timbul, apa yang mau saya buat ke depannya sebagai seorang guru agama yang baru saja tamat dari IFTK Ledalero? Seperti apa siswa-siswi SDK Mokekapa nantinya? Ini bukan tentang keraguan, tapi tentang bagaimana langkah awal memulai perjalanan panjang saya ke depannya.

Tidak terasa, sudah dua bulan lebih saya mengajar di SDK Mokekapa, sebuah sekolah milik Sanpukat yang berada dalam wilayah Paroki Sta. Maria Immakulata Lekebai, dan secara administratif pemerintahan berada dalam wilayah Kecamatan Mego. Sebagai seorang pengajar dan pendidik anak usia sekolah dasar, saya tentu harus mencari dan menyiapkan metode mengajar yang sesuai dan nyaman untuk anak-anak di tempat saya mengabdi.

Selama mengajar di SDK Mokekapa, ada banyak sekali pengalaman menarik yang saya alami. Namun, sejauh ini, ada dua hal yang membekas.

Pertama, penyesuaian dengan lingkungan sekolah. Ketika saya mengajar dari kelas 1 sampai kelas 6, saya harus menyesuaikan gaya mengajar saya sesuai dengan situasi sekolah dan peserta didik agar mereka dapar memahami pelajaran. Menariknya, hampir semua peserta didik menggunakan bahasa daerah selama berada di sekolah, bahkan saat kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung. Selain itu, saya pun harus memahami anak-anak dengan karakter dan latar belakang yang berbeda-beda.

Kedua, akses menuju sekolah. Jalan menuju SDK Mokekapa cukup terjal dan menantang, apalagi bila musim hujan tiba. Banjir kerap terjadi jika hujan turun dengan waktu yang lama, dan akan menghambat perjalanan menuju sekolah. Saya sendiri dalam dua bulan terakhir ini sudah beberapa kali terjebak banjir. Sungguh menantang, dan menguji mental saya.

Pengalaman-pengalaman ini sama sekali tidak menyurutkan semangat saya untuk mengajar. Saya tidak menganggap tantangan itu sebagai sebuah halangan berat. Ini justru menjadi pengalaman yang menguji ketangguhan saya dalam pengabdian ini, apakah saya bisa bertahan dan selalu semangat dalam menghadapi situasi dan kondisi yang tidak sesuai harapan? Jika emas ditempa dengan api, maka mental seorang guru diuji dengan situasi yang menantang.

Menjadi guru adalah sebuah panggilan pengabdian. Oleh sebab itu, saya menyadari, bahwa sebagai seorang guru muda, saya harus bisa menyesuaikan diri di mana pun tempat pengabdiannya, baik atau tidak baik waktunya. Saya selalu mengusahakan yang terbaik dalam melaksanakan segala tugas dan pelayanan saya dengan tulus dan ikhlas, termasuk membuka diri untuk belajar, tidak segan bertanya ketika bingung, dan semangat mengembangkan potensi dalam diri. Bila dihargai, dipandang positif, atau diapresiasi, saya menganggapnya sebagai bonus.

Selain itu, membangun relasi yang baik dan sehat dengan sesama rekan guru adalah hal yang wajib. Dalam situasi tertentu, saya bisa belajar banyak dari para rekan guru dan meneladani hal-hal baik dari keutamaan yang mereka miliki. Saya menyadari bahwa, guru-guru di sekolah ini bukan hanya pengajar dan pendidik, tetapi juga sebagai penggerak dalam lingkungan masyarakat di desa sekitar sekolah tempat saya bertugas ini. Mereka sering berperan aktif dalam membangun kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan. Pengalaman-pengalaman mereka inilah yang dapat menjadi pelajaran, dan dapat dipetik nilai-nilai positifnya.

Tempat saya mengabdi, SDK Mokekapa, berdiri di tengah sebuah perkampungan kecil yang dikelilingi perbukitan hijau dan lahan pertanian warga. Jumlah siswa di salah satu sekolah terpencil di Kecamatan Mego ini kurang lebih lima puluhan. Fasilitas di sekolah ini pun masih sangat sederhana dan terbatas, teristimewa buku-buku pelajarannya yang persediannya kurang memadai, bahkan sebagian sudah rusak, sebab buku-buku yang digunakan diwariskan dari angkatan ke angkatan.

Namun, keterbatasan itu tidak pernah membatasi apalagi mengurangi semangat belajar siswa SDK Mokekapa. Para peserta didik di sekolah ini datang dari kampung-kampung sekitar, bahkan sebagian besar harus berjalan kaki cukup jauh dari rumah menuju sekolah. Setiap hari mereka semangat ke sekolah dengan satu harapan, supaya ‘mereka lebih baik dari orangtua mereka’, sebuah harapan luhur yang pastinya menjadi cita-cita orangtua mereka juga.

Menjadi seorang guru muda di daerah terpencil mengajarkan saya banyak hal tentang kesabaran, ketulusan, dan arti sebuah harapan. Saya belajar bahwa perubahan tidak selalu datang dengan cepat dan gemerlap. Kadang semangat perubahan bermula dari ruang kelas yang sederhana, dan tampak dalam wajah anak-anak didik saya yang bermimpi tinggi meski tinggal jauh dari kota. Dan dalam situasi terbatas ini, kreativitas seorang guru sangat dibutuhkan, terlebih saat menggunakan alat peraga dan memanfaatkan lingkungan sebagai media belajar.

Sebagai guru muda, saya berharap SDK Mokekapa terus berkembang menjadi sekolah yang lebih maju meskipun berada di daerah terpencil. Saya ingin terus melihat anak-anak di SDK Mokekapa tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan tidak minder, meski masih berjarak dari akses yang lengkap sebagaimana anak-anak di kota.

