Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) mengadakan sosialisasi Aksi Solidaritas Pendidikan Keuskupan Maumere bertempat di Aula Sanpukat, pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan kerja sama bersama Badan Solidaritas Pendidikan Keuskupan Maumere (KUM).
Peserta yang hadir adalah para kepala sekolah Sanpukat yang berada dalam TPAPT Blesit, yaitu sekolah-sekolah Sanpukat dalam wilayah Paroki Sanctissima Trinitas Bloro, Paroki Sta. Maria Imakulata Lela, Paroki St. Ignasius Loyola Sikka, dan Paroki Hati Tak Bernoda Sta. Perawan Maria Tilang.
RD. Kanisius Mbani, Ketua Badan Solidaritas Pendidikan KUM, dalam pemaparannya menegaskan kepada para kepala sekolah agar turut memperhatikan dana solidaritas pendidikan ini, karena ada beberapa paroki yang berat sebelah jika dibandingkan dengan dana solidaritas pembangunan.
“Ada paroki yang pembangunannya bagus, selalu 100% lebih, tapi entah kenapa, solidaritas pendidikan persentasinya kecil, bahkan ada yang tidak ada. Bahkan di tahun ini, ada sekolah yang proposalnya diterima dan sekolahnya terbantu, tetapi persentasi keterlibatan dalam aksi solidaritas pendidikan masih kecil. Jadi, diharapkan agar para kepala sekolah memperhatikan ini. ,” tegas mantan Ketua Sanpukat periode 2000-2010 ini.
Bendahara Badan Aksi Solidaritas KUM, RD. Fancy Sare, menghimbau kepada para kepala sekolah agar berpartisipasi aktif dalam program ini. Menurutnya, sekalipun yang dikumpulkan nominalnya kecil, ia akan menjadi banyak dan bermanfaat bagi sama saudara yang membutuhkan.
“Sampai sekarang, dana dari Aksi Solidaritas Pendidikan sudah membantu banyak pelajar dan sekolah. Tahun 2025 kemarin, ada beberapa sekolah Sanpukat yang menerima dana solidaritas ini. Ada juga beberapa pelajar, baik yang masih duduk di bangku pendidikan menengah maupun perguruan tinggi. Jadi, apa yang kita kumpulkan sebagai bentuk solidaritas kita, sekalipun kecil, tapi jika dikumpulkan dan disatukan, akan menjadi besar dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujar RD. Fancy.
Kepala SMPK St. Yohanes Tilang, Tarsisius Kero, S. Fil., mengaku sangat antusias dengan adanya sosialisasi ini. Ia berjanji bahwa mulai tahun ajaran baru nanti, sekolahnya akan tertib untuk menjalankan program ini.
“Jujur saja, sebelumnya kami kecewa dengan Sanpukat karena kami sepertinya dibiarkan saja saat masa krisis, khususnya saat masa pandemi. Akibatnya, saya enggan membayar beberapa kewajiban ini. Tapi sekarang, dengan adanya sosialisasi ini dan melihat Sanpukat yang semakin semangat dan rajin mengunjungi sekolah-sekolah, juga mulai berubah kea rah yang lebih baik, saya berkomitmen untuk melunasi segala urusan keuangan di sekolah kami nanti,” ucap Tarsisius.
Sementara itu, Ketua Sanpukat, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th., sangat berterima kasih atas kehadiran para kepala sekolah yang bersedia memenuhi undangannya. Ia berharap, semoga para kepala sekolah bisa menjadi motor penggerak keaktifan dalam program ini, di sekolah masing-masing.
“Terima kasih untuk para kepala sekolah yang sudah hadir. Total dari 24 sekolah dalam TPAPT Blesit ini, hanya sebagian saja yang memenuhi undangan. Semoga pertemuan selanjutnya, semua kepala sekolah bisa hadir, karena kita berharap para kepala sekolah inilah yang harus menjadi penggerak partisipasi aktif sekolahnya dalam menjalankan program solidaritas ini,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

