Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), resmi menetapkan Monika Doi Kuta, S.Pd. AUD., sebagai Kepala TK Don Bosco Hikong secara definitif. Surat Keputusan (SK) penetapan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua SANPUKAT pada Selasa, 15 September 2026, di Kantor SANPUKAT. Penetapan ini menjadi bagian dari upaya SANPUKAT untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan dan pelayanan pendidikan pada satuan pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan.
Monika sendiri telah mengabdikan diri di TK Don Bosco Hikong sejak tahun 2004. Pengabdian selama lebih dari dua dekade tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam mendampingi dan melayani pendidikan anak-anak di wilayah Hikong.
Dengan penetapan secara definitif ini, Monika diharapkan dapat melanjutkan tanggung jawab kepemimpinan sekolah sekaligus memperkuat pengelolaan pendidikan, baik dalam aspek pembelajaran maupun penataan lingkungan sekolah.
Dalam perkembangannya, TK Don Bosco Hikong juga mendapat perhatian melalui program revitalisasi. Sejumlah fasilitas sekolah sementara dalam proses pengerjaan, termasuk rehabilitasi tiga ruangan, pembangunan atau pembenahan fasilitas MCK, penataan lingkungan sekolah, serta penyediaan alat permainan edukatif di luar ruangan.
Selain itu, kebutuhan yang masih menjadi perhatian adalah pembangunan pagar sekolah. Sementara proses pembenahan berlangsung, kegiatan belajar anak-anak untuk sementara dilaksanakan di Posyandu. Kebutuhan pendukung pembelajaran juga masih menjadi perhatian, antara lain meja dan kursi untuk anak-anak serta perangkat seperti printer yang dibutuhkan untuk menunjang administrasi dan kegiatan sekolah.
Ketua SANPUKAT, RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), dalam penyerahan SK tersebut menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan semata-mata sebuah posisi administratif, tetapi merupakan tanggung jawab pelayanan yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Menjadi kepala sekolah adalah sebuah kepercayaan dan tanggung jawab untuk melayani. Karena itu, saya berharap Ibu Monika dapat menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, membangun kerja sama dengan para guru, orang tua, dan masyarakat, serta terus memperhatikan kebutuhan anak-anak,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa proses revitalisasi sarana sekolah pun perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan. Fasilitas yang semakin baik diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Revitalisasi bukan hanya tentang memperbaiki bangunan, tetapi juga bagaimana sekolah semakin mampu memberikan ruang belajar yang baik bagi anak-anak. Karena itu, semua yang dipercayakan perlu dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” lanjut RD. Okto.
Dengan pengalaman pengabdian sejak 2004, Monika diharapkan dapat membawa semangat baru dalam pelayanan pendidikan di TK Don Bosco Hikong. Penetapan sebagai kepala sekolah definitif ini juga sekaligus menjadi kesempatan baginya untuk melanjutkan karya yang telah dibangun selama ini, terutama dalam mendampingi anak-anak pada jenjang pendidikan usia dini. (Wue Admin)