Sebagai guru muda, saya ingin menjaga agar mimpi mereka tetap tinggi walaupun fasilitas sekolah terbatas. Saya berharap ada kerja sama yang baik antara guru, orang tua dan masyarakat setempat. Harapan terbesar saya adalah bisa menjadi bagian dari perubahan itu sendiri, meski langkah kecil, saya ingin setiap usaha dan pengabdian saya di SDK Mokekapa membawa dampak nyata bagi masa depan anak-anak dan masyarakat sekitar.

Menjadi guru muda di daerah terpencil bukan sekedar pekerjaan tetapi panggilan hati untuk menyalakan harapan di tempat yang jauh dari gemerlap kota. Seorang guru sejati tidak hanya mengajar pelajaran, tetapi menanamkan harapan, kasih sayang, keyakinan, juga menjaga nyala mimpi akan masa depan yang lebih baik terus terjaga, sebab untuk saya, pendidikan adalah cahaya, bahkan di tempat jauh sekalipun.

Category: GURAT

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 2026
  • 2025
  • 2024
  • 2023
  • 2022

BERAGAM INFORMASI SANPUKAT

GURAT

MENJAGA MIMPI DI TENGAH SITUASI TERBATAS: CERITA GURU MUDA SDK MOKEKAPA

Penulis: Eufrasia Mau Ere S. PdEditor : Wue Admin Sekolah, sebuah tempat dimulainya langkah-langkah kecil yang dapat berubah menjadi mimpi ...
Baca Selanjutnya
28 Februari 2026 / Sanpukatadmin
Berita

BERSAMA BADAN SOLIDARITAS PENDIDIKAN, SANPUKAT ADAKAN SOSIALISASI AKSI SOLIDARITAS PENDIDIKAN UNTUK SEKOLAH SANPUKAT TPAPT BLESIT

Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) mengadakan sosialisasi Aksi Solidaritas Pendidikan Keuskupan Maumere bertempat di Aula ...
Baca Selanjutnya
27 Februari 2026 / Sanpukatadmin
Berita

PERDANA! KETUA SANPUKAT KUNJUNGI SDK WATUBALER

Ketua Yayasan Pendidikan Umat Katolik (SANPUKAT) Maumere, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., mengunjungi ...
Baca Selanjutnya
26 Februari 2026 / Sanpukatadmin

IKUTI PERLINDUNGAN ANAK KINDERMISSIONWERK

SANPUKAT–Kindermissionswerk Serahkan Hadiah Lomba Perlindungan Anak di SDK Habi
Kindermissionwerk

MEAL OFFICER SANPUKAT-KINDERMISSIONWERK SERAHKAN HADIAH LOMBA PERLINDUNGAN ANAK SDK HABI

Maumere, Berita SANPUKAT – Monitoring, Evaluation, Analysis, and Learning (MEAL) Officer SANPUKAT & Kindermissionswerk–Jerman, Christian Romario menyerahkan hadiah lomba The ...
Baca Selanjutnya
9 Agustus 2025 / Sanpukatadmin
Kindermissionwerk

MENJADI MICROSOFT INNOVATIVE EDUCATOR EXPERT DARI WEBINAR BERSAMA KOMDIGI, MICROSOFT, BERSAMA FOCUS AND TARGET

Pada Selasa, 8 Juli 2025, seorang staff SANPUKAT Christian Romario mengikuti sebuah webinar nasional bertajuk ...
Baca Selanjutnya
10 Juli 2025 / Sanpukatadmin

RASA NYAMAN BERSAMA RENUNGAN SANPUKAT

Renungan

PERAYAAN EKARISTI ZIARAH SEKOLAH NAUNGAN SANPUKAT

TPE ZIARAH 2025 FIX REVISIUnduh ...
Baca Selanjutnya
MENUMBUHKAN AKAR MASA DEPAN: CERITA DARI ANAK-ANAK SDK MAUMERE 2
Renungan

MENUMBUHKAN AKAR MASA DEPAN: CERITA DARI ANAK-ANAK SDK MAUMERE 2

Di sebuah sudut damai di Pulau Flores, tepatnya di Keuskupan Maumere, anak-anak berkumpul bukan hanya untuk belajar menghitung atau mengeja ...
Baca Selanjutnya
Renungan

KERJA TANPA HENTI SEPERTI SYSYPHUS

Renungan Sabtu, 8 Februari 2024 BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani 13:15-17.20-21, MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 23:1.3a.4b.5.6, BACAAN INJIL: ...
Baca Selanjutnya

IKUTI GALERY SANPUKAT

Galery

GALERI AKREDITASI SEKOLAH-SEKOLAH SANPUKAT NOVEMBER 2025

Pada November 2025, ada beberapa sekolah Sanpukat yang mengadakan visitasi akreditasi. Berikut foto-foto akreditasi yang dikumpulkan Mimin ...
Baca Selanjutnya
TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA
Galery

TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA

Perjalanan panjang Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) dalam melanjutkan warisan misi pendidikan Katolik lewat sekolah-sekolah di bawah naungannya tidak hanya ...
Baca Selanjutnya
pelatihanhari ke V sanpukat dan smipa disada
Galery

GALERY PELATIHAN HARI KE V SANPUKAT BERSAMA DENGAN SMIPA DISADA

Pelatihan hari ke V Smipa Disada bersama guru dan tutor SANPUKAT berfokus pada presentasi modul literasi, Sabtu (16/12/2023) ...
Baca Selanjutnya
© 2026 sanpukatmaumere | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme