Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sekolah di bawah naungan Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT). SMPK Susila Koting berhasil melaju ke babak 16 besar Lomba Cerdas Cermat (LCC) Biologi Antar SMP/MTs se-Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Biologi Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang.
Keberhasilan ini diraih pada Senin, 19 Oktober 2026, di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNDANA Kupang, setelah berhasil menyingkirkan sejumlah peserta dari kabupaten lain.
Tiga siswa yang membawa nama SMPK Susila Koting dalam kompetisi tersebut adalah Andreas Brayendimus Thomas, Maria Chelsea Aurelia, dan Maria Greivancia. Ketiganya menunjukkan kemampuan dan semangat berkompetisi hingga mengantarkan sekolah yang berada di wilayah Paroki St. Fransiskus Xaverius Koting ini menembus babak 16 besar.
Kepala SMPK Susila Koting, Damianus Dewa, S.Ag., mengungkapkan rasa bangga atas perjuangan dan pencapaian para siswanya. Baginya, keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar sekolah sekaligus bukti bahwa para siswa memiliki potensi yang perlu terus dikembangkan melalui berbagai kesempatan belajar dan berkompetisi.
“Saya merasa sangat bangga dengan anak-anak yang sudah berjuang dan berhasil lolos ke babak 16 besar. Proficiat untuk Andreas, Chelsea, dan Greivancia yang telah membawa serta mengharumkan nama SMPK Susila Koting dalam ajang ini. Apa yang mereka raih tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah dan seluruh keluarga besar SMPK Susila Koting,” ungkap Damianus.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru pembimbing, orang tua murid, dan komite sekolah yang telah memberikan dukungan nyata selama proses persiapan hingga keberangkatan para peserta menuju Kupang.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada para guru pembimbing yang telah mendampingi anak-anak, para orang tua yang selalu memberikan dukungan, serta komite sekolah yang turut mengambil bagian, bahkan ikut mengantar para peserta ketika berangkat. Prestasi ini bukan hanya hasil perjuangan siswa, tetapi juga buah dari kebersamaan seluruh keluarga besar sekolah,” tambahnya.
Damianus menjelaskan bahwa pihaknya saat ini terus mendorong keterlibatan SMPK Susila Koting dalam berbagai kegiatan dan ajang perlombaan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Menurutnya, kesempatan mengikuti kompetisi merupakan bagian penting dari proses pendidikan karena membantu siswa mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter.
Sementara itu, Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan SMPK Susila Koting menembus babak 16 besar LCC Biologi tingkat SMP/MTs se-NTT tersebut.
Ia menilai pencapaian tersebut sebagai kabar baik bagi keluarga besar SANPUKAT sekaligus dorongan bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mengembangkan potensi peserta didik melalui pembelajaran yang bermutu dan partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kompetitif.
“Saya menyampaikan proficiat kepada SMPK Susila Koting, khususnya kepada Andreas, Chelsea, dan Greivancia, yang telah berjuang dengan baik hingga berhasil masuk babak 16 besar. Apresiasi juga saya sampaikan kepada kepala sekolah, para guru pembimbing, orang tua, dan komite sekolah yang telah memberikan dukungan kepada anak-anak,” ungkap RD. Okto.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar SANPUKAT untuk memberikan dukungan dan doa bagi perjuangan para siswa yang akan kembali berlomba pada babak berikutnya
“Saya mengajak seluruh keluarga besar SANPUKAT untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada SMPK Susila Koting. Mari kita mendoakan dan menyemangati anak-anak kita agar dapat mengikuti babak berikutnya dengan penuh percaya diri, tetap rendah hati, dan memberikan yang terbaik. Kita berharap mereka dapat pulang dengan prestasi yang membanggakan serta membawa nama baik sekolah, SANPUKAT, dan Kabupaten Sikka,” terang RD. Okto.
SMPK Susila Koting dijadwalkan kembali mengikuti kompetisi pada babak 16 besar, Rabu, 21 Oktober 2026. Kesempatan ini menjadi tantangan sekaligus ruang pembuktian bagi ketiga siswa untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan peserta dari berbagai sekolah di NTT. (Wue Admin)

