Program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah yang diterima sejumlah satuan pendidikan di bawah Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) terus menunjukkan perkembangan. Di tengah proses pemulihan pascagempa Flores 2026, program tersebut menjadi salah satu dukungan penting bagi sekolah untuk melakukan penyegaran dan perbaikan terhadap fasilitas fisik pendidikan.
Di sisi lain, revitalisasi tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung keberlangsungan pendidikan bagi peserta didik.
Beberapa waktu belakangan, Ketua SANPUKAT, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), mengunjungi sejumlah sekolah SANPUKAT yang menerima dana revitalisasi. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi gedung sekolah pasca gempa, memantau perkembangan pelaksanaan pembangunan, dan mengikuti upacara peletakan batu pertama di beberapa sekolah.

RD. Okto menjelaskan bahwa perkembangan pembangunan di setiap sekolah tidak berlangsung pada tahapan yang sama. Ada sekolah yang masih berada pada tahap awal melalui peletakan batu pertama, sementara sejumlah sekolah lainnya telah mulai melaksanakan pekerjaan fisik.
“Bagi saya, penting untuk datang dan melihat langsung sekolah-sekolah yang mendapatkan dana revitalisasi ini. Kita ingin melihat bagaimana prosesnya berjalan, bagaimana sekolah mempersiapkan pembangunan, dan bagaimana bantuan yang diberikan itu benar-benar diterjemahkan menjadi kebutuhan nyata di sekolah. Karena yang kita harapkan bukan hanya ada pembangunan, tetapi pembangunan itu sungguh-sungguh menjawab kebutuhan sekolah dan memberikan manfaat bagi anak-anak yang belajar di sana,” ujar RD. Okto ketika dimintai keterangan setelah mengikuti upacara peletakan batu pertama di SDK Apinggoot, Sabtu, 19 September 2026 lalu.
Menurut RD. Okto, adanya dana revitalisasi merupakan sebuah berkat bagi sekolah-sekolah SANPUKAT. Hal tersebut menjadi semakin penting karena sekolah-sekolah berada dalam situasi pemulihan setelah gempa yang melanda Flores pada Agustus 2026.

“Kita patut bersyukur karena adanya dana revitalisasi ini merupakan berkat bagi sekolah. Apalagi kita baru saja melewati situasi gempa yang memberikan dampak terhadap banyak sekolah. Dalam kondisi seperti ini, kesempatan untuk memperbaiki dan menyegarkan kembali fasilitas sekolah tentu menjadi sesuatu yang sangat berarti. Karena itu, saya melihat dana revitalisasi ini bukan sekadar dana pembangunan, tetapi sebuah kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada sekolah untuk membenahi lingkungan pendidikannya,” ungkapnya.
Ia berharap, sekolah penerima dana dapat menggunakan bantuan tersebut secara tepat sasaran dan bertanggung jawab. Menurutnya, setiap proses pembangunan perlu dikerjakan dengan memperhatikan kebutuhan sekolah serta ketentuan yang telah ditetapkan.
Selain pelaksanaan pembangunan, ia juga mengingatkan sekolah agar tidak mengabaikan aspek administrasi, terutama dalam hal pelaporan penggunaan dana.

“Saya juga sangat berharap agar sekolah memperhatikan pelaporan dengan baik. Laporan dan pertanggungjawabannya juga harus disiapkan dengan baik, lengkap, dan sesuai prosedur. Ini penting karena kita semua harus bisa mempertanggungjawabkan setiap dana yang dipercayakan kepada kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, RD. Okto berharap proses revitalisasi dapat berjalan dengan baik hingga selesai dan memberikan dampak jangka panjang bagi sekolah.
“Harapan saya, semua sekolah yang mendapatkan dana revitalisasi ini dapat melaksanakan pembangunan dengan baik sampai selesai. Jangan hanya melihatnya sebagai proyek pembangunan, tetapi lihatlah ini sebagai bagian dari pelayanan pendidikan. Kita sedang membangun tempat di mana anak-anak belajar, membangun karakter, bertumbuh dalam iman, dan mempersiapkan masa depan mereka,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

