Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa tugas kepada Maria Wadeltrudis, S. Pd., sebagai Kepala TK St. Antonius Ojang. Penyerahan SK tersebut berlangsung pada Kamis, 17 September 2026, di Kantor SANPUKAT.
Perpanjangan masa tugas ini melanjutkan kepercayaan SANPUKAT kepada Wadeltrudis yang telah mengemban tanggung jawab sebagai Kepala TK St. Antonius Ojang sejak tahun 2013. Selama menjalankan tugasnya, ia terus mendampingi proses pendidikan anak usia dini sekaligus mengembangkan kehidupan sekolah bersama para guru dan peserta didik.
Dalam keterangannya, Wadeltrudis menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya masih membutuhkan sejumlah dukungan untuk menunjang proses pembelajaran. Salah satunya adalah tambahan Alat Permainan Edukatif (APE), baik untuk penggunaan di dalam maupun di luar ruangan.
Menurutnya, ketersediaan APE menjadi penting dalam pendidikan anak usia dini karena kegiatan belajar tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui permainan yang membantu anak mengenal, mencoba, dan mengembangkan berbagai kemampuan.
Selain APE, sekolah juga membutuhkan buku-buku pelajaran yang kreatif dan edukatif. Wadeltrudis berharap dukungan terhadap berbagai kebutuhan tersebut dapat membantu guru menciptakan kegiatan pembelajaran yang semakin menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Kondisi sekolah juga masih menjadi perhatian setelah gempa yang terjadi beberapa waktu lalu. Wadeltrudis menuturkan, sejumlah bagian bangunan TK Ojang mengalami keretakan akibat gempa. Meskipun situasi sudah mulai membaik, kegiatan pembelajaran hingga kini masih dilakukan di luar gedung pada kondisi tertentu.
“Beberapa bagian bangunan mengalami retak akibat gempa. Sekarang memang situasinya sudah agak membaik, tetapi kami masih melakukan kegiatan di luar gedung,” ungkapnya.
Untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan berbagai pertemuan sekolah, TK Ojang juga membutuhkan proyektor LCD. Sarana tersebut dinilai dapat membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih menarik sekaligus mendukung kegiatan-kegiatan sekolah lainnya.
Menanggapi kebutuhan tersebut, RD. Okto mengatakan bahwa perpanjangan masa tugas seorang kepala sekolah merupakan bagian dari kepercayaan sekaligus tanggung jawab untuk terus membangun sekolah.
Menurutnya, kebutuhan sarana dan kondisi bangunan sekolah perlu mendapat perhatian secara bertahap, terlebih setelah gempa yang turut berdampak pada sejumlah satuan pendidikan SANPUKAT.
“Kepercayaan yang diberikan kepada kepala sekolah harus menjadi kesempatan untuk terus membangun dan membenahi sekolah. Kalau ada kebutuhan sarana, termasuk APE, buku, maupun fasilitas pendukung lainnya, tentu kita akan melihat dan mengupayakannya sesuai dengan kemampuan dan prioritas,” ujar RD. Okto.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan anak-anak tetap memperoleh ruang belajar yang aman dan mendukung, terutama dalam situasi pemulihan pascagempa.
“Yang paling penting adalah anak-anak tetap mendapatkan pendampingan dan proses belajar yang baik. Dalam kondisi seperti sekarang, keselamatan dan kenyamanan anak harus menjadi perhatian kita bersama,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

