Sebelas guru dari sekolah-sekolah Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) mendapat kepercayaan menjadi trainer dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) berhitung cepat menggunakan metode Gasing bagi para guru di Kabupaten Sikka. Kepercayaan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kemampuan numerasi sekaligus menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih mudah, menyenangkan, dan dekat dengan pengalaman peserta didik.
Kegiatan Bimtek tersebut berlangsung selama hampir dua pekan, terhitung sejak 27 Juli hingga 8 Agustus 2026. Dalam pelaksanaannya, sebelas guru SANPUKAT dibagi ke dalam beberapa wilayah pendampingan yang mencakup sejumlah kecamatan di Kabupaten Sikka.

Kesebelas guru SANPUKAT tersebut adalah Trisanti Ambrosia Maria Nona Sari, S. Pd. dari SDK Maumere I dan Anastasia Rosanti, S. Pd. dari SDK Wairpelit untuk pendampingan wilayah Alok Timur – Kota; wilayah Paga–Lio didampingi oleh Mariatma Bernofasius Sina, S. Pd. dari SDK Nita 2 dan Oktavia Nona Isna, S. Pd. dari SDK Maumere II.
Wilayah Kecamatan Kewapante, Hewokloang, Bola, Doreng, dan Mapitara didampingi oleh Cecilia M. D. Bass, S. Pd. dari SDK Brai, Alexius Moat Moses, S. Pd. dari SDK Nita 1, serta Anastasia Hardayani, S. Pd. dari SDK Geliting.
Dan untuk wilayah Talibura, pendampingan dilakukan oleh Agnes Virgina Suresti dari SDK Habi, Agnes Avilanti Menciana, S. Pd. dari SDK Maumere IV, Bertholdus Buga, S. Pd. dari SDK Nangalimang, dan Haniyanti Gema Galgani, S. Pd. dari SDK Kewapante.

Metode Gasing sendiri merupakan pendekatan pembelajaran matematika yang dikembangkan oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D. Nama GASING merupakan akronim dari Gampang, Asyik, dan Menyenangkan. Metode ini tidak sekadar mengajarkan siswa untuk menghitung dengan cepat, tetapi membantu mereka memahami konsep matematika secara bertahap, dari konsep yang sederhana menuju konsep yang lebih kompleks.
Pembelajaran dapat melibatkan benda konkret, alat peraga, permainan, serta latihan yang membuat peserta didik menemukan pemahaman mereka sendiri. Dengan pendekatan tersebut, matematika diharapkan tidak lagi dipandang sebagai pelajaran yang sulit dan menakutkan, melainkan sebagai sesuatu yang dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan.
Bagi para guru SANPUKAT, keterlibatan sebagai trainer dalam Bimtek Gasing menjadi pengalaman yang tidak hanya memberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang untuk belajar dan berkembang sebagai pendidik.
Cecilia M. D. Bass, S. Pd., trainer dari SDK Brai yang mendampingi para guru di wilayah Kewapante, Hewokloang, Bola, Doreng, dan Mapitara, mengakui bahwa pengalaman tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus pengalaman perdana bagi dirinya dan rekan-rekan trainer lainnya.

“Menjadi trainer dalam kegiatan Bimtek berhitung cepat menggunakan metode GASING merupakan pengalaman yang sangat berharga dan memberikan banyak pembelajaran bagi saya. Selama menjadi trainer, saya belajar bagaimana menyampaikan materi dengan baik, membangun komunikasi dengan peserta, serta menyesuaikan cara penyampaian dengan kondisi dan kebutuhan peserta,” tutur Cecilia.
Menurut Cecilia, suasana persaudaraan yang kuat selama kegiatan, membuat Bimtek Gasing memiliki pengalaman tersendiri dibandingkan kegiatan Bimtek lainnya. Para trainer dan peserta tidak hanya berada dalam hubungan antara pemberi dan penerima materi, tetapi bersama-sama belajar, berdiskusi, dan membangun komitmen untuk memperbaiki kemampuan numerasi di Kabupaten Sikka.
“Karena kasih dan persaudaraan yang besar dari para peserta inilah yang membuat Bimtek Gasing ini berbeda dari Bimtek lainnya. Di dalam Bimtek Gasing ini kami saling berbagi, berdiskusi dan sama-sama mempunyai tekad yang sama yaitu numerasi di Kabupaten Sikka menjadi lebih baik,” lanjut Cecilia.

Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT), RD. Yulius Heribertus, S. Fil., M. Th. (RD. Okto), menyampaikan apresiasi atas keterlibatan sebelas guru dari sekolah SANPUKAT yang menjadi trainer dalam Bimtek Gasing tingkat Kabupaten Sikka. Menurutnya, keterlibatan para guru tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mengembangkan kualitas dan kapasitas diri, sekaligus membawa pengalaman dan pengetahuan baru kembali ke lingkungan sekolah.
“Guru harus menjadi pribadi yang terus belajar. Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang sudah kita miliki. Setiap kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kapasitas adalah kesempatan untuk menjadi guru yang lebih baik,” ungkap RD. Okto.
Ia juga berharap agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh memberi manfaat yang semakin luas dan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran.
“Harapan kami, guru-guru yang mendapat kesempatan menjadi trainer ini tidak hanya berkembang untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu memberi dampak positif bagi guru-guru lainnya. Apa yang sudah dipelajari dibagikan kembali, sehingga semakin banyak guru yang bertumbuh dan pada akhirnya semakin banyak anak yang mendapatkan pengalaman belajar yang baik,” terang RD. Okto. (Wue Admin)

