SANPUKAT KEUSKUPAN MAUMERE
Menu
  • Beranda
  • Berita
  • Gurat
  • Blog
    • Humaniora
    • Renungan
    • Storytelling
  • Profil
  • Mitra
    • Kindermissionwerk
  • Galery
  • Disclaimer
  • About
Menu
GENERASI PEDULI SDK NANGALIMANG: KETIKA ANAK BELAJAR DARI ALAM, BUDAYA, DAN TEMAN

GENERASI PEDULI SDK NANGALIMANG: KETIKA ANAK BELAJAR DARI ALAM, BUDAYA, DAN TEMAN

Posted on 22 Mei 2025 by Sanpukatadmin

Di bawah langit biru Flores yang jernih, anak-anak SDK Nangalimang menjalani proses belajar yang berbeda dari biasanya. Mereka bukan hanya duduk di bangku kelas, melainkan juga berpetualang, berdiskusi, mencipta, dan mengenali diri sendiri serta lingkungan. Dalam program Child Protection for Children at Elementary School in Flores/Indonesia pada bulan Mei ini, anak-anak yang didampingi Tutor Maria Yulianti mengeja arti tanggung jawab, kepedulian, dan cinta pada budaya dengan cara yang sederhana, namun bermakna.

Cinta Budaya, Cinta Alam

Pada hari-hari pertama, anak-anak diajak mengenali cerita rakyat dan tumbuhan obat di lingkungan sekitar. Dalam kegiatan yang penuh tawa, mereka menebak tokoh dalam cerita rakyat melalui gerakan tubuh dan menelusuri halaman sekolah untuk mencari tanaman tradisional penyembuh. “Saya baru tahu kalau daun pepaya bisa untuk tipus dan malaria,” kata Selo sambil menulis deskripsinya di kertas.

Tak lama berselang, mereka menjelma menjadi “detektif budaya sekolah.” Dengan peta sederhana di tangan, mereka menjelajahi halaman depan hingga belakang sekolah, mengamati kebersihan lingkungan, lalu menuliskan pantun dan slogan tentang kebersihan. “Saya bisa membuat poster tentang jagalah lingkungan,” ujar Julio bangga. Ucapan sederhana itu seolah mewakili semangat awal dari program ini—menumbuhkan cinta terhadap budaya dan alam sejak dini.

Karakter dan Kolaborasi

Selain mencintai budaya dan alam, anak-anak juga diajak memahami orang lain. Dalam sesi “Mengenal Karakter Teman,” mereka bertukar fakta menarik, mengenali nilai seperti kejujuran dan tanggung jawab lewat pos-pos permainan, hingga menggambarkan sahabat mereka dalam poster dan puisi mini. Salah satu peserta berkata: “Saya bisa mengenal karakter teman saya Intan dengan baik,” ungkap Ana. Ungkapan ini tanpa disadari telah menggambarkan nilai dari kegiatan ini yakni menanamkan kesadaran dalam diri anak-anak bahwa perbedaan bukan halangan untuk saling menghargai.

Selanjutnya di kegiatan lain, anak-anak memainkan “kota mini” —sebuah simulasi di mana mereka menjadi warga masyarakat kecil dengan hak dan kewajiban. Ada yang berperan sebagai pemimpin, penjaga lingkungan, hingga jurnalis. Di situ, mereka belajar menyusun paragraf dari kalimat acak, lalu menggambar dan membuat poster tentang “warga hebat, lingkungan hebat”. Bahkan Ana yang tadi mengenal temannya, kini belajar menjadi penjaga lingkungan. “Anak-anak belajar tidak hanya tentang kebersihan, tetapi tentang bagaimana menjadi bagian dari solusi,” ujar Margareta Yulianti, tutor yang memfasilitasi semua kegiatan.

Menilai Diri Sendiri dan Berubah

Setelah memahami budaya dan karakter teman, tibalah saat anak-anak merenungi kebiasaan mereka sendiri. Dalam sesi “Menyaring Kebiasaan Baik dan Buruk”, mereka memainkan permainan pos—memilah tindakan baik dan buruk, membaca cerita pendek, hingga menebak tindakan dalam permainan peran. Lalu puncaknya, setiap anak menulis dua kebiasaan baik dan satu kebiasaan buruk mereka. Yang baik ditempel di “pohon harapan,” sementara yang buruk di “pohon kering.” Salah satu peserta Intan mengatakan “ lewat kegiatan ini, saya tahu kebiasaan buruk saya dan saya berjanji mau berubah,” ujar nya dengan mata serius.

Tidak hanya berhenti di sana, anak-anak juga diajak menjadi kreatif lewat daur ulang. Dengan plastik bekas di tangan, mereka membuat bunga warna-warni dan menulis cerita tentang “Perjalanan Daun Menuju Tempat Sampah.“Saya bisa membuat bunga dari plastik kresek,” kata Gisel, tersenyum lebar.” Di samping itu, dalam simulasi hemat air, mereka belajar bahwa kepedulian pada lingkungan bisa dimulai dari rumah sendiri.

Detektif Lingkungan dan Suara Bumi

Pada pertemuan terakhir, suasana menjadi lebih reflektif. Anak-anak menjelajah empat zona sekolah: tempat pembuangan sampah, ruang kepala sekolah, dan area terbuka. Di setiap titik, mereka menilai—mana yang termasuk lingkungan aman dan mana yang berbahaya. Mereka membuat daftar solusi, menggambar poster, dan menyampaikan hasil investigasi.

“Bumi akan sedih kalau dirinya kotor,” ucap Gibran, polos namun tajam. Pernyataan itu menjadi kesimpulan tak tertulis dari seluruh rangkaian kegiatan. Bahwa anak-anak tidak hanya belajar mengenal lingkungan, tetapi belajar mencintainya.

Bukan Sekadar Proyek Sekolah

Selama tujuh hari pembelajaran yang berbeda, anak-anak Kindermissionwerk diajak menjadi warga kecil yang bertanggung jawab. Mereka menulis, menggambar, mencipta, dan merenung—bukan karena diminta, tetapi karena diajak berpikir dan merasa.

Program yang diselenggarakan SANPUKAT dan KINDERMISSIONWERK ini tidak hanya membuat anak tahu lebih banyak, tetapi juga membuat mereka peduli,” ungkap Margareta. Dalam setiap tawa, poster, atau kalimat reflektif, tersimpan benih perubahan yang mungkin akan tumbuh menjadi pohon harapan bagi lingkungan, budaya, dan kehidupan sosial mereka ke depan.

Dan seperti yang dikatakan oleh salah satu anak Nova, “Kalau bumi bisa bicara, dia pasti tersenyum sekarang.”

Category: Kindermissionwerk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 2026
  • 2025
  • 2024
  • 2023
  • 2022

BERAGAM INFORMASI SANPUKAT

Berita

KETUA SANPUKAT HADIRI PEMBUKAAN TURNAMEN BOLA VOLI JOHN PAUL CUP I

Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., menghadiri acara pembukaan Turnamen Bola Voli John Paul ...
Baca Selanjutnya
2 Maret 2026 / Sanpukatadmin
Berita

ASISTENSI DI PAROKI RENHA ROSARI HALEHEBING, KETUA SANPUKAT KUNJUNGI SDK HALE DAN SDK NATAKOLI

Dalam kesempatannya berasistensi di Paroki Renha Rosari Halehebing, Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD ...
Baca Selanjutnya
2 Maret 2026 / Sanpukatadmin
GURAT

MENJAGA MIMPI DI TENGAH SITUASI TERBATAS: CERITA GURU MUDA SDK MOKEKAPA

Penulis: Eufrasia Mau Ere S. PdEditor : Wue Admin Sekolah, sebuah tempat dimulainya langkah-langkah kecil ...
Baca Selanjutnya
28 Februari 2026 / Sanpukatadmin

IKUTI PERLINDUNGAN ANAK KINDERMISSIONWERK

SANPUKAT–Kindermissionswerk Serahkan Hadiah Lomba Perlindungan Anak di SDK Habi
Kindermissionwerk

MEAL OFFICER SANPUKAT-KINDERMISSIONWERK SERAHKAN HADIAH LOMBA PERLINDUNGAN ANAK SDK HABI

Maumere, Berita SANPUKAT – Monitoring, Evaluation, Analysis, and Learning (MEAL) Officer SANPUKAT & Kindermissionswerk–Jerman, Christian Romario menyerahkan hadiah lomba The ...
Baca Selanjutnya
9 Agustus 2025 / Sanpukatadmin
Kindermissionwerk

MENJADI MICROSOFT INNOVATIVE EDUCATOR EXPERT DARI WEBINAR BERSAMA KOMDIGI, MICROSOFT, BERSAMA FOCUS AND TARGET

Pada Selasa, 8 Juli 2025, seorang staff SANPUKAT Christian Romario mengikuti sebuah webinar nasional bertajuk ...
Baca Selanjutnya
10 Juli 2025 / Sanpukatadmin

RASA NYAMAN BERSAMA RENUNGAN SANPUKAT

Renungan

PERAYAAN EKARISTI ZIARAH SEKOLAH NAUNGAN SANPUKAT

TPE ZIARAH 2025 FIX REVISIUnduh ...
Baca Selanjutnya
MENUMBUHKAN AKAR MASA DEPAN: CERITA DARI ANAK-ANAK SDK MAUMERE 2
Renungan

MENUMBUHKAN AKAR MASA DEPAN: CERITA DARI ANAK-ANAK SDK MAUMERE 2

Di sebuah sudut damai di Pulau Flores, tepatnya di Keuskupan Maumere, anak-anak berkumpul bukan hanya untuk belajar menghitung atau mengeja ...
Baca Selanjutnya
Renungan

KERJA TANPA HENTI SEPERTI SYSYPHUS

Renungan Sabtu, 8 Februari 2024 BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani 13:15-17.20-21, MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 23:1.3a.4b.5.6, BACAAN INJIL: ...
Baca Selanjutnya

IKUTI GALERY SANPUKAT

Galery

GALERI AKREDITASI SEKOLAH-SEKOLAH SANPUKAT NOVEMBER 2025

Pada November 2025, ada beberapa sekolah Sanpukat yang mengadakan visitasi akreditasi. Berikut foto-foto akreditasi yang dikumpulkan Mimin ...
Baca Selanjutnya
TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA
Galery

TERIMA KASIH YANG TULUS KEPADA BPK. ANDREAS HUGO PARERA

Perjalanan panjang Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) dalam melanjutkan warisan misi pendidikan Katolik lewat sekolah-sekolah di bawah naungannya tidak hanya ...
Baca Selanjutnya
pelatihanhari ke V sanpukat dan smipa disada
Galery

GALERY PELATIHAN HARI KE V SANPUKAT BERSAMA DENGAN SMIPA DISADA

Pelatihan hari ke V Smipa Disada bersama guru dan tutor SANPUKAT berfokus pada presentasi modul literasi, Sabtu (16/12/2023) ...
Baca Selanjutnya
© 2026 sanpukatmaumere | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme